Bowl of Happiness? Mangkuk Kebahagiaan? Apa maksudnya? Rupanya ini adalah sebuah klub yang berfokus pada kegiatan sosial. Simak perjalanan Helen saat menjadi anggota klub unik tersebut selengkapnya di bawah ini!
Identitas Buku
Judul Buku: Bowl of Happiness
Penulis: Sophie Maya
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 278 Halaman
Sinopsis Buku
Helen hidup dibayangi kenyataan bahwa Mama, Papa, dan ketiga kakaknya menjadi dokter sukses. Didikan Mama yang kaku menghalangi mimpinya menjadi penyanyi.
Bahkan, ia harus rela pindah ke Semarang dan bersekolah di SMA Sinar Bangsa selama setahun, sampai ia bisa memperbaiki nilai dan pantas masuk ke Hannigan International School.
Impian Helen mulai muncul kembali saat melihat klub Mangkuk Kebahagiaan di SMA Sinar Bangsa.
Apalagi melihat sosok pentolan klub, Lulu, yang nyentrik dan selalu berusaha menghibur semua orang dengan permainan gitar yang ceria dan meriah. Mama berkeras agar Helen menjauhi klub itu karena dinilai mengganggu waktu belajarnya.
Namun, daya tarik klub dan anggota-anggotanya terlalu kuat bagi Helen. Perlahan ia mengikuti satu demi satu kegiatan yang terasa menyenangkan. Saking larutnya, Helen sampai lupa belajar dan nilai-nilainya turun.
Saat pertama kali membaca judulnya, aku sudah menaruh rasa ketertarikan terhadap isi ceritanya. Bowl of Happiness atau Mangkuk Kebahagiaan. Apa maksudnya? Rupanya ini adalah nama salah satu klun yang ada di SMA Sinar Bangsa, tempat Helen bersekolah.
Awalnya aku sempat sangsi dengan genre teenlit karena biasanya ceritanya tidak jauh dari kehidupan anak SMA yang saling tertarik tapi musuhan, tawuran geng motor, atau urusan percintaan lainnya yang sudah terlalu mainstream. Rupanya, novel ini menawarkan cerita yang berbeda dan unik, seunik judulnya!
Aku langsung dibuat jatuh cinta dengan gaya penulisan sang penulis, sehingga aku berhasil menyelesaikannya kurang dari 24 jam. Sangat page turner dan nyaman dibaca. Tidak terkesan kaku, tetapi tidak terlalu berlebihan seperti cerita ala anak SMA pada umumnya yang terlalu bebas.
Aku sangat enjoy menyimak kisah Helen. Mulai dari dirinya yang harus mengubur mimpi untuk mengikuti audisi menyanyi sejak masih kecil, sampai akhirnya ia bersekolah di SMA Sinar Bangsa dan bertemu dengan 4 anggota klub Mangkuk Kebahagiaan.
Ide tentang klub Mangkuk Kebahagiaan sangat segar dan baru pertama kali kutemui di cerita ini. Jika biasanya cerita teenlit fokus pada kisah percintaan anak remaja, di novel ini kita akan menemukan fokus utamanya pada persahabatan dan membantu sesama.
Buku ini direkomendasikan untuk pembaca yang mencari bahan bacaan ringan dengan genre teenlit tapi antimainstream yang penuh kejutan tak terduga.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5: Masalah Baru Datang, Nyonya Beniko Kelabakan!
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mengenang Keigo Higashino, 5 Film Adapatasi Ini Suguhkan Premis Unik
-
Putuskan Hengkang dari JYP Entertainment, Jeongyeon: TWICE Pusat Hidup Saya
-
Realita Pejalan Kaki: Fasilitas Tak Mumpuni hingga Stigma Miring Orang Lain
Artikel Terkait
-
Sunyi di Dada Samirah, Novel Bertema Perempuan yang Mengoyak Perasaan
-
Keinginan Besar Meraih Impian dan Cita-Cita dalam Novel Mimpi Sebesar Gajah
-
Ulasan Buku Minimarket yang Merepotkan, Kisah Tunawisma Jujur yang Penuh Misteri
-
5 Rekomendasi Buku Tipis untuk Berantas Reading Slump, Ada Beragam Genre!
-
12 Cerita Glen Anggara, Novel Rasa Drama Korea yang Diadaptasi Menjadi Film
Ulasan
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain
-
Novel White Wedding: Ketika Warna Putih Menjadi Simbol Luka dan Kebahagiaan
-
Ulasan Red Swan: Kisah Kehidupan Elite yang Dibangun dari Perebutan Kuasa
Terkini
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
-
Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan
-
Merayakan Kemerdekaan?