
Kereta Berdarah, film horor terbaru garapan Rizal Mantovani, membawa penonton pada perjalanan menegangkan di atas kereta wisata yang terjebak di tengah hutan larangan. Dibintangi oleh Hana Malasan, Zara Leola, dan Putri Ayudya, film ini menghadirkan perpaduan antara teror supernatural, drama keluarga, dan kritik terhadap kerusakan alam.
Film ini mengikuti kisah Jessica (Hana Malasan), seorang ibu yang ingin menebus kesalahannya di masa lalu dengan mengajak kedua anaknya, Clara (Zara Leola) dan Abby (Aghniny Haque), berlibur bersama. Mereka naik kereta wisata yang melintasi hutan larangan, tempat yang menyimpan legenda mistis tentang Ratu Jin dan dendamnya.
Ulasan Singkat Film Kereta Berdarah

Berikut ulasan singkat untuk film Kereta Berdarah, simak yuk!
- Karakter-karakter dalam film ini cukup beragam, dengan Jessica sebagai fokus utama. Perkembangan karakternya dari sosok ibu yang egois menjadi pelindung bagi anak-anaknya terasa menarik. Clara dan Abby juga memiliki karakter yang kuat, dengan Clara yang pemberani dan Abby yang pendiam dan misterius.
- Kereta Berdarah menghadirkan berbagai elemen horor yang cukup efektif. Jumpscare dan adegan-adegan menegangkan tersaji dengan baik, meskipun beberapa terasa klise. Penampakan hantu dan efek visualnya cukup detail dan mengerikan, menambah atmosfer mencekam film ini.
- Di balik teror dan ketegangan, film ini juga menyelipkan pesan moral tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga dan kelestarian alam. Kerusakan hutan akibat pembangunan kereta wisata menjadi simbol keserakahan manusia yang berakibat fatal.
- Alur cerita di beberapa bagian terasa terburu-buru dan kurang dieksplorasi dengan baik.
- Beberapa karakter pun terasa kurang mendapatkan porsi pengembangan yang seimbang.
Overall, Kereta Berdarah merupakan film horor yang menghibur dan menegangkan. Film ini menawarkan perpaduan antara teror supernatural, drama keluarga, dan kritik terhadap kerusakan alam. Dengan efek visual yang memukau dan akting para pemain yang mumpuni, film ini patut ditonton bagi para pencinta genre horor.
Untuk nilai sendiri saya beri 8.5/10 dan sangat saya rekomendasikan bagi pencinta film horor yang mencari hiburan menegangkan dengan pesan moral dan kritik sosial.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Review Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai, dari Ritual Mistis sampai Jumpscare Kejam
-
Review Film Twisters: Lebih Bagus dari yang Pertama atau Cuma Nostalgia?
-
Dibanding Season 1, Squid Game 2 Lebih Sadis atau Lebih Emosional?
-
Visual One Love Bikin Kamu Serasa Terbang ke Jamaika Tahun 70-an!
-
Brave New World Bawa Nuansa Winter Soldier, Tapi Bukan Sekadar Copy-Paste!
Artikel Terkait
-
Kakek Lahir di Surabaya, Pemain Keturunan Indonesia Ini Diincar Bayern Munich
-
3 Rekomendasi Film tentang Kakak Beradik yang Mengharukan, Bikin Nangis!
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
Ulasan
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower
-
Ulasan Manga Sesame Salt and Pudding: Potret Romantis Pernikahan Beda Usia
Terkini
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
3 Rekomendasi Film tentang Kakak Beradik yang Mengharukan, Bikin Nangis!
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Dari Chic Hingga Edgy, Ini 4 Ide Outfit Hangout ala Beomgyu TXT
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura