Buku ‘Berguru kepada Ulama’ yang ditulis oleh Muhammad Al-Mubassyir ini berisi kisah-kisah kearifan para intelektual dan cendekiawan muslim klasik yang mungkin jarang terdengar. Mulai dari kesabaran mereka dalam belajar, akhlak kepada guru, hingga meninggal bersama ilmu.
Mencari ilmu adalah suatu keniscayaan bagi umat Islam. Terlebih ilmu agama yang akan mengantarkan kita pada puncak kebahagiaan. Dalam mencari ilmu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, melandasinya dengan pengorbanan, keikhlasan, dan kesabaran.
Muhammad Al-Mubassyir menjelaskan, jika membuka sejarah Islam dan tokoh-tokohnya, banyak kisah teladan para ulama dan cendekiawan muslim yang menorehkan sejarah keilmuan yang mengagumkan, seperti ketulusan niat dan keikhlasan hati. Para ulama sangat berhati-hati dalam urusan hati. Mereka takut amaliah keilmuan yang dilakukannya bercampur aduk oleh tujuan-tujuan duniawi yang dapat memalingkan wajah mereka dari keridaan Ilahi.
Imam Malik bin Anas adalah termasuk salah satu ulama yang layak dibaca kisahnya dalam buku ini. Dia adalah pakar ilmu fikih dan hadis, serta pendiri mazhab Maliki dalam bidang ilmu fikih. Dia lahir di kota Madinah pada tahun 93 H, dan wafat di kota yang sama tahun 179 H.
Perjalanan keilmuan Imam Malik tak perlu diragukan lagi. Komitmen yang kuat dalam mengembangkan studi-studi keislaman seakan sudah ter-setting secara otomatis dalam dirinya. Loyalitas dan totalitasnya dalam dunia keilmuan, tampak dari sikap dan aktivitas kesehariannya. Dia berani menderita dan mengorbankan apa saja yang dimilikinya asal bisa mengembangkan dan mendalami ilmu pengetahuan (hlm. 3).
Tokoh ulama selanjutnya yang diulas dalam buku ini adalah Imam As-Syafi’i. Dia bahkan dipandang sebagai seorang sastrawan. Dia lahir di Palestina tahun 150 H, dan wafat di Mesir tahun 204 H, kisaran usia 52 tahun. Dia adalah representasi sistem fikih atau hukum Islam yang secara dominan dianut oleh orang-orang Indonesia. Keputusan-keputusan hukum yang berpijak pada teori madzhab ini, lebih bisa diterima oleh kalangan muslim nusantara.
Perjalanan keilmuan Imam As-Syafi’i memang tak diragukan lagi. Sejak kecil, dia sudah fasih berbahasa Arab dan cepat menghafal syair. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kehidupan Imam As-Syafi’i. Sebagai seseorang yang memiliki pemikiran cemerlang, ilmu yang luas, argumen-argumen syariat autentik, serta karya-karya yang bernilai luhur, dia mendasari seluruh proses keilmuannya dengan kejernihan hati dan ketulusan niat (hlm. 13-14).
Masih banyak tokoh-tokoh ulama yang kisah inspiratifnya bisa disimak dalam buku terbitan Quanta (Jakarta) ini. Di antaranya Ibnu Abbas, Ibnu Al-Jauzi, Abu Hatim Ar-Razi, Sufyan Al-Farisi, dan lain sebagainya. Dengan merujuk kepada sumber sejarah yang utama dan dapat dipercaya kebenarannya, buku ini menghadirkan bekal bagi para pelajar dalam perjalanannya menuntut ilmu.
Baca Juga
-
Seni Mengatur Waktu dengan Baik dalam Buku "Agar Waktu Anda Lebih Bermakna"
-
Buku Perjalanan ke Langit: Nasihat tentang Pentingnya Mengingat Kematian
-
Ulasan Buku Resep Kaya ala Orang Cina, Cara Menuju Kekayaan yang Berlimpah
-
Ulasan Buku "The Wisdom", Merenungi Kebijaksanaan Hidup
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Welcome Home, Rain: Kisah Skandal Besar Seorang Pianis
-
Ulasan Buku Kakeibo karya AE Zen: Belajar Mengatur Keuangan ala Jepang
-
Menyusuri Jejak Asmara dalam Ulasan Buku 'Romeo Gadungan'
-
Ulasan Buku 'Pengabdi Netijen', Jadi Content Creator Itu Ternyata Gak Mudah
-
Sindir Gus Ipul, Maman Imanul Haq: Justru NU yang Kelihatan Lebih Politis dari PKB
Ulasan
-
Kala Film Mengeja Cinta yang Nggak Pernah Mati
-
Review Film Pencarian Terakhir: Misteri Gunung yang Bikin Merinding!
-
Curug Anom: Di Antara Jatuhnya Air, Kita Belajar Merelakan
-
Review Film Princess Mononoke: Mahakarya Studio Ghibli yang Abadi
-
Review Buku Filosofi Teras: Ajaran Kuno Stoa yang Masih Relevan di Hari Ini
Terkini
-
7 Brimob Diperiksa Usai Tabrak Ojol hingga Tewas, Publik Desak Sanksi Tegas
-
Duka Abadi, Driver Ojol yang Dilindas Rantis Barracuda
-
Melanie Subono Disemprot Artis DPR Gegara Hobi Protes Pemerintah, Siapa?
-
4 Low pH Cleanser Brightening, Diklaim Bikin Wajah Auto Bersih dan Cerah!
-
byebye oleh Min Jiwoon: Pesan Perpisahan yang Tenang, Tetapi Tegas