Buku "Senandung Cinta untuk Ibunda 2" adalah kumpulan puisi dari hasil event kerjasama Penerbit Asrifa yang bertema senandung cinta untuk ibunda. Merupakan buku antologi jilid 2 dari tim penulis yang terseleksi dari event tersebut.
Tampak di sampul buku ini nama penulis di barisan kedua, Fathorrozi, tiada lain itu memang nama saya. Waktu itu, Maret 2014, Penerbit Asrifa Bandung Barat menyelenggarakan event menulis puisi dengan tema senandung cinta untuk ibunda.
Saya selaku penyuka puisi yang sekaligus sayang kepada ibu tak mau melewatkan sayembara tersebut. Saya pun berteman malam menggores senandung cinta di secarik kertas sebelum diketik pakai laptop. Usai beberapa menit menggarap puisi itu, saya baca lagi dari depan. Sebagian saya perbaiki diksi yang kurang pas.
Setelah hati mantap untuk mengatakan sempurna, akhirnya puisi untuk ibu itu saya ketik, lalu saya kirimkan ke alamat email yang disediakan oleh pihak penerbit. Tercantum di flyer sayembara, bahwa barangsiapa yang jadi juara (juara 1, 2 dan 3) namanya akan dipampang di sampul buku.
Beberapa hari setelah menunggu pengumuman, akhirnya para juri menetapkan saya sebagai juara 2 dan otomatis nama saya tertera di sampul buku. Kebahagiaan saya kala itu tak terbendung. Ingin sekali berjingkrak-jingkrak dan mentraktir tetangga di kampung sekadar makan bakso.
Buku bukti terbit pun dikirim secara gratis sebagai apresiasi dari penerbit kepada para juara. Lagi-lagi senyum saya waktu itu sampai terbawa ke dalam mimpi. Ya, saya mimpi memancing ikan di laut dan saat ditarik kailnya nyantol ke buku hadiah tersebut.
Perihal isi dalam buku ini, memuat lebih dari 80 judul puisi dengan tema cinta untuk seorang ibu. Penggubahnya pun juga lebih dari 80 penulis. Di sampul belakang, buku dengan tebal 157 halaman ini mendapat respons positif dari Syarif Husni selaku cerpenis dan Ketua FLP Mataram, NTB.
"Senandung Cinta untuk Ibunda, sejatinya bukanlah sekadar goresan kata-kata. Ia adalah prasasti yang dipahat atas nama cinta dan rindu. Sebab itu, ia akan mengabadi melintasi usia zaman. Senandung Cinta untuk Ibunda, sebuah persembahan sederhana untuk sosok yang tak pernah cukup kata untuk menceritakannya. Senandung Cinta untuk Ibunda, sebuah ungkapan cinta yang sayang untuk dilewatkan!"
Membaca puisi-puisi dalam buku ini, hati jadi tersentuh untuk semakin menyayangi sosok ibu. Teringat dosa-dosa kepada ibu, dan ingin segera mendatanginya untuk meminta maaf.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Satire di Balik Tawa: Membaca Indonesia Lewat Buku Esai Lupa Endonesa
-
5 Pilihan HP Kamera Zoom Terbaik 2026, Bidik Jarak Jauh Tanpa Blur
-
Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
Artikel Terkait
-
Ikuti Petualangan Seru Dunia Paralel Lewat 5 Buku Berikut Ini!
-
Menjadi Pembicara yang Menakjubkan dalam Buku "The Art of Speaking"
-
Sherlock Holmes: Sebuah Skandal di Bohemia, Memikatnya Misteri & Kejeniusan
-
Menerima Diri Sendiri dalam Buku Sebenarnya, Aku Tidak Baik-Baik Saja
-
Adu Mulut dengan Pengacara Lawan, Buku Tentengan Nirina Zubir Jadi Omongan
Ulasan
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
Terkini
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah