Pada tanggal 21 April 2024 kemarin, TNI memperingati 3 tahun tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di sekitas selat Bali. Melansir dari laman indomiliter.com, kapal yang kala itu dioperasikan oleh 53 orang awak tersebut harus tenggelam saat melakukan latihan penembakan torpedo pada 21 April 2021 silam. Sontak, tenggelamnyak kapal selam yang merupakan ‘saudara’ dari KRI Cakra 401 tersebut menjadi salah hari berkabung nasional di Indonesia.
Kapal selam KRI Nanggala 402 sendiri merupakan kapal selam dari kelas Cakra yang mulai dioperasikan oleh Indonesia pada dekade 1980-an. Kapal selam berjenis diesel-elektrik tersebut menjadi salah satu kekuatan maritim bawah laut di Indonesia selama kurang lebih 4 dekade bersama saudaranya KRI Cakra 401. Kapal selam Cakra-class memang bukanlah kapal selam berjenis kapal selam nuklir yang bisa membawa rudal berhulu ledak nuklir. Namun, dirinya pernah menjadi salah satu kapal diesel-eletrik tercanggih di dunia pada masanya.
Didasarkan Pada Kapal Selam Buatan Jerman, yakni Type U-209/1300
Melansir dari laman militarytoday.com, kapal selam Cakra-class sendiri dibangun berdasarkan kapal selam buatan Jerman, yakni Type U-209/1300. Kapal selam Type U-209 sendiri sejatinya mulai diperkenalkan pada akhir dekade 1960-an dan pernah menjadi kapal selam andalan Jerman barat kala itu.
Indonesia memesan 2 unit kapal selam Type U-209/1300 pada tahun 1977 yang disesuaikan dengan spesifikasi yang diperlukan oleh TNI-AL yang kelak dikenal dengan nama Cakra-class. Kapal selam yang memiliki berat sekitar 1.390 ton ini mampu menyelam dengan kecepatan maksimal hingga 39 km/jam dan memiliki daya tahan sekitar 50 hari di kedalaman 200 meter.
Kapal selam Cakra-class sendiri dioperasikan oleh sekitar 40-55 awak tergantung kebutuhan misi. Persenjataan kapal selam ini yakni 8 tabung peluncur torpedo yang mampu membawa 14 unit torpedo kaliber 533 mm. Kapal selam Cakra-class sendiri diyakini juga turut beroperasi saaat konflik Timor-timur di tahun 1999 sebagai kapal selam patroli di sekitar Nusa Tenggara timur.
Kini, kapal selam Cakra-class hanya menyisahkan 1 unit saja, yakni KRI Cakra 401 yang kemungkinan besar akan masih tetap berdinas hingga tahun 2030 mendatang. Kapal Selam ini direncanakan akan digantikan oleh kapal selam yang lebih canggih, yakni Scorpene Evolved buatan Prancis yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2028 mendatang. Indonesia sendiri direncanakan memesan 2 unit kapal selam Scorpene buatan Prancis tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Beberapa Nama Ini Berpeluang Comeback!
-
Cesar Meylan Punya Gelar Doktor: Bakal Bikin Performa Fisik Pemain Timnas Meningkat?
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Si Anak Hilang Berpeluang Comeback?
-
John Herdman Cari Asisten Pelatih Timnas, Nama Nova Arinto Justru Tak Masuk
-
Dilatih John Herdman, Filosofi Permainan Timnas Indonesia Bakal Berubah?
Artikel Terkait
-
Tentara Korea Selatan Dilarang Pakai iPhone, Dituding Ancam Data Pribadi
-
Kronologi Tabrakan Dua Helikopter Militer Malaysia, 10 Tentara Meninggal Dunia
-
Mengenal Aster 15/30, Rudal Hanud Terbaru yang Akan Dioperasikan TNI-AL
-
Militer Iran Aktifkan Pertahanan Udara di Pangkalan Utama Isfahan
-
Polisi Militer: Gaya Warga Sipil Pengguna Pelat Dinas TNI Melebihi Tentara
Ulasan
-
Dibintangi Mawar de Jongh dan Rey Bong, Ini Fakta Menarik Film Adaptasi Novel Khoirul Trian
-
Novel Kencan Kilat: Lika-Liku Mencari Jodoh Lewat Aplikasi Dating
-
Drama China Our Secret: Dari Bangku Sekolah hingga Kehidupan Dewasa
-
Buku Broken Strings: Memoar Keberanian Aurelie Moeremans Menyembuhkan Luka
-
Novel Sunset Bersama Rosie: Menunda Hanyalah Awal dari Petaka
Terkini
-
John Herdman Mulai Disenggol para Komentator, Barisan 'Ternak STY' Bakal Berbalik Arah?
-
Yeon Woo Jin Tampilkan Dua Sisi Kontras, Peran CEO IT di Drakor Baru Honour
-
One Piece Season 2 Rilis Trailer Baru, Baroque Works Buru Kru Topi Jerami
-
Banjir Job, Ini 4 Drama Hou Minghao yang Tayang Sepanjang 2025
-
Pembunuhan di Rumah Angker