Isu tentang peran perempuan dalam kehidupan sering diangkat dalam berbagai kisah dan cerita. Tokoh perempuan yang ditulis oleh penulis perempuan sendiri biasanya akan terasa lebih relevan. Ada semacam ikatan emosi yang hanya bisa dirasakan oleh sesama perempuan ketika membaca sebuah buku yang ditulis oleh perempuan.
Berikut ini adalah tiga tokoh perempuan hebat yang lahir dari para penulis perempuan yang tidak kalah hebat, dikutip dari postingan akun Instagram @bentangpustaka.
1. Diary of a Void karya Emi Yagi
Diary of a Void menceritakan tentang kisah Shibata, seorang perempuan yang merayakan kehamilannya karena kehidupannya berubah menjadi baik dan penuh cinta di dalamnya. Kehamilan itu mengantarkannya pada kehidupan yang tidak pernah dirasakannya.
Namun, benarkah kenyataan ini justru adalah hal yang benar? Bukankah perempuan dalam segala kondisi harus mendapat cinta dan kehidupan yang layak? Novel ini akan membuat kita berpikir ulang tentang bagaimana lingkungan kita dalam melihat perempuan hamil.
2. Lessons in Chemistry karya Bonnie Garmus
Bercerita tentang Elizabeth Zott, seorang presenter wanita yang melawan arus dunia kerja. Dunia yang tidak ramah padanya dan segala kejahatan yang dilakukan rekan kerja prianya. Tokoh wanita yang teguh ini berpendapat bahwa baginya setiap perempuan harus mendapat ruang yang sama.
Novel ini mengangkat isu tentang menjadi perempuan yang hidupnya seolah satu paket dengan upaya bertahan di kehidupan yang memberinya perlawanan.
3. Baby-To-Be karya Marina Yudhitia
Baby-To-Be karya Marina Yudhitia ini juga mengangkat tentang kehamilan dan pernikahan yang menjadi ketakutan bagi sebagian perempuan. Bercerita tentang Adel dengan berbagai masalah pekerjaan dan keluarganya yang membuatnya tidak ingin terseret dalam urusan menjadi istri dan ibu.
Adel yakin bahwa hidupnya tidak akan bersentuhan dengan dua aktivitas itu. Ketakutan itu kemudian diperparah dengan kedatangan bangau mitologis yang membawa benih bayi. Kehidupan Adel pun berubah, dan perlahan ia mulai memahami kembali arti besar dibalik peran seorang ibu.
Itulah tiga tokoh perempuan dari tiga novel berbeda yang menghadapi berbagai permasalahan dan kesulitan mereka masing-masing. Tertarik untuk mengikuti kisah ketiga perempuan hebat tersebut?
Baca Juga
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
-
Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini
-
3 Buku Favorit El Putra, Ada Karya Ziggy Z. Hingga Mitch Albom
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral
-
Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!
Terkini
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026