Maraknya kasus perundungan atau nama nge-tren-nya bullying membuat banyak pihak merasa prihatin. Sebab sejumlah kasus yang sempat mencuat dan viral justru terjadi di dunia pendidikan. Contohnya: kasus pemukulan siswa junior oleh kakak kelasnya di Cilacap, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Apalagi ketika terkuak bahwa pelaku adalah siswa yang dipandang berprestasi.
Arti perundungan sendiri adalah, perilaku yang tidak hnya menyakiti fisik, tetapi juga perasaan korbannya. Perundungan mengakibatkan trauma dan sedih yang lama pulihnya.
Oleh karena itu, sudah seharusnya kita melawan perundungan untuk menciptakan lingkungan yang aman. Kini kurikulum mengenai pencegahan tindakan kekerasan disisipkan di sekolah, mulai tingkat PAUD/TK, SD, SMP, SMA. Tak ketinggalan buku-buku bertema anti perundungan semakin memperkaya khasanah bacaan kita.
Termasuk buku cerita anak karya Febri Purwantini berjudul ‘Katakan Tidak Pada Perundungan’ ini. Di dalamnya memuat tujuh cerita berilustrasi full color, dengan kisah yang dekat dengan keseharian anak-anak usia SD. Judul-judulnya adalah: ‘Si Hitam Manis’, ‘Ken si Penari Hip-Hop’, ‘Menolak si Pemalak’, ‘Anak si Tukang Sayur’, ‘Kembalikan Barangku!’, ‘Mengapa Ayah Tidak Bersama Kita?’, dan ‘Jangan Menyontek Terus’.
Dari judul-judul di atas penulisnya terlihat berusaha merangkum contoh-contoh kasus perundungan yang kerap dihadapi anak-anak. Misalkan cerita tentang Lola di ‘Si Hitam Manis’. Lola yang duduk di kelas tiga sering diejek ‘hitam’ oleh temannya. Ejekan itu makin menjadi karena Leni, kakak Lola yang duduk di kelas lima, berkulit putih bersih dan juara kelas. Tentu saja Lola jadi minder. Ia bahkan berburuk sangka tentang asal-usul kelahirannya.
Namun untunglah Leni adalah kakak yang penyayang. Leni berhasil menasihati sekaligus memotivasi adiknya untuk lebih percaya diri. “Tidak apa-apa berkulit gelap, yang penting badannya sehat.” Itulah yang dikatakan Leni.
Cerita ‘Si Hitam Manis’ ditutup dengan ending bahagia. Lola menjadi juara di Kejuaraan Renang tingkat Kabupaten. Prestasinya itu berhasil meningkatkan kepercayaan diri Lola.
Ada lagi cerita tentang perundunga terhadap anak dengan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) bernama Ken, dalam ‘Ken si Penari Hip-Hop’. Ia sering dijahili oleh Bona dan Don, karena mereka menganggap Ken anak aneh. Namun untunglah tidak semua anak bersikap jahat pada Ken.
Suatu saat guru mereka mengumumkan pentas seni yang akan diikuti oleh semua kelas. Kelas mereka akan menampilkan tarian hip-hop. Ketika Bu Guru membuka kesempatan bagi siapa saja yang bersedia ikut mewakili kelas, Ken di luar dugaan ingin ikut.
Bu Guru pun memutuskan memberi kesempatan kepada Ken, walaupun sempat ditentang oleh Bona dan Don. Pada akhirnya setelah melewati proses latihan, Ken membuktikan dirinya mampu mengikuti gerakan tarian dengan tekun dan penuh semangat. Bahkan kelas mereka berhasil meraih juara ketiga di pentas seni sekolah.
Selain menyajikan cerita-cerita yang relate dengan keseharian anak-anak, penulis juga memberikan tips-anti perundungan sesuai kondisi yang di alami tokoh. Tentunya hal ini semakin menambah nilai plus dari buku terbitan Kanak, April 2021, ini.
Buku ini direkomendasikan untuk jenjang pembaca C (10-12 tahun), mengacu pada aturan perjenjangan buku Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, riset, danTeknologi (Kemendikbudristek). Dan menurut saya akan lebih mengena jika anak-anak membacanya dengan didampingi oleh orang tua (orang dewasa), supaya pesan moral lebih membekas di memori mereka.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan
Terkini
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo
-
Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh
-
Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya