Akhirnya Film Civil War tayang di Indonesia, setelah harus lebih bersabar lagi menanti penayangannya dikarenakan bertabrakan dengan momen lebaran, yang mana biasanya, di saat momen itu, jarang atau bahkan nggak ada film dari luar tayang di bioskop Indonesia (biasanya ditunda). Nah, beruntungnya Film Civil War sudah menyapa penggemar film-film aksi distopia sejak 30 April 2024.
Film ini disutradarai oleh Alex Garland, yang telah dikenal lewat film-filmnya yang provokatif seperti "Ex Machina" dan "Annihilation". Dalam film ini, para bintang-bintang yang mencuri perhatian ada: Kirsten Dunst, Wagner Moura, Stephen McKinley Henderson, Cailee Spaeny, dan masih banyak lagi.
Dalam "Civil War" penonton dibawa ke sebuah perjalanan yang penuh dengan konflik moral dan fisik, di masa depan dalam sebuah perang saudara. Kisahnya berpusat pada sekelompok jurnalis yang melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat selama Perang Saudara Amerika kedua, yang tensinya lagi meningkat.
Lee (Kirsten Dunst), jurnalis yang diberi tugas meliput berita di tengah-tengah kekacauan Perang Saudara antara Amerika Serikat dan Pasukan Separatis Barat, yang dipimpin negara bagian Texas dan California, nah pasukan separatis ini memicu konflik yang mengguncang negara.
Bersama dengan rekan-rekan jurnalisnya, Joel (Wagner Moura), Sammy (Stephen MacKinley), dan Jessie (Cailee Spaeny), Lee memulai perjalanan berbahaya menuju Gedung Putih di Washington, DC. Namun, perjalanan mereka dipenuhi dengan rintangan dan teror perang dingin yang mengerikan.
Ulasan
"Civil War" tuh memperlihatkan sebuah gambaran yang realistis tentang perang saudara yang mengguncang bangsa. Dengan penampilan yang kuat dari para pemeran utama, film ini berhasil menyajikan sebuah pengalaman sinematik yang menurutku jadi film terbaik untuk saat ini di tahun 2024.
Film besutan Studio A24 memang memperlihatkan taringnya. Film termahal yang pernah dibuat studio satu ini memang sangat layak dipuji dari berbagai sisi kendatipun ada hal-hal yang menjadi ganjalan.
Sebelumnya, yang aku suka dari "Civil War" yaitu pengambilan gambar yang benar-benar bisa menyampaikan pesannya. Ya, memukau iya, terus lagi, biarpun temanya tentang perang, tapi beberapa tangkapan gambarnya sangat cantik. Terutama saat momen-momen bidikan kamera yang tepat sasaran dan sangat kuat dalam hal penyampaian kesan peperangan ke penonton.
Setiap frame visualnya membawa cerita tersendiri, kita jadi tahu ‘kenapa bisa begitu’ tanpa perlu dikasih tahu lewat kata-kata. Jadi, kesannya benar-benar menghidupkan narasi dengan kekuatan visual.
Dengan mengikuti sudut pandang jurnalis, serius aku kayak sungguhan diajak melihat konflik dari perspektif yang netral. Jadinya, aku nggak memihak pihak tertentu juga, entah siapa yang benar dan salah, yang kulihat ya berdasarkan mengikuti perjalanan jurnalis yang menjaga netralitasnya. Serius, aku kayak nggak hanya jadi saksi dari peristiwa-peristiwa yang terjadi, tapi juga merasakan ketegangan dan konflik yang dirasakan oleh para karakter.
Nah, yang jadi persoalan itu, latar belakang cerita nggak dijelaskan secara gamblang melalui dialog. Ini sebenarnya yang agaknya dipermasalahkan penonton. Namun, aku sebenarnya cukup memahami latar belakangnya kok, karena pada dasarnya kisah latar belakang di balik terjadinya peperangan sudah ada melalui visual yang dipertontonkan di layar bioskop yang lebar. Jadi film ini tuh kayak ngajak penonton untuk jeli, terus menafsirkan, dan menghayati filmnya dengan cara masing-masing.
Okelah kalau begitu. "Civil War" buatku sangat menghibur dan top banget. Dengan mengikuti perjalanan jurnalis yang hanya berdurasi sekitar 109 menit, filmnya berhasil bikin penonton dihadapkan pada dilema dan pertanyaan moral. Skor dariku: 9/10.
Film Civil War masih tayang di bioskop (itulah mengapa ulasan ini ada). Berhubung sudah berjalan sekian hari lamanya, kemungkinan juga sudah ada yang turun layar. Namun, bila di bioskop terdekatmu masih menayangkannya, film ini wajib kamu tonton! Selamat nonton ya.
Baca Juga
-
Film Nobody Loves Kay dan Sisi Gelap yang Jarang Dibahas dari Dunia Esports
-
Bukan Sekadar Salah Kelola: Ada Pola 'Titip Proyek' di Balik MBG?
-
Manipulasi Kursi Bioskop: Mengapa Strategi 'Bom Tiket' Tidak Pernah Bisa Membohongi Hati Penonton
-
Teror Tanpa Jumpscare Berlebihan, 'Kucing Hitam' Buktikan Horor Atmosferik Lebih Mengerikan
-
Ulasan Propeller One-Way Night Coach: Film yang Asyik Curhat Sendiri
Artikel Terkait
-
Ada Horor hingga Romansa, Intip 5 Rekomendasi Film untuk Akhir Pekan
-
Sinopsis Civil War, Aksi Jurnalis Bertahan Hidup di Tengah Perang Saudara
-
Kirsten Dunst Terbuka untuk Kembali Main di Film Spider-Man
-
Ungguli 3 Film Terbaru, 'Civil War' Bertahan di Puncak Teratas Box Office Amerika
-
Diduga Gunakan AI untuk Promosi, Rumah Produksi 'Civil War' Dihujani Kritik
Ulasan
-
Review We Are All Trying Here: Merasa Tertinggal Bukan Berarti Terlambat
-
Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini
-
Film Nobody Loves Kay dan Sisi Gelap yang Jarang Dibahas dari Dunia Esports
-
Kemunafikan Berkedok Agama di Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa
-
Mengejar Mimpi atau Menuruti Takdir? Dilema Molly dalam Novel Adore You
Terkini
-
Harga Rp12 Jutaan, Xiaomi 17T Pro Masih Layak Disebut Flagship Killer?
-
Unik dan Modis! 4 Rekomendasi Tabi Shoes Brand Lokal yang Wajib Dilirik
-
Anti-Boring! 4 OOTD Modern Edgy Classic ala Sooin MEOVV yang Mudah Disontek
-
Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak
-
Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru