Semua kegiatan sehari-hari yang kita lakukan kadang kala membuat kita terjebak dalam perasaan bosan dan malas. Alhasil, ada beberapa pekerjaan atau tugas yang justru terbengkalai karena kita merasa terlalu banyak hal yang harus dilakukan, tetapi tidak memiliki energi yang cukup untuk menuntaskannya.
Sepertinya semua orang pernah berada pada situasi tersebut, minimal sekali dalam hidupnya. Hal ini tidak bisa kita hindari, tapi bisa kita minimalisir. Sebuah buku yang sedang aku baca ini menawarkan sebuah tips dan cara genius untuk tetap produktif sembari bersantai.
Sejujurnya aku baru saja selesai membaca bab 1 buku ini, tetapi aku merasa isinya sangat ‘daging’ alias bermanfaat dan bisa dicoba. Buku ini membahas tentang cara-cara menjadi genius untuk hal-hal yang penting dan menjadi malas untuk hal-hal yang tidak begitu penting.
Seperti kita ketahui, jika ditulis dan dirunut dari awal sampai akhir, akan ada banyak sekali kegiatan ketika kita memutuskan sesuatu dalam satu hari, mulai dari bangun tidur, kita sudah dihadapkan pada pilihan, apakah harus membereskan tempat tidur terlebih dahulu atau pergi mencuci muka dan sikat gigi dulu.
Buku yang sedang aku baca ini akan membuka pemahaman kita tentang cara menghemat energi agar tidak terbuang percuma memikirkan keputusan yang sebenarnya bisa kita putuskan sekali saja.
Putuskan Sekali
Prinsip pertama dalam cara berpikir lazy genius ala buku yang sedang aku baca ini adalah ‘putuskan sekali’. Bagaimana caranya? Cukup sederhana, buat keputusan satu kali tentang apa yang penting dan abaikan saja apa yang tidak penting.
Pada bab sat ini, penulis membagikan pengalamannya ketika menghadapi hari Senin. Bagi sebagian orang, hari Senin adalah hari yang mengerikan karena segala kegiatan monoton akan segera dimulai selama sepekan ke depan.
Perkara memilih baju apa yang akan dipakai di pagi hari Senin saja sebenarnya sudah menguras energi kita yang padahal bisa kita gunakan untuk hal lain.
Ada 6 hal yang dibahas di bab ini, berkaitan dengan prinsip ‘putuskan sekali’ di antaranya adalah putuskan hadiah sekali, putuskan sekali apa yang Anda kenakan, putuskan sekali apa yang Anda makan, buat makanan yang sama untuk banyak orang, putuskan sekali bagaimana Anda membereskan, serta putuskan tradisi sekali.
Dampak positif prinsip ‘putuskan sekali’
Dampak yang bisa kita rasakan dari menerapkan prinsip pertama dari ‘prinsip lazy genius’ ini adalah kita bisa memberi otak waktu untuk beristirahat.
Bayangkan, jika otak kita terus dibombardir dengan berbagai pertimbangan untuk memutuskan hal-hal yang sebenarnya remeh, otak kita akan mudah lelah.
Membatasi pilihan dengan membuat pilihan tertentu cukup sekali saja, kita sudah menghemat energi yang lumayan. Aku tidak sabar untuk membaca lanjutan prinsip kedua dari ‘prinsip lazy genius’ yakni ‘mulailah dari yang kecil’.
Buku keren yang sedang aku bahas ini adalah buku berjudul ‘The Lazy Genius Way’ karya Kendra Adachi, penulis terbaik New York Times dan kreator podcast ‘The Lazy Genius Way’.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
5 Sepatu Bola Terbaik 2026: Harga Mulai 100 Ribuan, Kualitas Nggak Main-Main
-
Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi
-
Laptop Berat dan Susah Dibawa? Ini 5 Rekomendasi Paling Tipis dan Ringan!
-
Bye-Bye Mata Panda! 4 Eye Cream Korea Ini Bikin Area Mata Makin Cerah
-
Rambut Rontok Parah? Ini 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik Mulai Rp30 Ribuan
Artikel Terkait
-
3 Rekomendasi Buku tentang Perjuangan Guru, Mengharukan dan Menginspirasi
-
Ulasan Novel Harry Potter 7: Akhir Hidup Voldemort yang Tragis
-
Home Sweet Loan: Perjuangan Milenial Mencari Hunian di Tengah Keterbatasan
-
Inspiratif! Ulasan Buku Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
-
Ulasan Novel Sadajiwa: Memasuki Dunia Mistis Melalui Gamelan
Ulasan
-
Review The Gangster, The Cop, The Devil: Adu Brutal Polisi Nekat dan Bos Mafia Melawan Sang Iblis
-
The Traveling Cat Chronicles: Jejak Kesetiaan Nana Menembus Batas Waktu
-
The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood
-
Review Cerita Lila: Horor Psikologis yang Lebih Menakutkan dari Sekadar Penampakan
-
Sisi Protektif Victor Ma Pada Zhao Lusi yang Relate dalam Drama Hidden Love
Terkini
-
Tanpa Jeda
-
Bertajuk 'The Sin: Bliss,' ENHYPEN Umumkan Comeback pada Bulan Agustus
-
It Girl Vibes! 4 Ide OOTD Kasual ala Roh Yoon Seo yang Cocok Buat Gen Z
-
Sinopsis Daikuko: GATE24, Drama Jepang Terbaru Shuri dan Maeda Gordon
-
Kenapa La Copa de la Vida dan Waka Waka Masih Jadi Jawaranya Lagu Piala Dunia?