Hati ibu mana yang tak hancur jika anak yang dikandung, dilahirkan dan ia besarkan dengan penuh kasih sayang, suatu hari hilang diculik orang. Kejadian pilu ini turut tertuang dalam Bring Me Home, film yang menceritakan perjuangan seorang ibu dalam mencari keberadaan anaknya yang hilang.
Alkisah, sepasang suami istri, Jung Yeon dan suaminya bahu membahu mencari putra mereka, Yoon Su yang telah hilang sejak 6 tahun silam.
Hari-hari mereka habiskan untuk menyebar selebaran kertas informasi tentang pencarian putra mereka. Suatu hari suami Jung Yeon menerima pesan dari nomor tidak dikenal, isi pesan berupa gambar bocah mirip Yoon Su dan secuil keterangan yang menyebutkan lokasi pengambilan.
Tanpa membuang banyak waktu, suami Jung Yeon bergegas ke lokasi dengan penuh pengharapan. Sayang, belum juga sampai ke tujuan, mobil yang ia kendarai ditabrak kendaraan lain hingga limbung dan berguling hebat sehingga sebabkan luka fatal yang merenggut nyawanya.
Kepergian sang suami tentu meninggalkan luka yang teramat dalam bagi Jung Yeon. Duka kehilangan anak yang selama ini merusak mentalnya, kian menjadi-jadi setelah sosok yang menguatkannya tiap hari sudah tiada lagi.
Karenanya nyaris Jung Yeon mengakhiri hidup, bila saja tak ia terima telepon dari seseorang yang mengaku melihat seorang bocah bernama Min Su yang miliki ciri-ciri yang sama persis dengan informasi dari selebaran pencarian Yoon Su.
Berbekal informasi yang merujuknya ke seorang bocah bernama Min Su dari desa nelayan, Jung Yeon pun lekas menempuh perjalanan.
Sesampai di sana, Jung Yeon bertemu dengan pemilik tempat yang terkesan hendak menutup-nutupi informasi tentang Min Su. Tak tinggal diam, Jung Yeon pun berusaha keras untuk memastikan keberadaan Min Su di sana.
Ulasan Film Bring Me Home
Dari segi cerita, menurut saya film ini biasa-biasa saja. Tidak ada gebrakan spesial yang membuatnya jadi begitu berbeda dari kebanyakan film dengan tema serupa.
Dibandingkan alur ceritanya, saya lebih jatuh hati dengan penampilan Lee Young-ae yang memerankan sosok Jung-yeon, ibu yang putus asa mencari anaknya yang hilang.
Di film ini performa Lee Young-ae benar-benar menghipnotis. Ia berhasil menyampaikan emosi dari seorang ibu yang kehilangan anaknya meski nyaris tanpa air mata, bahasa kesedihan yang paling lumrah ditonjolkan untuk tokoh yang alami kondisi demikian.
Sorot mata tak ada gairah, gesture dan intonasinya yang tampak selalu lelah adalah bahasa depresi seorang Jung-yeon yang disampaikan dengan ciamik oleh aktris Lee Young-ae.
Saking paripurnanya akting Lee Young-ae di film ini, saya sedikit banyaknya ikut merasa frustrasi melihat kekacauan yang Young-ae alami. Ia depresi tapi tak mau bersuara, ia putus asa, tapi tak bisa menyerah! Di sisi lain, masih ada saja pihak-pihak yang mencoba mengeruk keuntungan dari kemalangan beruntun yang dihadapinya.
Jadi, kebayang 'kan betapa gregetnya mengikuti perjalanan malang seorang Young-ae ini? Untungnya, setelah gempuran beruntun konflik yang menguras emosi, film ini memilih ending yang mampu memberikan efek relaksasi yang tidak mengecewakan. Jadi, dengan semesta pesonanya, film ini layak banget kamu saksikan, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Awas Spoiler! Pendewasaan Karakter M dalam Film How to Make Millions Before Grandma Dies
-
Film Badarawuhi di Desa Penari Pamitan dari Bioskop, Sekuelnya Siap Dibuat?
-
Tak Bagus untuk Bisnis, Soleh Solihun Sempat Ragu Garap Film Dokumenter Raisa
-
Sinopsis Singkat Film Sengkolo Malam Satu Suro yang Tayang 20 Juni 2024
-
Sinopsis Longlegs, Trailernya Ditonton Lebih dari 9 Juta Kali
Ulasan
-
Menabung Bisa Bikin Kaya? Intip Tips di Buku Good With Money
-
Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi
-
Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini: Saat Rindu Tak Lagi Punya Alamat
-
Novel Tentang Kamu: Kisah Hidup yang Disusun dari Jejak yang Tercecer
-
Satir Halus Ala Film Si Paling Aktor: Kisah Figuran yang Mengundang Tawa dan Haru
Terkini
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
Hemat Pangkal Kaya? Masihkah Relevan di Era Ini atau Perlu Dievaluasi
-
Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran
-
Produk Desa Masuk Marketplace: Rahasia Produk Naik Kelas Jalur Branding
-
WFA Pasca Lebaran: Cara Halus Negara Bilang "Santai Dikit Tapi Tetap Kerja"