Novel Risol Mas Marvel karya Anita Firdaus menyajikan kisah unik dan menghibur tentang dua pedagang kuliner, Marvel dan Mala, yang berjuang mempertahankan bisnis mereka sambil tanpa disadari terlibat dalam hubungan cinta virtual.
Cerita ini membawa pembaca pada petualangan yang penuh dengan trik marketing, persaingan bisnis, dan drama romantis yang tak terduga.
Marvel adalah seorang pemuda yang menjual risol dengan harga lima puluh ribu rupiah per buah di kampusnya, harga yang cukup tinggi untuk sebuah camilan. Namun, Marvel percaya bahwa kualitas risolnya setara dengan harganya. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya yang sakit.
Di sisi lain, Mala adalah seorang gadis yang menjual sosis solo dengan harga yang jauh lebih terjangkau, yaitu enam ribu rupiah per buah. Persaingan antara Marvel dan Mala dimulai ketika pelanggan Marvel mulai beralih ke produk Mala yang lebih murah.
Awalnya, persaingan ini menimbulkan kebencian di antara keduanya. Marvel merasa bahwa kehadiran Mala mengancam bisnisnya, sedangkan Mala melihat Marvel sebagai pesaing yang arogan.
Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai mengenal satu sama lain lebih dalam dan kebencian mereka perlahan-lahan berubah menjadi rasa suka.
Kisah ini semakin menarik ketika terungkap bahwa Marvel dan Mala ternyata sudah lama saling mengenal melalui akun Twitter anonim mereka. Tanpa mengetahui identitas asli satu sama lain, mereka menjalin hubungan asmara di dunia maya.
Kebohongan Mala mengenai identitas Marvel sebagai kekasih virtualnya membawa pada serangkaian konflik yang menambah kompleksitas cerita.
Selain romansa dan persaingan bisnis, novel ini juga menyentuh aspek keluarga dan persahabatan. Kondisi kesehatan ayah Marvel yang memburuk menjadi salah satu pendorong utama dalam cerita ini. Persahabatan Marvel dengan teman-temannya yang solid dan selalu mendukung juga menjadi bumbu manis dalam narasi.
Anita Firdaus berhasil menghadirkan cerita yang ringan namun tetap sarat makna. Humor yang disisipkan di berbagai adegan membuat pembaca tersenyum, sementara plot twist yang ada membuat cerita ini jauh dari kata membosankan.
Hubungan antara Marvel dan Mala yang awalnya penuh kebencian tetapi berujung pada cinta menjadi daya tarik utama novel ini.
Menurut saya, Risol Mas Marvel adalah novel yang sangat menghibur dan cocok dibaca oleh siapa saja yang menyukai cerita romantis dengan bumbu persaingan.
Karakter Marvel dan Mala yang digambarkan dengan sangat hidup membuat pembaca mudah terhubung dengan emosi mereka.
Cerita ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan pelajaran tentang kerja keras, kejujuran, dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang lain. Saya sangat merekomendasikan novel ini kepada para pembaca yang mencari bacaan ringan namun tetap bermakna.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Novel Pusaka Candra: Kisah Politik, Mitos, dan Cinta Keraton Abad 17
-
Intrik Kuasa dan Cinta Terlarang dalam Novel Kaisar
-
Ulasan Sweet Disguise, Perjalanan Menguak Korupsi Lewat Penyamaran
-
Perjuangan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Novel Senja di Sudut Rumah Sakit
-
Romansa dan Luka Masa Lalu dalam Novel Reuni Berdarah 1995
Artikel Terkait
-
Kisah Manis dan Kocak dalam Novel Cake Shop
-
Ulasan Novel Rumah untuk Alie, Menghadapi Penolakan dari Keluarga Sendiri
-
Khusus yang Fiksi-Fiksi Aja, Ini 4 Rekomendasi Novel yang Seru Abis!
-
Ulasan Novel Remaja Anonymous Crush, Rahasia di Balik Pesan Anonim
-
Perjalanan Cinta dan Penyembuhan Luka dalam Novel Sherena
Ulasan
-
Novel Sunset Bersama Rosie: Menunda Hanyalah Awal dari Petaka
-
Bukan Sekadar Horor Biasa, Film Alas Roban Padukan Mitos Lokal dan Teror Psikologis
-
Film Uang Passolo: Hadirkan Kritik Sosial yang Lucu, Kocak, dan Menyentuh
-
Drama China When I Fly Towards You: Belajar Menerima Diri Sendiri
-
Analisis Konflik Batin dan Kekerasan Seksual dalam Novel Lelaki Harimau Eka Kurniawan
Terkini
-
Usai Agak Laen, Oki Rengga Siap Bikin Ketawa Lewat Film Macam Betool Aja
-
Bongkar Pasang Ganda Putri 2026: Alasan Karel Mainaky Ambil Keputusan Besar
-
Navigasi Nanar
-
Broken Strings, Menyelami Luka Lama dan Keberpihakan Pada Korban
-
Mencari Jati Diri di Era Digital: Mengapa Gen Z Terjebak dalam Cermin Palsu Media Sosial?