Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil. Pencapaian yang besar pasti selalu dimulai dari langkah pertama. Salah satu buku self improvement yang berjudul The Lazy Genius Way karya Kendra Adachi memaparkan car-cara genius untuk berfokus kepada hal yang penting saja.
Salah satu prinsip Lazy Genius yang dibahas dan cukup menarik dari buku ini adalah prinsip ‘mulailah dari yang kecil’. Penulis memaparkan bahwa terkadang kita menganggap remeh langkah kecil karena hasilnya tidak bisa langsung terlihat atau dirasakan.
“Saya yakin perubahan kecil tidak akan membawa perubahan besar secara cepat,” ujar Kendra Adachi pada salah satu bagian paragraf yang terdapat di halaman 58.
Kendra Adachi juga mengutip salah satu kalimat dari seorang reformis sosial, Jacob Riis, tentang kebiasaan kecil yang terus dilakukan setiap hari dan konsisten akan menghasilkan sesuatu yang besar.
“Ketika tidak ada satu pun yang terlihat berhasil, saya pergi dan melihat seorang pencacah batu memukuli batu, mungkin ratusan kali tanpa terlihat ada retakan yang dihasilkan. Namun pada pukulan yang keseratus sekian, batu itu terbelah menjadi dua, dan saya tahu bukan pukulan yang terakhir itu yang melakukan, tetapi semua pukulan yang sudah dilakukan sebelumnya,” ujar Jacob Riis seperti dikutip dari The Lazy Genius Way halaman 58.
Kalimat ini juga membuat aku pribadi akhirnya sadar bahwa yang terpenting bukanlah seberapa cepat kita mencapat target atau tujuan, tapi bagaimana kita memaknai setiap langkah menuju target tersebut. jika kita hanya fokus pada tujuan akhir, perjalanan kita menuju tujuan itu jadi terasa melelahkan dan seakan tidak ada ujungnya.
Aku sangat setuju dengan prinsip kedua Lazy Genius ini. Setelah membaca bab kedua dari buku The Lazy Genius Way, pandanganku tentang proses dan langkah kecil mulai berubah. Terkadang kita terlalu menganggap enteng langkah kecil.
Nyatanya, langkah kecil itu memang mudah dan berkelanjutan. Hal inilah yang akan membuat kita terus melangkah. Sekecil apapun langkah itu, pada dasarnya itu tetaplah sebuah kemajuan.
Poin penting lainnya yang ditekankan dalam buku ini adalah tentang konsistensi. Semakin kecil langkah yang kita ambil, maka kemungkinan untuk melakukannya juga semakin besar. Semakin sering dilakukan, maka kita akan terus melakukannya, sampai akhirnya menjadi suatu kebiasaan. Inilah poin pentingnya.
Seperti yang telah disinggung di awal, sebuah batu bisa hancur bukan karena pukulan terakhir, tetapi karena pukulan-pukulan sebelumnya sejak pukulan pertama dilayangkan.
Jika kamu penasaran dengan prinsip Lazy Genius Way lainnya yang super keren dan inspiratif ini, kamu bisa menemukannya di buku The Lazy Genius Way karya Kendra Adachi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
-
Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
Terkini
-
Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?
-
Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun