Salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang dikenal dengan kekayaan adat istiadat dan destinasi wisatanya adalah kabupaten Mamasa. Kabupaten yang dimekarkan pada tahun 2002 dari kabupaten Polewali Mamasa ini terletak di dataran tinggi, dan merupakan salah satu kabupaten yang tidak memiliki garis pantai di Sulawesi Barat.
Nah, bagi kamu yang mengunjungi kabupaten ini tentu akan disuguhkan dengan cuaca dingin dan pemandangan alam yang indah. Termasuk destinasi wisata yang lagi hits di kabupaten Mamasa, yakni destinasi Buntu Kepa'.
Wisata Buntu Kepa' terletak di desa Taupe, tepatnya di bawah kaki gunung Mambulilling dan hanya berjarak empat kilometer dari ibukota kabupaten Mamasa. Wisata ini berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Disebut 'buntu' dalam bahasa Mamasa, yang artinya puncak. Dan 'kepa' nama dari gunung tersebut. Sehingga disebutlah wisata Buntu Kepa'.
Suguhkan pemandangan indah dengan spot berfoto
Mengunjungi wisata Buntu Kepa' tentu kamu tidak bakalan menyesal dalam hal berfoto. Di tempat ini ada banyak spot berfoto yang tersedia, seperti gazebo, spot dengan desain tangan, dan ada pula spot foto dengan desain sayap burung yang terbuat dari kayu dan juga bambu.
Bukan itu saja, di Buntu Kepa' kamu juga dapat menyaksikan indahnya pemandangan alam yang terbentang luas di kabupaten Mamasa, bahkan kamu bisa menyaksikan potret kota kabupaten Mamasa ketika berada di Buntu Kepa'.
Di tempat ini kamu akan merasakan hembusan angin alami dari Mamasa yang seakan tembus sampai ke tulang-tulang. Selain itu, jika kamu memutuskan bermalam di Buntu Kepa' dengan memasang tenda, paginya kamu bisa menyaksikan keindahan awan, sehingga tak lazim juga disebut wisata Buntu Kepa' adalah wisata di atas awan.
Terjangkau dan tersedia berbagai fasilitas
Berkunjung ke Buntu Kepa' juga sangatlah mudah karena bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua bahkan roda empat. Meskipun berjalan kaki beberapa matar saja bagi pengendara roda empat untuk bisa sampai di tempat ini.
Di Buntu Kepa' telah tersedia WC umum yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk bisa buang air. Apalagi di tempat ini memang sangatlah dingin dan sangat berpotensi untuk selalu buang air kecil, terutama bagi pendatang dari luar kabupaten Mamasa.
Selain itu, juga tersedia penjual cemilan dan makanan khas di Buntu Kepa', seperti tersedianya berbagai macam gorengan, minuman sara'ba, dan minuman lain yang bisa menemani saat menikmati pemandangan indah di Buntu Kepa'.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan
-
Produk Desa Masuk Marketplace: Rahasia Produk Naik Kelas Jalur Branding
-
Ketika Penolakan Berujung Tragedi: Budaya Kita yang Salah?
-
Dilarang Berlama-lama: Cara Mengambil Manfaat dari 'Wangsit Kamar Mandi'
Artikel Terkait
-
Program Curhat Kampung: Mendengar Aspirasi dan Cerita Masyarakat Polman
-
BRI Dukung UMKM Sulbar dengan Kemudahan Akses KUR
-
10 Destinasi Wisata Alam di Sukabumi: Dari Air Terjun hingga Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia
-
4 Lokasi Syuting Film Populer yang Jadi Destinasi Wisata Favorit Beserta Perkiraan Harga Tiket Pesawat
-
Pantai Palippis: Pesona Pasir Putih dan Gua Kelelawar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Ulasan
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
-
Pantai Panjang Bengkulu: Pasirnya Putih, Ombaknya Panjang, Bikin Betah Sampai Lupa Pulang!
-
Penikmat Film Alur Pelan Merapat! Still Shining Sajikan Romansa Slow Burn yang Menyentuh
-
Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam: Ketika Mimpi Harus Melawan Kemiskinan
Terkini
-
Tayang 2027, Film Scandal Rilis Jajaran Pemain Penuh Bintang
-
Agensi Yeom Hye Ran Gugat Film AI yang Gunakan Wajah Sang Aktris Tanpa Izin
-
Tim Produksi Konfirmasi Drama Beyond the Bar dalam Tahap Diskusi Season 2
-
ILLIT Siap Ramaikan Comeback April 2026 dengan Album Baru Mamihlapinatapai
-
Suara yang Memanggil dari Dunia yang Tidak Pernah Ada