No Mercy merupakan film aksi asal Korea yang tayang tahun 2019 dan disutradarai oleh Im Kyung Taek. Film ini awalnya berjudul Eonni, yang mana dalam budaya Korea adalah panggilan khusus dari seorang saudara perempuan kepada kakak perempuannya.
Judul ini relevan dengan cerita film yang menyoroti hubungan dalam keluarga, terutama antara saudara perempuan yang saling menjaga dan melindungi.
Cerita bermula ketika teman sekelas Eun Hye mengajaknya ke klub. Di sana, Eun Hye dipaksa membuka pakaian dan direkam. Ia kemudian diperkenalkan kepada pria-pria yang suka merampok, yang menjadikannya umpan untuk mendapatkan korban.
Eun Hye akan mengirim pesan kepada mereka setelah masuk ke kamar, lalu para perampok datang dan berperan sebagai penyelamat, kemudian merampok para korban.
Namun, suatu hari, mereka kalah dan Eun Hye diculik. Penculikannya menyebar dari satu kelompok ke kelompok lain, dan Park In Ae, kakaknya, bertekad untuk menyelamatkannya dan membalas dendam pada mereka yang terlibat.
Review Film No Mercy
Film ini menyoroti isu-isu penting yang terjadi di Korea, seperti kasus bullying.
Eun Hye, karakter yang diperankan oleh Park Se Wan, mengalami bullying dari teman-temannya di sekolah, yang membuatnya membenci dunia sekolah. Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak bullying terhadap korban.
Meskipun film ini juga mengangkat tema kekerasan seksual, ada banyak makna tentang kehidupan remaja yang disampaikan.
Film ini menarik karena menggabungkan unsur aksi dan investigasi, serta menggunakan karakter utama perempuan yang berani dan tangguh yang menjadi daya tarik utama.
Park In Ae adalah gambaran perempuan masa kini yang cantik, mencintai keluarganya, dan mampu membela diri. Akting Lee Si Young juga sangat mengesankan, menampilkan sisi baik dan kejam dari karakternya dengan apik.
Teknik maju mundur yang digunakan dalam film ini membuat penonton harus fokus agar tidak bingung. Ending film ini juga menggantung, meninggalkan pertanyaan apakah Park In Ae akan selamat atau mati. Ini menimbulkan spekulasi tentang nasib Eun Hye dan apakah kejahatan yang menimpanya akan berhenti.
Secara keseluruhan, No Mercy adalah film dengan konflik yang berulang, tetapi memiliki kualitas cerita yang kuat. Film ini menarik karena membahas kekerasan seksual terhadap perempuan dan menampilkan pahlawan perempuan yang kuat dan berani.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism, Misi Pencarian Makna tentang Kehidupan
-
Fenomena Job Hugging, Tanda Loyalitas atau Karier Stagnan?
-
Mengubah Hobi Jadi Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Futsal
-
Futsal dan Tren Urbanisasi: Solusi Ruang Terbatas di Lingkup Perkotaan
-
Bukan Sekadar Hobi, Futsal sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Artikel Terkait
-
Siap-siap, Film Sakaratul Maut Bakal Tayang Mulai 1 Agustus 2024 di Bioskop Tanah Air
-
Review Film 'New World', Kisah Rumit Polisi saat Menyamar Jadi Gangster
-
Bersama Shawn Levy, Netflix Siap Garap Film Adaptasi dari Novel Never Lie
-
5 Rekomendasi Film Serial Killer Wajib Ditonton, Terbaru Ada Longlegs dan Trap!
-
Daftar 4 Film Indonesia Tayang Mulai 1 Agustus 2024, dari Beragam Genre!
Ulasan
-
Film Papa Zola: The Movie, Komedi Sci-Fi yang Lucu dan Menyentuh
-
Menampar Diri Lewat Buku How to Stop Feeling Like a Sh*t Karya Andrea Owen
-
Buku Saat Kau Terluka Karena Rasa Percaya: Trauma itu Sakit!
-
Mengungkap Rahasia Orang Kaya Sejati dalam Buku The Having
-
Menyelami Buku Empat Arketipe: Warisan Psikis Manusia Menurut Carl Gustav Jung
Terkini
-
Bikin Lelah Mental, Ini 6 Tanda Kamu Punya Hubungan Buruk dengan Diri Sendiri
-
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka, Nama Donald Trump dan Bill Clinton Muncul
-
Komidi Putar 1975
-
Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah
-
Bahas soal Hak Asuh Anak, Pihak Inara Rusli Ungkit Kasus Lama Virgoun