Film Papa Zola: The Movie adalah sebuah karya animasi Malaysia yang berhasil mencuri perhatian penonton di Asia Tenggara.
Disutradarai dan diproduksi oleh Nizam Razak, film ini merupakan adaptasi dari serial BoBoiBoy yang populer, meskipun awalnya direncanakan sebagai bagian dari franchise tersebut.
Dirilis di Malaysia pada 11 Desember 2025, film ini akhirnya tayang di bioskop Indonesia pada 23 Januari 2026, dengan sneak preview mulai 16 Januari 2026.
Di Indonesia, film ini didistribusikan oleh Cinépolis Cinemas dan mendapat sambutan hangat dari keluarga, terutama karena tema keluarga dan petualangan yang menyentuh hati.
Sebagai film animasi sci-fi action comedy, durasinya 111 menit dan disajikan dalam bahasa Melayu dengan dubbing regional untuk pasar internasional.
Rahasia Masa Lalu di PAPA Agency
Cerita film ini berpusat pada Papa Zola, seorang ayah keluarga biasa yang bekerja sebagai pengantar makanan dan menjalani berbagai pekerjaan paruh waktu untuk menghidupi istri dan anaknya.
Papa Zola diperankan suaranya oleh Nizam Razak sendiri, yang memberikan nuansa autentik pada karakter ini.
Istri Papa Zola, Mama Zila (disuarakan oleh Noor Ezdiani Ahmad Fawzi), adalah sosok pendukung yang kuat, sementara anak perempuan mereka, Pipi Zola (Ieesya Isandra), menjadi pusat konflik utama.
Tanpa sepengetahuan keluarganya, Papa Zola dan Mama Zila pernah menjadi agen rahasia di Protect and Prevent Agency (PAPA), yang bertugas melindungi Bumi dari ancaman alien.
Plot dimulai ketika Bumi diserang oleh alien yang menggunakan teknologi canggih untuk mengubah kota menjadi medan pertempuran seperti permainan video, lengkap dengan tantangan dan rintangan.
Pipi diculik oleh para penyerang ini, yang bertujuan menggunakan Power Sphera Cimubot untuk mengubah dunia nyata menjadi simulasi yang bisa mereka kuasai.
Papa Zola kemudian bersatu kembali dengan rekannya, YonB (Abdul Aziz), di agensi PAPA untuk menyelamatkan putrinya dan dunia.
Sementara itu, karakter pendukung seperti Kachax (Yusuf Bahrin), BoBoiBoy dan Oboi (Nurfathiah Diaz), serta Gopal dan Opal (Dzubir Mohammed Zakaria) menambah warna pada cerita dengan elemen humor dan aksi.
Review Film Papa Zola: The Movie
Dari segi produksi, film ini diproduksi oleh Monsta Studios (sebelumnya Animonsta Studios) dan didistribusikan oleh Astro Shaw. Pengeditan oleh Raja Nukman Raja Mohd Noordin terasa dinamis, sementara musik yang dikomposisi oleh Farique Nadzir, Adah Kahir, dan Simmy Lor berhasil membangun suasana emosional dan tegang.
Pengembangan film dimulai pada 2023 dengan judul awal Papa Zola: Game On, direncanakan tayang Desember 2024. Akan tetapi, karena permintaan penggemar dan penundaan, termasuk rilis film pendek selama Ramadan 2024, jadwal mundur ke 2025. Ini bagian dari strategi Monsta untuk memperkuat lineup animasi mereka, yang terkait dengan BoBoiBoy.
Animasi dalam film ini patut diacungi jempol. Menggunakan teknologi CG, visualnya halus dan penuh detail, terutama pada adegan aksi di medan perang virtual. Ledakan, efek khusus, dan desain alien terlihat impresif, meskipun beberapa kritikus menyebut ada plot holes yang membuat cerita kurang koheren.
Kekuatan utama film ini ada pada pesan keluarganya. Tema tentang pengorbanan orang tua, keseimbangan kerja dan keluarga, serta pentingnya komunikasi menyentuh hati penonton, terutama para ayah. Adegan awal 30 menit, yang fokus pada kehidupan sehari-hari Papa Zola, sering disebut sebagai bagian paling emosional, membuat penonton merasa terhubung secara pribadi.
Film ini mendapat sambutan sangat baik di Malaysia, menjadi animasi terlaris sepanjang masa dengan pendapatan RM 60 juta dalam 35 hari, melampaui Zootopia 2 dan Ejen Ali 2.
Rating IMDb rata-rata 8/10 dari ulasan pengguna, dipuji karena plot menyentuh dan karakter yang kuat. Film ini sangat feel-good dan layak ditonton meski ada kekurangan seperti plot berlubang.
Pesannya tepat, pengembangan karakter solid, animasi rapi, serta memberikan roller coaster emosi terutama bagi orang tua. Satu kritik: terlalu banyak aksi sehingga cerita kurang fokus.
Di Indonesia, sejak tayang 23 Januari 2026, film ini ramai dibicarakan lewat trailer resmi di Instagram dan YouTube, dengan tagar #PapaZolaTheMovie trending.
Secara keseluruhan, Papa Zola: The Movie adalah hiburan keluarga yang sempurna, menggabungkan humor, aksi, dan drama emosional. Meski bukan tanpa flaw, kekuatannya pada tema universal membuatnya relatable.
Bagi penonton Indonesia, ini kesempatan bagus untuk mendukung animasi regional. Kalau kamu mencari film yang bisa ditonton bersama keluarga, ini pilihan tepat! Rating pribadiku: 8.5/10.
Baca Juga
-
Total Action Package! Film War Machine Suguhkan Hiburan Murni Tanpa Pretensi Mendalam
-
Khusus Dewasa! Serial Vladimir Sajikan Fantasi Erotis Profesor Sastra yang Tak Terkendali
-
Film Penerbangan Terakhir: Kritik Arrival Fallacy dalam Karier yang Sukses
-
Tommy Shelby Kembali! Film Peaky Blinders: The Immortal Man Sajikan Fan Service yang Tajam
-
Ulasan Film Na Willa: Nostalgia Hangat yang Bikin Rindu Masa Kecil
Artikel Terkait
-
Hadirkan Petualangan Baru, Serial Animasi Stranger Things: Tales From 85 Tayang April 2026
-
Motoko Kusanagi Kembali! Anime Baru Ghost in the Shell Umumkan Tayang Juli
-
Tayang di Indonesia, Sutradara Terharu Papa Zola The Movie Didukung Kreator Animasi Asia Tenggara
-
Laris Manis, Papa Zola The Movie Tembus 200 Ribu Penonton di Pekan Pertama
-
Anime Komedi Romantis PonSuka Tayang April, Ungkap Teaser dan Pengisi Suara
Ulasan
-
Mengapa Film Tabula Rasa Masih Relevan Kita Tonton di Bulan Syawal?
-
Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa
-
Review The Defects: Ketika Anak Bisa 'Diretur' seperti Barang Rusak
-
Ulasan Novel 86, Membedah Akar Budaya Korupsi dalam Birokrasi
-
Lebih dari Novel Anak, Na Willa Syarat akan Isu Sosial yang Berat
Terkini
-
Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Mungil yang Bikin HP Gaming Kamu Kena Mental!
-
Secuil Kebahagiaan, Soal Adrian dan Minuman Oplosan dari Kak Lita
-
Jeno NCT Mendadak Hapus Selfie: Mata Elang Netizen Temukan Vape?
-
Misi Erick Thohir Perkuat Citra Sepak Bola Nasional Lewat FIFA Series 2026
-
Jebakan 'Aji Mumpung' Lebaran: Saat Harga Ikan Bakar Setara Fine Dining