Dari judulnya saja, buku How to Stop Feeling Like a Sht* sudah terasa frontal, berani, dan tanpa basa-basi. Andrea Owen, penulis sekaligus pendiri platform yourkickasslife.com, dengan sengaja memilih judul yang “menampar” karena ia tahu satu hal.
Banyak orang terjebak dalam pola pikir dan kebiasaan yang membuat mereka terus merasa tidak cukup, tidak layak, dan akhirnya… merasa seperti sampah.
Buku ini tidak ditulis untuk menghibur dengan kata-kata manis, melainkan untuk menyadarkan, menggugah, dan mendorong pembaca bangkit dengan cara yang realistis dan cerdas.
Andrea Owen dikenal sebagai pelatih kehidupan (life coach) yang telah mendampingi banyak perempuan. Buku ini sangat kental dengan pengalaman pribadinya serta kisah-kisah para klien yang ia sebut sebagai “pasien”.
Isi Buku
Secara struktur, buku ini terbagi menjadi 16 bab. Empat belas bab utama membahas kebiasaan-kebiasaan yang berpotensi besar membuat seseorang merasa tidak berharga (worthless) dan terus terjebak dalam kondisi terpuruk. Dua bab terakhir berfungsi sebagai refleksi dan penutup, membantu pembaca merangkum proses perubahan yang telah dilalui.
Bab pertama langsung menyoroti musuh utama banyak orang: inner critic atau kritik batin. Andrea Owen mengajak pembaca untuk tidak sekadar membenci suara ini, tetapi memahami dari mana ia berasal. Inner critic sering kali terbentuk dari pengalaman masa kecil, tuntutan sosial, budaya perfeksionisme, atau pola pengasuhan yang tidak sehat. Dengan memahami sumbernya, kita tidak lagi melihat suara ini sebagai kebenaran mutlak, melainkan sebagai kebiasaan mental yang bisa diubah.
Selain inner critic, buku ini membahas kebiasaan destruktif lain seperti imposter syndrome, rasa takut gagal, kesulitan menetapkan batasan, kecenderungan meminta maaf secara berlebihan, hingga kebutuhan untuk selalu menyenangkan orang lain. Andrea Owen menunjukkan bagaimana kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga memengaruhi hubungan dengan orang lain dan menghambat kebahagiaan jangka panjang.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Hal menarik dari buku ini adalah pendekatannya yang sangat praktis. Di setiap bab, pembaca diajak melalui pola yang konsisten: mengenali kebiasaan buruk, memahami dampaknya, menelusuri akar penyebabnya, lalu mencari solusi konkret. Owen menegaskan bahwa kita tidak bisa membereskan kekacauan jika kita tidak tahu persis di mana kekacauan itu bermula.
Salah satu pesan terpenting dalam buku ini adalah soal kesadaran. Andrea Owen berulang kali menekankan bahwa langkah pertama dan terpenting untuk berubah adalah menyadari dan mengakui apa yang kita rasakan. Tidak menyangkal, tidak meremehkan, dan tidak menghakimi diri sendiri. Kesadaran, menurutnya, adalah setengah dari pertempuran.
Di akhir setiap bab, terdapat serangkaian pertanyaan reflektif yang dirancang untuk “mengusik” pikiran pembaca. Pertanyaan-pertanyaan ini sering memicu momen kejujuran yang tidak nyaman, seperti, “Oh, ini aku,” atau “Aku sering melakukan ini tanpa sadar.” Justru di titik inilah kekuatan buku ini bekerja: membuat pembaca bercermin dan melakukan introspeksi yang jujur.
How to Stop Feeling Like a Sh*t bukan buku motivasi klise. Ia tidak menjanjikan hidup sempurna atau kebahagiaan instan. Sebaliknya, buku ini mengajak pembaca untuk bertanggung jawab atas pola pikir dan perilaku sendiri, dengan nada yang tegas namun penuh empati. Sebuah panduan berani bagi siapa pun yang lelah merasa kecil, lelah meragukan diri sendiri, dan siap berhenti memperlakukan dirinya seperti sampah.
Meski ditujukan secara khusus untuk perempuan, isi buku ini terasa relevan bagi siapa pun. Banyak kebiasaan yang dibahas seperti mengkritik diri sendiri secara berlebihan atau merasa tidak pantas atas pencapaian sendiri. Dan ini adalah pengalaman manusiawi yang lintas gender.
Identitas Buku
- Judul: How To Stop Feeling Like Sh*t
- Penulis : Andrea Owen
- Penerbit : Shira Media
- Tebal : 243 halaman
- Tahun Terbit : 2019
- Kategori : Non-Fiksi, Self-Improvement
- ISBN: 9786025868795
Baca Juga
-
Nuku: Sultan Pemberontak yang Mengguncang Imperium VOC di Nusantara Timur
-
Membaca Indonesia dari Kacamata Orde Baru: Menelusuri Indonesia 1979
-
Berdemokrasi dengan Sehat: Bicara Politik itu Hak Warga Negara
-
Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor
-
Londo Ireng 1831-1945: Kisah yang Terlupakan dalam Sejarah Indonesia
Artikel Terkait
Ulasan
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl
-
Nuku: Sultan Pemberontak yang Mengguncang Imperium VOC di Nusantara Timur
-
Novel Delicious Lips: Berawal dari Rasa Turun ke Hati
-
Ulasan Film The Substance: Pertarungan Dua Ego dalam Satu Tubuh yang Rusak
Terkini
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita