Menambah banyak variasi objek, Museum Surabaya atau yang kerap dijuluki sebagai Museum Siola kini menjadi semakin informatif. Tak hanya koleksi peninggalan sejarah dan diorama dengan penataan konsep yang baru, banyak pula objek museum yang dapat dijadikan spot foto instagramable.
Selain edukasi sejarah Kota Surabaya dari masa ke masa, mulai dari era Kerajaan, era Kolonial dan Jepang, Revolusi hingga di masa kini, museum yang terletak di Jl. Tunjungan No. 1 tersebut juga membuat dinding ilustrasi bagi para Musisi Surabaya yang dikemas apik dengan warna senada hitam putih.
Sebagai penjelas, terdapat daftar nama dari para musisi tersebut dengan kode QR yang menyuguhkan audio dan keterangan dari sepak terjang mereka. Beberapa di antaranya seperti Gombloh dengan grup musiknya Lemon Tree's Anno '69, lalu Dewa 19, Padi, Maia Estianty, juga beberapa grup band rock seperti AKA (Apotik Kaliasin), Boomerang, dan Andromeda.
Beralih pandang, terdapat pula karakter-karakter Wali Kota Surabaya yang pernah menjabat lengkap dengan keterangan capaian program kerja mereka. Di mana progres tersebut memang penting untuk diberitahukan kepada khalayak.
Daya tarik penggunaan teknologi imersif
Paling terbaru, penggunaan teknologi imersif pada beberapa sudut menjadi daya tarik bagi kawula muda. Teknologi tersebut memberi gambaran yang lebih ekspresif dan inovatif seperti halnya berada dalam galeri seni.
Kota Pahlawan memiliki perkembangan moda transportasi umum yang cukup pesat dan sangat beragam. Kini yang paling terbaru Pemerintah Surabaya menyediakan Suroboyo Bus dan angkutan Wira Wiri Suroboyo. Museum Surabaya pun dapat mengemas perkembangan angguna di Kota Surabaya dari tahun ke tahun dengan konsep video mapping imersif yang kekinian.
Teknologi imersif dengan konsep tersebut memberi kiat baru bagi para pengunjung terutama para pelajar agar dapat dengan mudah memahami Kota Surabaya dan perkembangannya, baik dari segi sejarah maupun budayanya beragam.
Berada di lantai 1 Komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola dan tanpa biaya tiket masuk, kalian bisa mengunjungi Museum Surabaya di hari Selasa sampai Minggu (Senin libur) mulai pukul 08.00 sampai 15.00 WIB.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
BRI Liga 1: Persebaya Surabaya Bekuk PSS Sleman, Paul Munster Bongkar Dampaknya
-
Gelar Konser, DAY6 Siap Sambangi Bali, Surabaya, dan Jakarta Oktober 2024
-
Hasil BRI Liga 1: Persebaya Surabaya Menang Tipis atas PSS Sleman
-
Hasil BRI Liga 1: Persebaya Surabaya Menang Tipis atas PSS Sleman
-
Catat! Ini Daftar Susunan Pemain Persebaya vs PSS Sleman, Siapa Ijo Sesungguhnya?
Ulasan
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain
-
Novel White Wedding: Ketika Warna Putih Menjadi Simbol Luka dan Kebahagiaan
-
Ulasan Red Swan: Kisah Kehidupan Elite yang Dibangun dari Perebutan Kuasa
Terkini
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
-
Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan
-
Merayakan Kemerdekaan?