Persebaya Surabaya berhasil mengamankan tiga poin pertama dalam BRI Liga 1 2024/2025. Gol tunggal Bruno Moreira dari titik putih kotak penalti membuat langkah PSS Sleman yang menampilkan permainan agresif seketika terhenti pada pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo.
Antara News melaporkan, pasukan Bajul Ijo yang mengenakan jersery didominasi warna merah langsung menyerang barisan pertahanan lawan. Kekokohan Fachruddin Aryanto dan kolega di menit keempat diuji oleh Flavio, tetapi tendangan kaki kanannya masih bisa ditepis oleh Alan.
PSS Sleman membangun serangan dari bawah hingga ke sisi sebelah kanan pertahanan tim tuan rumah, sayangnya tak membuahkan hasil. Benteng Persebaya Surabaya yang dikawal Slavko, Kadek, dan Catur masih begitu solid.
Pemain asuhan Paul Munster melakukan serangan balik yang mengancam gawang Super Elja. Umpan-umpan manis diola pemain muda Alfan Suaib, Bruno, River, serta Flavio.
Bergantian Rizki Cawor mencoba membongkar pertahanan Bajul Ijo, beruntung masih ada Ernando Ari yang mampu menangkap si kulit bundar dengan ciamik.
Skor 0-0 yang menutup babak pertama menandakan sengitnya pertandingan pekan perdana bagi kedua kesebelasan. Setelah turun minum, tim racikan Wagner Lopes menyerang Persebaya hingga memperoleh keuntungan sepak pojok. Namun tak ada peluang emas.
Di menit ke-52, bola mentah yang ditepis oleh Ernando Ari sempat mengarah ke Hokky Caraka. Sayang, eksekusi lanjutannya masih melambung tinggi di atas kiri gawang Persebaya Surabaya. Intensitas permainan semakin meningkat.
Petaka bagi Super Elja terjadi pada menit ke-75, tepatnya ketika kaki Kasim tertarik oleh kaki Cleberson. Momen tersebut terjadi di kotak terlarang, sehingga wasit menunjuk titik putih yang memberikan keuntungan bagi Bajul Ijo.
Bruno Moreira yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangan apik dan tenangnya berhasil membuat penjaga gawang PSS Sleman tak bisa menjaga clean sheet. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan dinyatakan selesai.
Gol Bruno Moreira menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga tersebut. Persebaya Surabaya pun meraih tiga poin penuh di kandangnya. Paul Munster mengungkap bahwa Hasil itu merupakan hal yang sangat penting untuk mengawali perjuangan di kompetisi musim 2024/2025.
“Ini tiga poin penting di kandang untuk memulai kompetisi. Semua pemain sudah maksimal untuk memenangi laga ini. Saya tidak ingin bilang kecewa dengan satu pemain saja karena ekspektasi saya Flavio, Bruno, atau siapapun itu bisa meraih lebih dari satu gol," kata Munster seperti dikutip pada Senin (12/8/2024).
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jajan Dulu, Tenang Kemudian: Coping Mechanism ala Gen Z, Aman Diteruskan?
-
Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia
-
Belanda Terpeleset di Babak Tos-tosan, Maroko Kantongi Tiket 16 Besar
-
Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
Artikel Terkait
-
Deretan Pemain Paling Tajam di Pekan Pertama BRI Liga 1 2024-2025, Siapa Saja?
-
Hasil BRI Liga 1: Persebaya Surabaya Menang Tipis atas PSS Sleman
-
Hasil BRI Liga 1: Persebaya Surabaya Menang Tipis atas PSS Sleman
-
Gagal Menang Lawan MU, Malut United Siap Sikat Persebaya di Pekan Kedua BRI Liga 1
-
Pecundangi Persis, Bernardo Tavares Ingatkan Pemain PSM Tetap Injak Tanah
Hobi
-
Takluk dari Meksiko, Ekuador Gagal Ulang Sejarah Indah 20 Tahun Silam
-
Kisah Inspiratif Achraf Hakimi: Anak Pedagang yang Sukses di Sepak Bola
-
Lolos Dramatis, Norwegia Siap Tantang Brasil di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Lolos ke 16 Besar, Norwegia Ulang Sejarah 28 Tahun Silam
-
Uji Taktik di Babak Gugur, Siapa yang Lebih Kuat Belgia atau Senegal?
Terkini
-
About 7 Memories: Sebuah Potret Persaudaraan Toksik yang Menghancurkan Jiwa
-
Membongkar Borok Kerja Kelompok yang Cuma Bikin Jinak Si Pemalas
-
Pertemanan di Era Media Sosial: Dekat Secara Online, Jauh di Dunia Nyata
-
Bisakah Komedi Menggantikan Buku Sejarah? Ini Pendapat Saya Setelah Menonton Serial Larry David
-
Hustle Culture vs Slow Living: In This Economy, Mana yang Lebih Realistis?