Yuqi (G)I-DLE akhirnya debut sebagai solois melalui lagu pra-rilis bertajuk “Could It Be” pada 5 April 2024 pukul 6 sore KST. Ini adalah salah satu single dalam mini album pertama Yuqi bertajuk “YUQ1”.
Suara serak dan berat Yuqi berpadu dengan musik retro, menjadikan “Could It Be” asyik untuk didengar. Yuqi berhasil membawakan musik instrumen analog tahun 1970an terasa tetap keren untuk dinikmati di tahun 2020an.
Suara drumnya menarik perhatian saya karena terasa adiktif. Selain itu, Yuqi juga memperlihatkan beragam jenis vokal dalam lagu ini. Sehingga "Could It Be" seperti memiliki lagu yang kaya akan seni.
Saat mendengarkan lagunya secara utuh, "Could It Be" terasa seperti dinyanyikan oleh 3 orang. Karena bagian awal, tengah, dan akhirnya terasa berbeda tapi sama-sama memikat.
Selain itu, dengan lirik yang full berbahasa Inggris membuat lagu ini seperti hadiah untuk fans internasional. Karena tidak semua penyanyi dan solois mampu melakukannya.
Lirik lagunya bercerita tentang sensasi mimpi dan mengingatkan perasaan nyaman setelah bangun dari mimpi indah. Melalui lagu ini, idola kelahiran 1999 ini juga mengungkap bahwa ia bukanlah orang yang sama seperti dulu.
Dengan pendewasaan dan belajar dari masa lalu, ia kini bisa menjadi sosok yang lebih tegas. Sehingga liriknya terasa indah untuk terus didengar ulang.
Lalu musik videonya juga menampilkan 3 konsep. Dimulai dari musim panas yang cerah. Lalu Yuqi yang menghabiskan waktu dengan berjalan sendirian. Kemudian ditutup dengan ia melakukan pentas sambil memetik gitar.
Masing-masing bagiannya sangat cantik dan memamerkan pesona yang berbeda dari pemilik nama Song Yuqi ini.
"Could It Be" menghadirkan kesan yang hangat. Sehingga setelah lagunya berakhir, kamu seperti ingin terus mendengarkannya.
Akhir kata, "Could It Be" adalah salah satu lagu yang membawa nostalgia. Musik jadul memang kembali berjaya belakangan ini dan banyak disukai juga oleh generasi muda.
Sehingga banyak musisi yang kembali menggunakan aransemen dan nada dari lagu jadul dan dikemas ulang dengan menyesuaikan selera pasar.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tak Hanya Sesama Teman, Saat Guru dan Dosen Juga Jadi Pelaku Bully
-
Kisah Relawan Kebersihan di Pesisir Pantai Lombok
-
Viral Tumbler KAI: Bahaya Curhat di Medsos Bagi Karier Diri dan Orang Lain
-
Ricuh Suporter Bola hingga War Kpopers, Saat Hobi Tak Lagi Terasa Nyaman
-
Budaya Titip Absen: PR Besar Guru Bagi Pendidikan Bangsa
Artikel Terkait
-
Ajakan Lanjut ke Jenjang Hubungan yang Lebih Intim di KARD 'Tell My Momma'
-
Sekar Astiari Meluncurkan Single 'Will I?', Lagu Tentang Perasaan Tersesat dan Tidak Diinginkan
-
Feby Putri Rilis 'Durasi', Ode untuk Perantau dan Keluarga
-
D.O. EXO 'Mars': Vokal dan Akting yang Tunjukkan Berdebarnya Bertemu Si Dia
-
DRIPPIN Beautiful Maze: Gagal Move On Pasca Putus yang Bikin Putus Asa
Ulasan
-
Belajar Komitmen Terhadap Janji di Novel Bidadari Bermata Bening
-
Drakor Pro Bono: Hakim Jung Kyung Ho Berubah Jadi Pengacara Pro Bono
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Di Balik Janji Dai Nippon
-
Novel Cahaya Cinta di Manchester: Ketulusan Terbukti oleh Perjuangan
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah