Home Sweet Loan adalah film drama yang diadaptasi dari novel karya Almira Bastari, dengan cerita menyentuh tentang perjuangan seorang wanita bernama Kaluna untuk mendapatkan rumah impiannya.
Sebagai anak bungsu yang tinggal bersama orang tua dan keluarga kakak-kakaknya, Kaluna sering merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kondisi rumah yang selalu ramai.
Meskipun tinggal di rumah orang tua, hampir seluruh kebutuhan rumah tangga ditanggung sendiri oleh Kaluna tanpa bantuan kakak-kakaknya, membuatnya merasa seperti "menumpang" di rumah keluarganya.
Penasaran dengan film Home Sweet Loan? Berikut ulasannya.
Ulasan Film Home Sweet Loan
Ketika menonton Home Sweet Loan, rasanya ceritanya sangat menggambarkan perasaan generasi sandwich yang banyak dialami remaja dan orang dewasa muda, yang terjebak di antara tanggung jawab terhadap keluarga dan keinginan untuk mandiri.
Kaluna, yang merasa jenuh dan terjebak di rumah keluarganya, menggambarkan keresahan yang dialami banyak orang dalam situasi serupa.
Konfliknya mungkin sederhana, tetapi sangat mengena karena banyak orang bisa merasakan beban tanggung jawab finansial dan emosional kepada keluarga, sementara di sisi lain, mereka memiliki impian dan harapan pribadi yang harus diperjuangkan.
Dalam film ini, penonton diajak merasakan bagaimana keinginan Kaluna untuk memiliki tempat yang ia sebut "rumah" terus tumbuh, terutama karena ia ingin mendapatkan ruang pribadi dan kebebasan.
Namun, tantangan finansial dan masalah keluarga menjadi hambatan yang membuat impian tersebut sulit tercapai. Film ini menggambarkan bagaimana Kaluna harus berjuang antara kewajibannya terhadap keluarga dan mimpinya untuk mandiri.
Penggambaran Kaluna yang detail dalam Home Sweet Loan benar-benar menambah kedalaman karakternya, terutama dengan gaya hidup sederhana yang berbeda dari teman-temannya.
Yunita Siregar berhasil membawa karakter ini dengan ekspresi yang kuat, sehingga penonton bisa merasakan kelelahan emosional yang dialami Kaluna di tengah tekanan hidup. Totalitas aktingnya membuat cerita semakin hidup dan terasa dekat dengan realitas banyak orang.
Home Sweet Loan juga menawarkan lebih dari sekadar kisah perjuangan Kaluna, dengan tambahan drama persahabatan dan romantisme yang halus namun sukses membuat penonton terbawa perasaan.
Sentuhan komedi juga hadir untuk mencairkan suasana, memberikan keseimbangan antara momen-momen sedih dan humor.
Menariknya, film ini dapat menangkap dengan baik bagaimana kehidupan pekerja Jakarta yang lelah menggunakan transportasi umum setiap hari, berkat pergerakan kamera dan framing yang efektif.
Namun, kekurangan film ini terletak pada bagian akhirnya yang terasa terburu-buru, terutama dalam penyelesaian kehidupan percintaan Kaluna yang tiba-tiba berjalan mulus.
Meskipun begitu, hal ini tidak terlalu mengurangi daya tarik keseluruhan film. Home Sweet Loan tetap menjadi tontonan yang menarik, terutama bagi mereka yang sedang merasa lelah menjalani hidup, sambil memberikan edukasi tentang proses pembelian rumah.
Dengan cerita yang penuh emosi, Home Sweet Loan menawarkan kisah tentang pentingnya kemandirian, pengorbanan, dan arti rumah bagi setiap orang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Novel Orang-Orang Proyek: Potret Korupsi yang Membumi
-
The Atala, Novel Perpaduan Time Travel dan Misteri Sejarah Nusantara
-
Lebih dari Sekadar Bangunan: Makna Sesungguhnya "Rumah" dalam Novel J.S. Khairen
-
Novel Di Tanah Lada: Ketika Kepolosan Anak Bertemu Dunia yang Kejam
-
Minimarket yang Merepotkan, Kisah Dokgo dan Empati di Balik Rak Minimarket
Artikel Terkait
-
Resmi, Seri Paddington akan Hadirkan Film Keempat dan Serial Terbaru
-
Punya Background Katolik, Bikin Jerome Kurnia Mudah jadi Romo di Film Kuasa Gelap
-
Adu Peran di Film My Annoying Brother, Kristo Immanuel Temukan Bakat Baru Vino G. Bastian: Comedy Consultant!
-
Caitlin Halderman Deg-degan Main Bareng Vino G. Bastian di Film My Annoying Brother
-
Sinopsis Bagman, Teror Makhluk Jahat yang Suka Menculik Anak-Anak
Ulasan
-
Review Kambing dan Hujan: Saat Perbedaan Rakaat Salat Menjadi Ujian Cinta
-
Review Panor 2: Film Ilmu Hitam Thailand dengan Adegan Gore yang Intens
-
Makna Lagu Multo dari Cup of Joe: Kisah Kenangan yang Menghantui
-
Membaca Ulang Merahnya Merah: Saat Kehilangan Menjadi Awal Pencarian Makna
-
Review Novel Cerita Hati Maharani: Menelusuri Luka dan Kedewasaan
Terkini
-
4 Cleanser Korea Calendula Andalan Perkuat Skin Barrier pada Kulit Sensitif
-
Kado Valentine Anti Mainstream: 4 Hadiah Universal Biar Makin Berkesan
-
Heboh! Pemain Diaspora ke Liga Indonesia Demi AFF Cup? PSSI Buka Suara
-
4 Rekomendasi Day Cream Vitamin C untuk Kulit Cerah Seharian, Bye Kusam!
-
Luka-luka yang Tidak Mudah Diobati