Kejujuran merupakan perilaku baik sebagai cerminan hati yang tulus dan suci. Kejujuran akan mengantarkan pelakunya kepada keselamatan dan mudah dipercaya oleh orang lain. Sebaliknya, jika seseorang tersebut tidak jujur, maka ia akan dikucilkan dan tidak lagi dipercaya oleh sesama.
Demikian pula sikap tanggung jawab. Dalam mengemban amanah, seseorang perlu didasari rasa tanggung jawab yang tinggi. Dengan tanggung jawab yang sudah tertanam dalam diri tersebut, akan mengundang orang lain untuk terus memberinya amanah yang lebih tinggi lagi serta selalu didambakan dan dielu-elukan.
Begitulah gambaran sikap Kio yang tertuang dalam buku cerita anak berjudul Kio Si Penjaga Lumbung ini. Kio yang merupakan seekor landak dipercaya untuk menjaga lumbung yang menampung hasil panen milik warga desa Muma yang mayoritas masyarakatnya rajin bekerja.
Mereka menanam sayur dan buah, seperti tomat, kubis, kentang, wortel, mentimun dan apel. Saat tomat telah matang, kubis telah besar, serta sayur-mayur lain juga siap dipanen, mereka berbondong-bondong membawanya ke lumbung sebagai tempat menyimpanan sayur dan buah.
Di lumbung tersebut, terdapat seekor landak bernama Kio yang mendapat amanah sebagai penjaga lumbung. Saat warga mengantarkan sayur dan buah ke lumbung, Kio selalu menyambutnya dengan baik dan ramah.
Namun, suatu ketika, saat Pak Dudu memeriksa lumbung, banyak sayur dan buah yang hilang. Maka, Kiolah yang dituduh mengambil sayur dan buah tersebut. Tapi, warga tak percaya. Kio pun memeriksa sekitar lumbung, ternyata ia menemukan sebuah lubang.
Saat dipantau dengan teliti, ternyata lubang tersebut digunakan oleh Lala seekor tupai untuk mengambil sayur dan buah. Kio akhirnya berhasil menangkap Lala yang mencuri lewat lubang itu. Lala mengaku bersalah dan siap menerima hukuman. Ia mengaku terpaksa mencuri demi menghidupi ketiga anaknya yang butuh makan.
Warga desa menyarankan Lala diajak bekerja di kebun. Kio dan Lala setuju. Warga desa menyesal dan meminta maaf kepada Kio yang telah dituding sebagai pencuri sayur dan buah.
Amanat yang tersirat di dalam buku ini karya Norrattri ini, tak hanya soal kejujuran dan tanggung jawab. Namun, juga adab untuk meminta maaf dan mengaku salah jika memang benar-benar bersalah.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Kio Si Penjaga Lumbung
Penulis: Norrattri
Penerbit: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kemendikbud
Cetakan: I, 2019
Tebal: 16 Halaman
ISBN: 978-602-437-783-0
BACA BUKU DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Membaca Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Bahasa yang Mencerminkan Pikiran
-
Melihat Pengarang Tidak Bekerja: Ketika Musuh Terbesar Penulis Adalah Dirinya Sendiri
-
5 Rekomendasi HP Rp5 Jutaan: Performa Ngebut, Kamera Jernih, dan Memori Lega
-
Meracik Penawar Luka Sendiri dari Buku Jika Lukamu Sedalam Laut, Ikhlasmu Harus Seluas Langit
-
5 HP Murah Baterai 6.000 mAh Awet Dipakai Seharian, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Catalyst: Kenapa Semakin Dipaksa, Orang Justru Semakin Sulit Berubah?
-
Membaca Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Bahasa yang Mencerminkan Pikiran
-
Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
Terkini
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit