The Last Stop in Yuma County merupakan film thriller kriminal yang disutradarai oleh sutradara debutan Francis Gallupi. Film ini menampilkan Jim Cummings, Jocelin Donahue, Richard Brake, Faizon Love, dan Michael Abbott Jr. sebagai pemeran utamanya.
Film yang tayang perdana di festival tahun lalu ini baru saja dirilis dalam format digital awal bulan ini, dan menerima pujian tinggi dari para kritikus film.
Penjual Pisau di Pom Bensin Terpencil
Seorang penjual pisau (Jim Cummings) terpaksa berhenti untuk mengisi bensin di sebuah pom di daerah terpencil di Yuma, Arizona. Ternyata, ia harus menunggu truk tangki dari pusat karena persediaan bensin di pom tersebut habis.
Dia pun kemudian menunggu di restoran sebelah, yang dikelola oleh Charlotte (Donahue), istri sheriff setempat. Tak disangka, dua perampok bank juga datang untuk mengisi bensin di sana, sehingga mereka harus menunggu di restoran.
Tak lama kemudian, mereka mengancam Charlotte dan pria tersebut agar tidak bertindak macam-macam karena identitas mereka telah terungkap dari berita radio. Tak lama kemudian, sepasang orang tua juga masuk ke dalam restoran.
Situasi semakin memburuk ketika sepasang muda-mudi juga masuk ke dalam restoran.
Naskah Brilian dan Narasi Terbatas
Thriller minimalis seperti ini memang bukan hal baru, namun naskahnya yang solid menjadi pembeda yang jelas. Naskahnya yang brilian merupakan contoh sempurna dari narasi terbatas. Kamera mengikuti setiap tokoh, memicu rasa penasaran penonton dengan sangat efektif.
Sesuatu yang besar akan terjadi, namun bagaimana hal tersebut bisa terjadi adalah sebuah pertanyaan besar. Tidak ada satu detik pun yang membuat penonton merasa bosan karena alur plotnya tidak dapat kita antisipasi.
Belum selesai satu masalah, karakter baru muncul. Inilah yang membuat kisahnya begitu menegangkan dan rasa penasaran semakin memuncak. Pada akhirnya, twist yang mengejutkan di penghujung cerita akan sangat memuaskan penonton.
Alur Plot yang Segar dan Pemeran Brilian
Alur plot seperti ini banyak mengingatkan pada film-film kriminal karya Tarantino (Pulp Fiction), Guy Ritchie (Snatch), dan Coen Brothers (Fargo) yang bergerak spontan dan liar. The Last Stop in Yuma memiliki alur plot yang lebih segar karena seluruh cerita berlangsung dalam satu momen dan satu lokasi.
Seluruh pemerannya bermain dengan brilian meskipun mereka bukan aktor terkenal. Seandainya film ini disutradarai dan diperankan oleh nama-nama besar, rasanya tidak sulit bagi film ini menjadi kandidat kuat di ajang Academy Awards tahun depan.
Namun, siapa yang tahu? Prediksi yang realistis adalah ajang Golden Globe. Naskah brilian seperti ini tidak selalu muncul setiap tahun.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Film Ditto, Kisah Cinta Remaja di Tahun Berbeda
-
Ulasan Film We Have a Ghost, Kisah Hantu Misterius Penunggu Rumah
-
Ulasan Film Jin Qorin: Kisah Horor Jin Pendamping Manusia
-
Ulasan Film Diponegoro 1830, Akhir Kisah Penangkapan Pangeran Diponegoro
-
Ulasan Film Dungeons & Dragons Honor Among Thieves, Aksi Mencuri Relik
Artikel Terkait
-
3 Film Thriller Super Menegangkan yang Tak Boleh Kamu Lewatkan!
-
Review Film Kutukan Calon Arang: Menghidupkan Kembali Horor Mitos Nusantara
-
3 Rekomendasi Film Jepang yang Dibintangi Haruka Ayase, Terbaru Route 29
-
Review Film 'Kemah Terlarang: Kesurupan Massal', Horor Kultural yang Kental
-
Luruskan Wikipedia, Yati Surachman Ungkap Awal Mula Karier di Dunia Entertainment
Ulasan
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, Film Anak Nggak Harus Kekanak-kanakan
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik
-
The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja