Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh berlaku iri atau dengki kepada orang lain. Dilarang terbersit di dalam hati rasa iri di saat melihat orang lain senang dengan kesuksesan dan pencapaian yang telah mereka raih.
Kisah iri dengki ini dapat kita temui di dalam buku dongeng Nusantara bertajuk Cindelaras. Kerajaan Jenggala dipimpin oleh Raden Putra.
Raden Putra didampingi oleh permaisuri dan selir yang jelita. Permaisuri sangat baik hati dan santun. Sementara selir raja mempunyai niat jahat untuk menyingkirkan permaisuri dari kerajaan.
Lalu, disusunlah strategi jahat untuk memfitnah permaisuri. Selir berkomplot dengan tabib istana agar bisa merebut kedudukan permaisuri.
Suatu hari selir berpura-pura sakit perut, lalu datang tabib istana. Setelah memeriksa keadaan selir, tabib berpura-pura menyusuri minuman selir yang terakhir dan ternyata berasal dari permaisuri.
Selir menuduh permaisuri mempunyai niat jahat hingga mencoba meracuni. Sandiwara tabib dan selir berhasil. Raden Putra tiba-tiba marah tak terbendung, lalu membuang permaisuri yang sedang hamil ke sebuah hutan terpencil.
Beberapa bulan hidup sendirian di hutan, kemudian permaisuri melahirkan putra yang cerdas, serta wajahnya sangat tampan. Ia memberinya nama Cindelaras.
Saat beranjak dewasa Cindelaras mempunyai seekor ayam jantan yang pandai bernyanyi. Ayam itu bernyanyi mengenai kisah permaisuri yang dibuang ke dalam hutan. Cindelaras pun penasaran dengan nyanyian ayam jantannya. Permaisuri akhirnya berkisah dengan sebenar-benarnya.
Suatu hari, Cindelaras berpamitan untuk mengembara mencari ayahnya, Baginda Raja Raden Putra. Melewati tanah dan bebatuan yang kasar, ia bertemu dengan penyabung ayam.
Mereka mengajak Cindelaras untuk ikut mengadu ayam. Ayam jantan Cindelaras yang perkasa itu tak tertandingi. Hingga kehebatan ayam Cindelaras didengar oleh Raden Putra.
Raden Putra akhirnya mengajak Cindelaras untuk mengadu ayam. Sebentar saja, ayam Cindelaras menang. Saat merayakan kemenangannya, ayam jantan Cindelaras bernyanyi di hadapan raja. Ayam itu bernyanyi dengan membawakan kisah asal-usul Cindelaras dan ibunya yang difitnah oleh selir.
Terkuaklah kejahatan selir dan tabib istana. Raden Putra kemudian mengusir keduanya dari kerajaan, lalu menjemput permaisuri di hutan dan membawanya pulang ke istana kerajaan. Di sanalah mereka kembali mengarungi kehidupan yang bahagia.
Dari kisah Dongeng Nusantara Cindelaras ini, pembaca mendapat pelajaran bahwa perbuatan jahat kepada orang lain, sejatinya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sepandai-pandainya menyimpan kejahatan, pasti akan mendapatkan balasan karma. Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Seri Dongeng Nusantara, Cindelaras
Penulis: Lilis Hu
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Cetakan: I, Januari 2017
Tebal: 51 Halaman
ISBN: 978-602-394-425-5
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
3 Tablet Rp1 Jutaan Rasa Premium di 2026: Murah, Kencang, dan Layar Tajam
-
Vivo Y05: HP Rp1 Jutaan, Tahan Banting dan Baterai Tahan hingga 3 Hari
-
3 Rekomendasi HP Lipat dengan Harga Lebih Bersahabat di Pasar Indonesia
-
HONOR Pad 10: Tablet Mid-Range dengan 6 Speaker Stereo dan Performa Gahar
-
Work From Home, Krisis Energi, dan Mimpi Besar Swasembada yang Belum Tuntas
Artikel Terkait
-
3 Pesan AntiBullying dalam Buku Cerita Surat Dalam Balon
-
Ulasan Buku Insecurity is My Middle Name: Refleksi tentang Penerimaan Diri
-
Ulasan Buku 'Seseorang di Kaca', Refleksi Perasaan terhadap Orang Terkasih
-
Heboh Beredar Buku Gibran The Next President, Effendi Gazali: Waktunya Terburu-buru, Harusnya Sabar Saja
-
Resensi Novel Lari dari Pesantren: Sebuah Renungan dari Kisah Dua Santri
Ulasan
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
-
Pantai Panjang Bengkulu: Pasirnya Putih, Ombaknya Panjang, Bikin Betah Sampai Lupa Pulang!
-
Penikmat Film Alur Pelan Merapat! Still Shining Sajikan Romansa Slow Burn yang Menyentuh
-
Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam: Ketika Mimpi Harus Melawan Kemiskinan
Terkini
-
Suara yang Memanggil dari Dunia yang Tidak Pernah Ada
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
3 Tablet Rp1 Jutaan Rasa Premium di 2026: Murah, Kencang, dan Layar Tajam
-
Pengikut Tak Kasatmata