Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan: Psikologi Feminis untuk Meretas Patriarki karya Ester Lianawati adalah buku non-fiksi yang mengeksplorasi psikologi perempuan melalui lensa feminisme.
Buku ini berusaha mengungkapkan bagaimana konstruksi sosial yang patriarkal mempengaruhi psikologi perempuan, sekaligus menawarkan jalan menuju pembebasan diri dari norma-norma yang menekan.
Awalnya, daya tarik utama buku 'Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan' bagi saya adalah judulnya.
Saya yakin banyak pembaca yang pertama kali melihat judul ini akan berpikir, "Wow, terdengar cukup garang." Setidaknya, itulah kesan pertama saya.
Ditambah lagi, sampul buku yang menarik membuat rasa penasaran saya semakin besar.
Namun, ternyata judul yang terkesan kuat itu memiliki makna tersendiri yang dijelaskan dalam buku in. Meskipun saya tidak akan membocorkannya, lebih baik Anda baca sendiri.
Buku ini terbagi menjadi tiga bagian utama, dengan sub-bab yang cukup padat di setiap bagian.
Bagian pertama berjudul 'Psikologi Feminisme: Apa dan Bagaimana'. Di sini, penulis menyajikan alasan mengapa akhirnya terapi psikologis berbasis gender dikembangkan.
Pada masa itu, jika seorang wanita mengalami depresi, ia justru akan dikurung di rumah dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang melibatkan pemikiran.
Bagian kedua berjudul 'Semesta yang Tak Terlihat'. Bagian ini terasa lebih ringan dan dipenuhi dengan sentuhan pribadi.
Penulis menyisipkan surat yang ia tulis untuk anak-anak perempuannya di masa depan.
Saya juga tersadar bahwa patriarki bukan hanya didukung oleh laki-laki, tetapi perempuan pun dapat mengamini budaya patriarki ini, terutama mengingat bagaimana kebiasaan tersebut telah terbentuk sejak masa lampau.
Bagian ketiga berjudul 'Mari Kita Bicarakan Kekerasan terhadap Perempuan'. Penulis juga membagikan pengalaman pribadi yang ia alami saat masih SD.
Ia juga menekankan bahwa proses pemulihan dari pelecehan seksual membutuhkan waktu yang lama, karena banyak korban merasa malu mencari bantuan profesional.
Selain itu, terdapat psikolog yang hanya mencoba membantu dengan sekadar mendengarkan cerita korban.
Buku ini disusun dengan urutan yang jelas dan terstruktur. Walaupun banyak catatan kaki dan referensi tambahan yang bisa ditelusuri lebih lanjut, buku ini tetap terasa ringan.
Namun, bagi beberapa pembaca, buku ini mungkin terasa sedikit berat karena penuh dengan terminologi psikologi dan feminisme.
Meski demikian, bagi yang tertarik pada isu-isu feminisme dan ingin memahami lebih dalam bagaimana aspek psikologis mempengaruhi kehidupan perempuan, buku ini menawarkan wawasan yang mendalam dan inspiratif.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Buku 'Husnuzon': Menemukan Tenang di Tengah Luka
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
-
Perjalanan Spiritual dan Emosi dalam Cuma Aku, Lukaku, dan Tuhanku
-
Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'
-
Ulasan Novel "Raya", Ketika Malam Lebaran Berubah Menjadi Tragedi Berdarah
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku 'Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja', Bagikan Tips Jago Berkomunikasi
-
Mama yang Berubah Jadi Peri di Mummy Fairy and Me 4: Keajaiban Putri Duyung
-
Ulasan Novel Hotel Royal Costanza: Kisah Seorang Jurnalis yang Disandera
-
Ulasan Buku Al Ghazali karya Shohibul:Jejak Spiritual Sang Hujjatul Islam
-
Berani Menceritakan Kembali Hasil Bacaan dalam Buku Festival Buku Favorit
Ulasan
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan
-
Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an
-
Menjelajahi Misteri Alam Semesta dalam Buku The Grand Design
Terkini
-
Stop 'Check Out' Spontan! Ini Alasan Kenapa Payday Kamu Justru Bikin Rumah Berantakan
-
Boyfriend Material Vibes, 5 Ide Pose Mirror Selfie Ala Dokyeom SEVENTEEN!
-
Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai
-
Daredevil: Born Again Season 2, Perpaduan Sempurna Aksi dan Cerita Politik!
-
Status Kim Soo Hyun Terbukti Bersih, Mengapa Netizen Masih Ogah Percaya?