Galaunya hati saat cinta tak terbalaskan. Setiap pecinta ingin cintanya juga ditanggapi oleh sosok yang dicintai. Ingin dipahami perasaannya dan berharap sekali cintanya dibalas oleh pihak yang dicintai. Namun, sungguh malang dan rugi bila perjuangan cinta terbalas sia-sia.
Perihal cinta tak terbalas ini begitu lekat dalam novel Cahaya Surga di Matanya. Tersebutlah, seorang wanita salehah bernama Aisyah yang kerap dipanggil Iis, menjadi incaran teman-temannya di kampus. Selain itu, wanita berwajah cantik tersebut juga menjadi pujaan salah satu dosennya, Pak Dion.
Tapi, tahukah teman-teman, kepada siapa akhirnya Aisyah menambatkan hatinya? Bukan kepada Robin, teman kampusnya yang selalu mengejar-ngejar Aisyah sampai-sampai datang ke rumahnya di malam Minggu dan diam-diam memotret wajah manisnya lalu dipajang di dinding kamarnya. Bukan pula kepada Pak Dion, dosennya yang selalu basa-basi ingin berbincang lama bersama Aisyah setiap usai mengisi mata kuliah.
Ternyata, Aisyah jatuh hati kepada Alfarizi, pemuda tampan, kalem dan pandai berpuisi, yang di akhir kisah diketahui dari keterangan Pak Sholeh, ayah Alfarizi, bahwa Aisyah dan Alfarizi adalah saudara kandung yang sejak kecil dipisahkan oleh kedua orang tuanya.
Di dalam novel islami karya Eddy D. Iskandar ini banyak sekali ditemukan kisah cinta yang tak terbalas. Seperti Pak Dion yang cintanya bertepuk sebelah tangan kepada Aisyah. Ternyata Pak Dion telah menyia-nyiakan cinta Wulan, salah seorang mahasiswi yang selalu minta tanggapan atas puisi-puisi garapannya, dan berharap uluran cinta dari Pak Dion.
Aisyah pun mulanya juga demikian. Cintanya bertepuk sebelah tangan kepada Alfarizi. Berkali-kali Aisyah berkunjung ke kios Alfarizi dengan modus beli buku-buku bacaan jualannya, semata ingin melihat wajah teduh Alfarizi. Dan saat Aisyah tahu Alfarizi masuk ke ruang perpustakaan, Aisyah juga buru-buru masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi tumpukan-tumpukan buku itu, dengan maksud agar bisa bercakap-cakap bersamanya.
Sedangkan Robin yang cintanya juga disia-siakan oleh Aisyah, ternyata ia juga menyia-nyiakan cinta Nita, teman kuliahnya. Hingga terjadilah perang mulut dan rasa kesal antara Aisyah, Wulan dan Nita, saat Wulan tahu bahwa Pak Dion mengejar-ngejar Aisyah dan Nita tahu kalau Robin kekasihnya juga mengimpikan Aisyah.
Buku novel remaja islami ini, menurut saya sangat bagus. Bernuansa dakwah dan disampaikan tanpa menggurui. Sangat halus seolah dituturkan dengan bahasa hati. Menginspirasi dan menggugah minat baca hingga ke halaman terakhir.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Cahaya Surga di Matanya
Penulis: Eddy D. Iskandar
Penerbit: Yrama Widya
Cetakan: I, Juni 2013
Tebal: 204 Halaman
ISBN: 987-602-277-010-7
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Cari Laptop Rp5 Jutaan? Infinix XBOOK B15 Punya Banyak Kejutan dan Layak Dilirik
-
Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain
-
Huawei MatePad Mini Resmi di Indonesia,Tablet 8,8 Inci yang Nyaman Digenggam dan Memanjakan Mata
-
Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala
-
Spek Vivo V80 Lite 5G Terungkap, Performa Dimensity 7360-Turbo Jadi Andalan
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku The Top Five Regrets of the Dying: Pelajaran Hidup Bermakna
-
Ulasan Buku Keep It Shut: Membangun Hubungan yang Baik dari Menjaga Ucapan
-
Menyelami Kesederhanaan yang Absurd Lewat Kumpulan Cerpen Sarelgaz
-
Pahami Eksistensi Kehidupan Lewat Novel Sartre Bertajuk The Age of Reason
-
Cara Orang Tua Hadapi Perubahan Sikap Anak dalam Buku Berani Berbuat Baik
Ulasan
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Review Film Mutiny: Ketika Jason Statham Terjebak di Kapal Neraka, Masih Bisa Selamat?
-
Review Drama Beyond Evil, Misteri Hilangnya Warga Munju
-
Monster Hands: Ketika Monster Bawah Tempat Tidur Tak Lagi Menakutkan
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan