Bayangkan Anda sedang dalam perjalanan ke rumah sakit karena istri Anda akan segera melahirkan. Tiba-tiba, di tempat parkir, seorang pria misterius muncul dan mengancam akan membunuh jika Anda tidak mengantarnya ke suatu tempat.
Itulah premis dari Sympathy for the Devil, film thriller minimalis garapan Yuval Adler yang dibintangi Nicolas Cage dan Joel Kinnaman.
Film berdurasi 90 menit ini mencetak sejarah sebagai film pertama yang menggunakan teknologi layar LED studio V di Las Vegas untuk sebagian besar produksinya.
Sinopsis Film Sympathy for the Devil
Cerita berpusat pada seorang pria (Kinnaman) yang harus mengantar penumpang misterius (Cage) di tengah malam. Ketegangan mulai terasa sejak awal karena sang penumpang tak segan-segan membunuh siapa saja yang menghalangi tujuannya.
Namun, semakin cerita berkembang, terungkap bahwa pria misterius ini memiliki alasan khusus memilih sang sopir.
Ulasan Film Sympathy for the Devil
Dengan setting yang terbatas, sebagian besar di dalam mobil, film ini berhasil membangun ketegangan dan misteri. Pola tingkah sang penumpang yang edan dan motif tersembunyinya membuat kita terus penasaran.
Berjalan seiring waktu, potongan-potongan misteri mulai terungkap, terutama melalui adegan dramatis di kedai makan.
Akhirnya, bukan cerita kompleks yang ditawarkan, melainkan penampilan memukau para aktornya. Nicolas Cage memang selalu berhasil memainkan karakter antagonis dengan cara yang menakjubkan, seperti yang kita lihat di Face Off, Willy’s Wonderland, Pig, dan Renfield.
Sympathy for the Devil adalah sebuah thriller minimalis yang menonjolkan permainan akting Nicolas Cage. Film ini terasa seperti eksperimen untuk menguji teknologi studio indoor yang baru. Hasilnya, luar biasa.
Ketika menonton, kita tidak akan menyadari bahwa hampir semua adegan dilakukan di dalam studio berlatar layar raksasa. Teknologi ini diklaim mampu menyingkat waktu dan anggaran produksi, memberikan hasil visual yang memukau.
Namun, kita berharap di masa depan film ini bisa menghadirkan cerita yang lebih kompleks dan setting yang lebih bervariasi. Seperti halnya seri The Mandalorian yang juga menggunakan teknologi serupa namun berhasil menyajikan cerita yang lebih kaya.
Sympathy for the Devil tetap menjadi tontonan yang menarik bagi mereka yang mencari thriller menegangkan dengan permainan akting yang kuat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Film Ditto, Kisah Cinta Remaja di Tahun Berbeda
-
Ulasan Film We Have a Ghost, Kisah Hantu Misterius Penunggu Rumah
-
Ulasan Film Jin Qorin: Kisah Horor Jin Pendamping Manusia
-
Ulasan Film Diponegoro 1830, Akhir Kisah Penangkapan Pangeran Diponegoro
-
Ulasan Film Dungeons & Dragons Honor Among Thieves, Aksi Mencuri Relik
Artikel Terkait
-
Film 6/45: Perebutan Tiket Lotere yang Berakhir Serangkaian Negosiasi Kocak
-
Ulasan Film China Just for Meeting You: Manisnya Romansa Remaja saat SMA
-
6 Rekomendasi Film Bioskop Libur Lebaran 2025: Horor sampai Drama Perselingkuhan
-
Alur Manis, Film '500 Days of Summer': Temui Cinta dan Pahitnya Kenyataan
-
4 Film Genre Action yang Dibintangi Vin Diesel, Ada Fast and Furious X
Ulasan
-
Film 6/45: Perebutan Tiket Lotere yang Berakhir Serangkaian Negosiasi Kocak
-
Ulasan Film China Just for Meeting You: Manisnya Romansa Remaja saat SMA
-
Review The Residence: Serial Whodunit Seru dengan Sentuhan Komedi
-
Ulasan Buku Quiet Karya Susan Cain: Kekuatan Seorang Introvert
-
Buku A Perfect Day to Be Alone: Perjalanan Menuju Kedewasaan di Usia 20-an
Terkini
-
4 Drama Jepang yang Tayang Bulan April 2025, Siap Masuk Watchlist Kamu
-
Sinopsis Drama Shine on Me, Drama Romantis yang Dibintangi Zhao Jin Mai
-
Capai Semifinal Piala FA, Pelatih Nottingham Forest: Kami Sangat Bahagia!
-
3 Drama China yang Dijadwalkan Tayang April 2025, Mana yang Kalian Tunggu?
-
Choo Young Woo Digaet Bintangi Drama Korea Garapan Sutradara Crash Landing on You