Kisah santri putri yang suka iseng, jail, usil dan resek kepada ustaznya, terekam jelas di dalam novel Just For U, Ustadz karangan Fina az-Zahra.
"Hey, dia bukan santri, tapi ustaz," bisik Syariah.
Laura sedikit merengut.
"Napa? Nyesel, naksir ustaz itu?"
"Iya, nyesel. Nyesel duduk di belakang. Tahu gini, aku milih duduk di depan," ucap Laura dengan senyum salting.
Itu merupakan percakapan yang mengawali masa-masa indah Laura. Momen di mana hati Laura sedang tumbuh bibit-bibit cinta setiap kali berjumpa dan diajari Ustaz Yahya.
Saking senangnya Laura setiap bertemu dengan Ustaz Yahya, ia selalu cari cara untuk mendapatkan perhatiannya. Suatu malam, saat sang ustaz selesai mengajar, Laura turun lebih dulu dari kelas, lalu kakinya dimasukkan ke sandal Swallow berinisial Y milik Ustaz Yahya, kemudian ia membawanya ke kamar.
Sampai di kamar, sandal itu ia taruh di lemari bagian bawah, tempat ia meletakkan sandal dan sepatu miliknya. Lantas, Laura balik lagi ke kelas karena tidak sabar ingin melihat ekspresi Ustaz Yahya yang kebingungan mencari sandal.
Laura bersorak dalam hati. Ia tambah terpesona melihat sang ustaz yang panik karena kehilangan sandal.
"Mau dibantu nggak, Taz?" tanya Laura basa-basi.
"Tidak usah, Laura. Sebentar lagi pasti ketemu," ucap Ustaz Yahya sambil mencari-cari sandal. (Halaman 67).
Sambil menanggapi tawaran bantuan dari Laura itu, Ustaz Yahya tersenyum manis ke arah Laura. Itulah yang menyebabkan Laura semakin jatuh hati. Laura mendelik melihat ekspresi Ustaz Yahya. Mendadak hati dan pikirannya kacau.
Hati Laura berbunga-bunga mendapat seulas senyum manis dari sang ustaz. Senyum yang Laura anggap lain dari biasanya. Senyum yang sangat manis dan penuh makna.
Apalah arti sebuah senyuman, jika tak dapat kutemukan rahasianya. Apakah sebuah rasa kurasakan kembali hadirnya meski hanya lewat seulas senyum biasa. Bisakah kudapati hatiku merona akan hadirnya? Inikah rasa itu? (Halaman 68).
Untuk mengungkapkan suara hatinya, dengan gagah berani Laura mengirim surat kepada Ustaz Yahya yang ia titipkan lewat Ali.
Ustaz, mungkinkah hatiku luruh? Ataukah perasaanku yang tak mampu kuartikan? Kenapa selalu ada bayangmu di sepanjang hariku ini? Ada apa denganku, Ustaz? Mengapa senyummu selalu ada di tiap lembaran hariku? Ada apa dengan senyum itu?
Demikian isi surat tersebut. Singkat dan padat.
Karena Ustaz Yahya tak menanggapi surat Laura, akhirnya saat mengajar di kelas Laura, santri putri tersebut kembali menulis surat untuk sang ustaz, lalu melemparkannya di saat suasana diyakini aman.
Ustaz Yahya memungut kertas tersebut dan membukanya secara perhalan, terus membaca isinya.
Ustaz, ingin kubuang semua rasa yang kumiliki untukmu. Tapi, sulit bagiku melakukan itu, karena kau terlalu dekat di hatiku. (Halaman 72).
Pada lembaran kisah selanjutnya, tiba-tiba muncul sosok Zahra, gadis masa lalu Ustaz Yahya, dan seketika mereka dipertemukan sebagai sepasang jodoh.
Di hari pernikahan Ustaz Yahya dan Zahra, Laura memberikan kado spesial. Mata Ustaz Yahya terbelalak begitu melihat sebuah sandal jepit Swallow miliknya dulu, berada dalam kado yang diberikan Laura. Hanya seuntai mawar merah, sandal jepit, beserta sebuah surat yang ada dalam kado itu. Ustaz Yahya tersenyum geli melihat sandal kesayangannya masih utuh. Malahan lebih mengkilap dan bersih.
Inilah ulasan dari novel yang berisi kisah keisengan seorang santri putri kepada ustaznya yang diharapkan suatu saat menjadi imam dalam hidupnya, namun takdir berkehendak lain. Ustaz Yahya akhirnya berjodoh dengan gadis masa lalunya, Zahra.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Just For U, Ustadz
Penulis: Fina az-Zahra
Penerbit: Matapena Yogyakarta
Cetakan: I, Februari 2009
Tebal: 262 Halaman
ISBN: 979-1283-81-8
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Buku Keajaiban Sebuah Ciuman: Cerita Fantasi Kontemporer yang Menggugah
-
Review Novel Here We Are: Kisah Persahabatan yang Diuji oleh Luka Kehidupan
-
Jalani Hari dengan Tenang dalam Buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan
-
Motorola Razr Fold Cetak Rekor Kamera HP Lipat Terbaik di DXOMARK dengan Skor 164
-
Honor MagicBook Pro 14 (2026) Resmi Rilis: Laptop Tipis dengan Baterai 92Wh
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel 3726 MDPL: Impian untuk Mendaki Gunung Rinjani
-
Potret Panggung Politik dalam Novel Tangan Kotor di Balik Layar
-
Ulasan Novel Guru Aini: Dedikasi Seorang Guru Terhadap Murid-muridnya
-
Menilik Duka Batin Mantan Serdadu Heiho dari Novel Pulang Karya Toha Mohtar
-
Ulasan Novel Kelab dalam Swalayan: Pengampunan, dan Penebusan Dosa
Ulasan
-
Minimarket yang Merepotkan: Menemukan Kehangatan di Balik Etalase Kota
-
Goyangan Elvis Bangkit Lagi! Review Film EPiC yang Bikin Satu Bioskop Senam Irama
-
Bertemu Lail dan Esok di Novel Hujan: Jajaran Romansa Ringan ala Tere Liye
-
Book's Kitchen: Refleksi Hidup di Tengah Dunia Kerja yang Menyandera Hidup
-
Review Novel Here We Are: Kisah Persahabatan yang Diuji oleh Luka Kehidupan
Terkini
-
Dampak Perang Global pada Hak Anak, Bagaimana Generasi Muda Bersikap?
-
5 Pilihan Sheet Mask untuk Kulit Berjerawat, Menenangkan dan Melembapkan!
-
Target Hanya 5 Besar, Raul Fernandez Raih Podium Ganda di GP Thailand 2026
-
Yura Yunita Ungkap Pesan Terakhir untuk Vidi Aldiano dari Tanah Suci
-
Cantik Sih, tapi Kok Jarinya Ada Enam? Jurus Jitu Kenali Foto "Glow Up" Jalur AI