"Under Baswara’s Feet" karya Aninda WB menghadirkan kisah yang menggugah tentang bagaimana prasangka bisa membentuk pandangan kita terhadap orang lain dan bagaimana kesempatan tak terduga bisa membuka mata kita pada kenyataan yang berbeda.
Novel ini mengisahkan perjalanan seorang siswi bernama Ghaniya yang awalnya memandang Baswara, seorang siswa yang dikenal dengan reputasinya yang buruk, dengan penuh kecurigaan.
Sejak awal, Ghaniya adalah sosok yang sangat menjunjung prinsip untuk menjadi siswi yang baik, jauh dari kenakalan dan pergaulan yang buruk.
Berbeda dengan Baswara yang dikabarkan terlibat dalam pergaulan dengan preman, merokok, dan narkoba, Ghaniya pun menjauhi Baswara dan berusaha tidak terlibat dengan masalah yang dimiliki oleh pemuda itu.
Namun, sebuah tugas Sinematografi yang memaksa keduanya bekerja sama dalam waktu terbatas merubah segalanya. Tugas ini menjadi titik balik bagi Ghaniya untuk mulai melihat Baswara dari sudut pandang yang berbeda.
Melalui interaksi yang terpaksa dibangun karena tugas bersama, Ghaniya perlahan menyadari bahwa gambaran buruk yang selama ini ia dengar tentang Baswara tidak sepenuhnya benar.
Dalam proses bekerja sama, Ghaniya mulai menemukan sisi-sisi manusiawi Baswara yang tersembunyi, termasuk luka emosional yang selama ini disembunyikan darinya.
Sifat kasar dan sikap apatis Baswara ternyata adalah pelindung diri dari rasa sakit yang mendalam akibat pengalaman masa lalu yang kelam.
Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan oleh penulis melalui novel ini adalah pentingnya membuka hati dan pikiran untuk memahami orang lain tanpa mengandalkan prasangka.
Ghaniya yang awalnya sangat menilai orang berdasarkan rumor dan gosip akhirnya belajar bahwa setiap orang memiliki cerita hidupnya sendiri yang seringkali tak terlihat oleh orang luar.
Novel ini mengajarkan bahwa kepercayaan dan pengertian adalah kunci untuk menjalin hubungan yang lebih baik dan lebih dalam.
"Under Baswara’s Feet" juga menunjukkan bagaimana dua orang yang tampaknya sangat berbeda bisa menemukan kesamaan dalam bekerja sama, serta bagaimana satu langkah kecil untuk memahami bisa membawa perubahan besar dalam hidup seseorang. Tema tentang pertemanan, pengampunan, dan pengertian menjadi sentral dalam cerita ini.
Menurut saya, novel ini sangat relevan dengan kehidupan remaja masa kini, di mana banyaknya penilaian cepat yang seringkali berbasis pada rumor atau penampilan luar.
Melalui karakter Ghaniya dan Baswara, Aninda WB berhasil mengajak pembaca untuk merefleksikan pentingnya tidak cepat mengambil kesimpulan dan memberikan kesempatan untuk memahami orang lain.
Itu adalah cerita yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang persahabatan, toleransi, dan kesabaran dalam menghadapi orang lain.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Ulasan Novel Romansa Opium, Kejahatan, Kekuasaan, dan Cinta di Era Kolonial
-
Ulasan Novel Pusaka Candra: Kisah Politik, Mitos, dan Cinta Keraton Abad 17
-
Intrik Kuasa dan Cinta Terlarang dalam Novel Kaisar
-
Ulasan Sweet Disguise, Perjalanan Menguak Korupsi Lewat Penyamaran
-
Perjuangan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Novel Senja di Sudut Rumah Sakit
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Utusan Iblis: Saat Kesunyian Menjadi Senjata Horor Psikologis Terbaik
-
Novel Saman: Pendobrakan Tabu Sosial di Tengah Politik Indonesia
-
Nostalgia Film 5 cm: Antara Keindahan Mahameru dan Kekuatan Persahabatan
-
Burung-Burung Rantau: Gagasan tentang Manusia Pasca-Indonesia
-
Dua Dini Hari: Noir Lokal tentang Konspirasi dan Nasib Anak Jalanan
Terkini
-
Guncang Panggung! Teater Nala di SMA Negeri 1 Purwakarta Tuai Apresiasi
-
Keren! Emma Stone Jadi Wanita Termuda yang Berhasil Raih 7 Nominasi Oscar
-
Membongkar Mitos Kota Metropolitan: Apakah Masih Menjanjikan Masa Depan yang Lebih Baik?
-
4 Sunscreen Stick Vegan Andalan, Praktis untuk Reapply Tanpa Ribet
-
The Wonderland Candy Bar