'Jus Detoks' karya dr. Sun Jae-kwang adalah buku yang membahas tentang kiat meningkatkan kesehatan dengan cara memperbaiki asupan nutrisi dan memperbaiki pola hidup keseharian.
Awalnya, saya sempat tertipu dengan judulnya. Sebenarnya buku ini bukanlah sebuah buku yang membahas tutorial masak atau cara membuat jus.
Melainkan berisi pembahasan tentang bagaimana efek dari asupan nutrisi yang tepat ternyata bisa memengaruhi kesehatan secara signifikan.
Bagi saya pribadi, hal tersebut cukup menarik karena kesehatan itu adalah hal yang sangat berharga dan patut untuk dijaga. Maka edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan adalah sebuah pembahasan yang saat ini perlu dimiliki oleh setiap orang.
Adapun buku Jus Detoks ini, dr. Sun menjelaskan berbagai cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut.
Di antaranya dengan memanfaatkan jus buah dan sayuran dalam takaran tertentu. Di buku ini, dr. Sun menjelaskan berbagai bahan-bahan alami yang bisa dijadikan makanan dan minuman yang diolah untuk menjalankan fungsi detoksifikasi pada aliran darah.
Nah, kenapa mesti membersihkan darah? Ternyata berbagai penyakit serius seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, stroke, gagal jantung, hingga kanker ternyata berakar dari banyaknya zat toksin dalam tubuh.
Dengan rutin mengonsumsi jus detoks, kita bisa menjalankan terapi alami untuk sembuh dari berbagai penyakit.
Selain terapi dengan menggunakan jus detoks, dr. Sun juga menjelaskan tentang program detoksifikasi tiga minggu yang bisa dilakukan sebagai langkah pengobatan terhadap berbagai penyakit.
Di dalam program tersebut, dr. Sun telah memberikan rincian berbagai hal yang bisa dilakukan dalam rangka pengobatan.
Ada berbagai wawasan berharga yang juga dibagikan oleh dr. Sun terkait bahaya ketergantungan obat-obatan, tips menjalani pola hidup sehat, serta pengetahuan tentang beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.
Saya pikir, semua pembahasan di atas memang penting untuk diketahui. Hanya saja, latar belakang penulis yang merupakan dokter asal Korea membuat beberapa pembahasan terasa kurang relevan dengan situasi dan kondisi masyarakat di Indonesia.
Misalnya saran dari dr. Sun terkait jalan kaki di siang hari pada pukul 14.00 untuk asupan vitamin D, atau berbagai rekomendasi jenis buah, sayuran, dan daging yang hanya ada di Korea atau negara-negara Asia Timur.
Tapi, terlepas dari hal tersebut, buku ini tetap menarik dari segi konten edukasi kesehatannya.
Jadi, bagi kamu yang ingin memperluas wawasan terkait cara menjaga pola hidup sehat dengan nutrisi seimbang, Jus Detoks bisa menjadi salah satu rekomendasi buku yang layak untuk disimak!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
-
Buku Broken Strings: Menyelami Trauma Relasi dalam Hubungan Toksik
-
Buku Ternyata Tanpamu, Memaknai Perpisahan ala Natasha Rizky
-
Buku Sehat Setengah Hati, Cara Mudah Memperbaiki Pola Hidup
Artikel Terkait
-
Diangkat dari Light Novel, Wild Last Boss Appeared! Rilis Bulan Oktober
-
Buku Memahami Dunia Lewat Sepak Bola: Cermin Sosial dari Kacamata Olahraga
-
Novel The Magician, Perjalanan Nicholas, Sophie, dan Josh di Kota Cahaya
-
Ulasan Cerita Kapal Kertas: Melawan Rasa Insecure dalam Suatu Hubungan
-
Menjalani Hidup dengan Tenang dalam Buku Hujan Bahagia
Ulasan
-
Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026
-
Membaca Ulang Makna Perceraian di Novel Setelah Putus Karya Isrina Sumia
-
Jika Kucing Lenyap dari Dunia: Tentang Kehilangan dan Arti Kehidupan
-
Malam 3 Yasinan: Horor Psikologis yang Menggali Luka dan Rahasia Keluarga
-
Hana Tara Hata: Prekuel yang Menghidupkan Kembali Series Bumi
Terkini
-
Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus
-
Maskeran Pakai Bubble Mask? Ini 5 Pilihan Biar Wajah Auto Glowing
-
Kesepian Kolektif di Era Konektivitas: Banyak Teman, Minim Kelekatan
-
Usai Diterpa Rentetan Kontroversi, Jule Ungkap Ingin Jadi Diri Sendiri?
-
Mengenal Non-Apology Apology: Analisis Permintaan Maaf Azkiave yang Tuai Kritik.