Scroll untuk membaca artikel
Hernawan | fifi farikha
Cover novel Dia Adalah Kakakku Karya Tere Liye (instagram/bukurepublika)

Novel karya Tere Liye, Dia Adalah Kakakku adalah novel keluaran tahun 2018 yang berkisah tentang pengorbanan seorang Kakak bernama Laisa. Sejak sang ayah meninggal dunia, ia bertanggung jawab atas masa depan adik-adiknya dan melupakan mimpinya sendiri. Novel dengan 346 halaman ini banyak menyuguhkan nilai sosial yang nyata.

Tidak hanya itu, novel Dia Adalah Kakakku banyak menyelipkan pesan moral yang menyentuh hati. Beberapa quotes dalam novel ini menimbulkan rasa haru. Termasuk dibawah ini!

1. Jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain

"Bukankah dulu Kakak pernah bilang. ‘Buat apa kau memikirkan apa yang dipikirkan orang lain? Buat apa kau mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain?"

Quotes ini mengandung makna tak perlu ambil pusing ketika seseorang menilai hidup kita. Cukup jalani saja hidup sesuai apa yang telah kita rencanakan, sesuai kemauan kita sendiri. Jangan memaksakan diri menjalani hidup atas penilaian orang lain. Orang lain hanya dapat melihat sisi luar, sedangkan mereka tak pernah melihat bagaimana kita sebenarnya. Jadi, untuk apa memikirkan perkataan yang tidak penting? Cukup jadikanlah hal itu semangat untuk menggapai apa yang telah kita rencanakan.

2. Hidup seperti roda berputar

"Sungguh begitulah hidup. Datang. Pergi. Senang. Susah. Tidak peduli seorang anggota keluarga yang amat kita cintai."

Quotes ini mengandung pesan bahwa memang benar kata orang, hidup bagaikan roda yang terus berputar. Senang, sedih. Datang, pergi. Itu semua adalah dua sisi yang tak pernah terpisahkan. Dimana ada datang pasti ada pergi. Keduanya akan silih berganti mengunjungi kehidupan. Tidak peduli siapapun orangnya, apapun keadaannya, apapun jabatannya.

3. Perasaan dapat dinilai dari perbuatan

"Bukankah perasaan tidak harus selalu diungkapkan? Cara menatap, cara bertutur, sungguh cerminan isi hati."

Perasaan merupakan sebuah hal yang tak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata. Terkadang perasaan hanya perlu disimpan, dikenang, tanpa diungkapkan, karena esensi perasaan sendiri adalah bagaimana ia telah memberikan sebuah sentuhan pada hati. Meskipun begitu perasaan akan tampak dari perangai kita sebagai manusia yang memilikinya.

4. Melupakan kenangan

"Kesibukan dan waktu akan membuatnya terlupakan."

Kenangan buruk yang kadang coba dilupakan memang tak mudah untuk dilakukan. Hal itu justru membuatnya terus teringat. Tidak ada yang pernah benar-benar membuatnya lupa, kecuali diri kita sendiri dan mungkin coba mengikhlaskan seiring berjalannya waktu. Kuncinya adalah ikhlas, ketika sudah ikhlas kita akan mudah menerima apapun masalahnya.

5. Kehendak Sang Maha Pasti

"Tapi apa yang Kakak harus lakukan? Itu semua ada di tangan Allah. Yang lebih penting Kakak pikirkan, dengan sisa waktu yang mungkin tidak sedikit lagi, apakah masih berkesempatan melakukan banyak hal di lembah ini?"

Quotes ini mengandung pesan bahwa segala kehendak yang Allah takdirkan kepada hambanya adalah sebuah kebaikan. Bukan tugas kita memikirkan bagaimana baiknya, karena takdir yang disiapkan-NYA pastilah yang terbaik. Tugas kita adalah sebisa mungkin melakukan kebaikan apa saja yang dapat kita lakukan. Berprasangka baik terhadap semua ketentuan yang telah Allah tetapkan.

Kasih sayang dan cinta Laisa pada ketiga adiknya Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta tak pernah menuntut balas budi sedikitpun. Laisa dengan ikhlas mencukupi segala kebutuhan keluarga kecilnya baik secara finansial ataupun kebahagiaan. Kisah inspiratif Laisa dalam novel Dia Adalah Kakakku menjadi teladan bagi siapapun.

fifi farikha