Scroll untuk membaca artikel
Hayuning Ratri Hapsari | aisyah khurin
Novel A Scandal in Scarlet (goodreads.com)

"A Scandal in Scarlet" merupakan novel keempat dalam seri "Sherlock Holmes Bookshop Mystery" karya Vicki Delany. Novel ini menghadirkan kisah misteri yang terinspirasi oleh dunia Sherlock Holmes, tetapi dengan pendekatan yang lebih modern dan segar.

Dalam novel ini, pembaca diajak mengikuti petualangan Gemma Doyle, pemilik toko buku Sherlock Holmes Bookshop, dalam menyelidiki sebuah kasus pembunuhan yang terjadi setelah lelang amal.

Cerita dimulai ketika Gemma Doyle dan sahabatnya, Jayne Wilson, secara spontan menghadiri lelang amal yang diselenggarakan oleh Scarlet House, sebuah museum bersejarah di kota mereka, West London, Massachusetts.

Namun, acara yang seharusnya berlangsung damai berubah menjadi tragedi ketika seorang dermawan terkenal, Kathy Lamb, ditemukan tewas setelah terjadi perdebatan sengit di antara para peserta lelang.

Gemma Doyle adalah protagonis utama yang cerdas, analitis, dan memiliki ketajaman observasi yang luar biasa, mirip dengan Sherlock Holmes. Meskipun ia bukan detektif profesional, kemampuannya dalam mengumpulkan dan menganalisis petunjuk membuatnya terlibat dalam berbagai kasus kriminal.

Jayne Wilson, sahabat setianya, adalah pemilik Mrs. Hudson’s Tea Room dan sering kali menjadi mitra Gemma dalam penyelidikan.

Sebagai novel dalam genre cozy mystery, "A Scandal in Scarlet" menyajikan kasus pembunuhan yang menarik tetapi tetap ringan, tanpa adegan kekerasan yang berlebihan. Delany dengan cermat menebarkan berbagai petunjuk dan tersangka, sehingga pembaca dibuat menebak-nebak siapa pelaku sebenarnya.

Vicki Delany memiliki gaya penulisan yang lincah dan penuh humor. Narasinya mengalir dengan baik, menjadikan novel ini mudah untuk dinikmati. Dialog antarkarakter juga terasa alami dan menyenangkan, menambah daya tarik cerita.

Gemma Doyle bukanlah karakter detektif yang sempurna. Ia memiliki kelemahan dan sering kali dikritik karena terlalu mencampuri urusan polisi. Namun, kepribadiannya yang unik membuatnya semakin menarik.

Jayne Wilson, sebagai karakter pendamping, menyeimbangkan karakter Gemma dengan sifatnya yang lebih lembut dan berhati-hati.

Sebagai pemilik toko buku bertema Sherlock Holmes, Gemma sering kali menggunakan metode deduksi ala Holmes dalam penyelidikannya. Novel ini juga menyertakan berbagai referensi terhadap kisah-kisah asli Sherlock Holmes, yang menjadi daya tarik tambahan bagi para penggemar detektif legendaris ini.

Massachusetts, digambarkan sebagai kota kecil yang penuh pesona, khas dalam novel-novel cozy mystery. Toko buku "Sherlock Holmes" dan "Mrs. Hudson’s Tea Room" menjadi latar utama yang menambah nuansa nyaman dan akrab dalam cerita.

Novel ini juga mengandung unsur humor yang cerdas. Percakapan antara Gemma dan karakter lain sering kali diselingi dengan candaan ringan, yang membuat suasana tetap santai meskipun ada kasus pembunuhan yang harus dipecahkan.

Novel ini juga membahas tema persahabatan, komunitas, dan keadilan. Hubungan antarkarakter diperlihatkan dengan baik, terutama bagaimana mereka saling mendukung dalam situasi sulit.

Perbandingan dengan novel sebelumnya dibandingkan dengan tiga novel sebelumnya dalam seri ini, "A Scandal in Scarlet" tetap mempertahankan kualitas yang baik. Misterinya menarik, karakter-karakternya berkembang, dan suasana kota kecil tetap terasa hidup.

Kelebihan novel ini terletak pada karakter utama yang kuat, alur cerita yang menarik, serta nuansa cozy yang membuatnya menyenangkan untuk dibaca. Namun, bagi beberapa pembaca, keterlibatan Gemma yang terlalu besar dalam penyelidikan bisa terasa kurang realistis.

"A Scandal in Scarlet" adalah novel cozy mystery yang menghibur dengan elemen misteri yang menarik dan karakter yang menawan. Bagi penggemar Sherlock Holmes dan cerita detektif ringan, novel ini sangat direkomendasikan. 

Identitas Buku

Judul: A Scandal in Scarlet

Penulis: Vicky Delany

Penerbit: Crooked Lane Books

Tanggal Terbit: 13 November 2018

Tebal: 296 Halaman

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

aisyah khurin