Dengan gaya penulisan lirik yang ringan dan hangat, Gracie Abrams sukses menciptakan karya musik yang memilik makna mendalam. Bukan hanya easy listening, tetapi juga relate bagi para pendengar yang berada dalam posisi sebagai anak sulung dengan banyak beban terpukul sendirian.
Gracie Abrams menunjukkan kebolehannya sebagai salah satu penyanyi populer lewat lirik dan emosinya dalam single bertajuk That’s So True. Lagu ini turut menjadi refleksi dari pergolakan batin yang sering kali tak bisa terucap lewat kata-kata.
Melalui bait-bait yang jujur, ia mengajak audiens untuk menyelami dunia yang rumit. Termasuk soal bagaimana rasanya melihat mantan yang sudah move on, sedangkan kita sendiri masih terjebak dalam perasaan yang sama. Lagu ini layaknya ajakan untuk jujur kepada diri sendiri perihal rasa kesal, cemburu, bahkan kebingungan yang datang setelah putus cinta.
Misalnya adalah pada bait, ‘No, I know, I know I’ll fuck off, but I think I like her, she’s so fun, wait, I think I hate her, I’m not that evolved’. Kalimat tersebut jadi gambaran perasaan yang absurd, tetapi nyata. Di mana ada dilema antara suka dan benci.
Gracie menciptakan That’s So True bersama sahabat dan kolaboratornya, yakni Audrey Hobert. Meski menghasilkan nada lagu yang ringan dengan mengusung tema berat, mereka menjalani proses produksi lewat momen penuh tawa dan menyenangkan.
Lagu itu diklaim punya gaya penulisan yang mengingatkan pendengar kepadar Taylor Swift, Phoebe Bridgers, dan Lorde. Beberapa penggalan terasa seperti puncak letupan perasaan. Wajar jika pada akhirnya karya yang rilis tahun 2024 ini viral di media sosial, yaitu TikTok dan Instagram.
Usung Makna Mendalam, That’s So True Jadi Anthem Anak Sulung
Dengan berbagai kedalaman emosi yang disajikan, That’s So True didapuk sebagai anthem anak sulung’. Istilah ini mencuat karena banyak pendengar, khususnya pengguna TikTok karena merasa setiap baris sangat relate dengan tekanan emosional yang dialami anak pertama.
Di mana mereka kerap dituntut untuk selalu kuat dan menjadi contoh yang bagi adik-adiknya. Tentu kondisi tersebut menghasilkan tekanan dan konflik batin yang tak jarang membuat mereka dilema berat. Ada rasa lelah, dan tidak dimengerti, perasaan-perasaan yang selaras dengan tema lagu ini.
Lirik-lirik yang menggambarkan kebingungan dan kelelahan emosional dalam That’s So True dianggap mewakili perjuangan anak pertama yang sering menyimpan perasaannya sendiri demi menjaga keseimbangan keluarga.
Antara harus terlihat baik-baik saja dan keinginan untuk jujur dengan perasaan sendiri, memang menjadi inti dari lagu ini. Layaknya anak pertama pada umumnya, Gracie seakan menyuarakannya dengan nada yang tak menghakimi, tetapi merangkul.
That’s So True merupakan cermin bagi pendengar yang merasa beban emosinya tidak pernah selesai. Lagu ini turut jadi gambaran bahwa jujur pada diri sendiri jauh lebih penting daripada selalu berpura-pura kuat.
Untuk para anak sulung, lagu tersebut bisa hadir sebagai ruang aman guna merasakan emosi yang telah lama mereka simpan sendiri. Sedangkan siapapun yang baru saja putus cinta, lagu ini bisa adalah pengingat bahwa tidak semua luka harus segera sembuh dalam waktu dekat.
Akhir kata, That’s So True dapat dikatakan sebagai perwujudan dari pergolakan hati dengan cara yang jujur, relatable, dan tanpa basa-basi. Lagu ini tidak hanya bicara soal cinta yang hilang, melainkan turut menyoroti perihal identitas, tekanan, serta usaha untuk menerima kenyataan yang terkadang bisa meleset dari harapan.
Baca Juga
-
Mental Baja! John Herdman Optimis Bidik Antar Tiket Piala Dunia 2030
-
John Herdman Akui Uniknya Atmosfer GBK usai Debut bersama Timnas Indonesia
-
Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
-
Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
-
Elkan Baggott Buat John Herdman Terkesan, Kode Keras Bakal Jadi Starter?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dunia Milik Siapa? Bedah Rahasia Penguasa Bareng Noam Chomsky
-
Kenapa Luka Batin Tidak Pernah Hilang? Mengungkap 'Kerak' Trauma yang Membentuk Diri Anda
-
Ketika Setan Bicara Jujur: Membaca Ulang Kegelapan dalam Buku Curhat Setan
-
Bukan Pengikutmu yang Sempurna: Saat Iman Menabrak Tembok Logika
-
Street Flow 3: Film tentang Kritik Sosial Prancis Lewat Kisah Persaudaraan
Terkini
-
4 Toner Lokal Ukuran 200-500 ML, Solusi Awet Andalan Kulit Cerah dan Lembap
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?
-
Imajinasi Saja Tidak Cukup, Menulis Fiksi Juga Butuh Riset
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
-
Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!