Film "Trap" adalah film karya M. Night Shyamalan yang disutradarai dan ditulis langsung oleh M. Night Shyamalan. Film ini menggabungkan elemen thriller psikologis dengan latar konser pop yang unik. Film ini pertama tayang pada tanggal 2 Agustus 2024.
Film "Trap" mengisahkan Cooper (Josh Hartnett), seorang pemadam kebakaran yang ternyata adalah seorang pembunuh berantai yang berjuluk "The Butcher". Suatu hari ia membawa putrinya, Riley (Ariel Donoghue), ke konser Lady Raven sebagai hadiah atas prestasinya. Namun tanpa ia sadari, konser tersebut adalah jebakan yang dirancang FBI untuk menangkap sang pembunuh. Premis film ini terinspirasi dari operasi nyata "Operation Flagship" pada tahun 1985, di mana para buronan ditangkap melalui undangan palsu ke acara olahraga.
Josh Hartnett berhasil membawakan dualitas karakter Cooper dengan apik, menampilkan sosok ayah yang penyayang sekaligus membawakan peran sebagai seorang pembunuh berdarah dingin. Ariel Donoghue sebagai Riley juga memberikan penampilan yang menyentuh, menambah kedalaman emosi dalam hubungan antara ayah dan anak.
Saleka, putri dari M. Night Shyamalan, memerankan Lady Raven dan juga menyumbangkan 14 lagu untuk soundtrack film ini. Meskipun penampilannya menambah nuansa musikal, beberapa kritikus merasa bahwa porsi konser dalam film ini terlalu dominan dan mengganggu alur cerita utama.
Pengambilan gambar oleh Sayombhu Mukdeeprom memberikan atmosfer yang mendukung ketegangan film. Adegan konser direkam dengan realisme tinggi, menambah imersi penonton dalam setting cerita. Musik orisinal oleh Saleka dan desain suara yang cermat memperkuat suasana tegang dan misterius dalam film. Lagu-lagu seperti "Release", "Save Me", dan "Divine" menjadi highlight dalam pengalaman menonton.
Penonton menyoroti bahwa setelah babak pertama yang kuat, film ini mulai kehilangan arah dengan keputusan karakter yang tidak logis dan alur yang melelahkan. Karakter seperti Dr. Josephine Grant (Hayley Mills), yang seharusnya menjadi lawan sepadan bagi Cooper, dalam film ini terasa kurang mendapatkan porsi yang memadai, sehingga potensi konflik psikologis dalam film ini tidak tergali dengan maksimal.
Dengan durasi 105 menit, beberapa bagian film terasa lambat dan terasa berulang, terutama pada adegan konser yang terlalu panjang dan tidak selalu relevan dengan plot utama. Film ini mencoba mengeksplorasi tema identitas ganda dan trauma masa lalu melalui karakter Cooper, namun penyampaian tema ini kurang mendalam dan terasa terburu-buru.
Di IMDb, film "Trap" menerima ulasan dengan skor 5.8/10. Beberapa memuji keberanian Shyamalan dalam mencoba sesuatu yang baru, sementara yang lain mengkritik eksekusi yang kurang matang.
Dengan anggaran $30 juta, "Trap" berhasil meraih pendapatan global sekitar $83,6 juta. Film ini juga menampilkan penampilan spesial dari Kid Cudi yang tampil sebagai rapper "The Thinker", yang menambah elemen representasi LGBTQ+ dalam film. Namun, peran ini terasa sekadar tempelan dan tidak terlalu berkontribusi pada narasi utama.
Akhir film yang ambigu membuka kemungkinan untuk sekuel selanjutnya, namun mengingat respon yang beragam, belum ada konfirmasi resmi mengenai kelanjutan cerita. "Trap" adalah eksperimen berani dari Shyamalan yang menggabungkan elemen thriller dengan dunia musik pop. Meskipun memiliki premis yang menjanjikan dan performa aktor yang solid, film ini terhambat oleh alur yang tidak konsisten dan pengembangan karakter yang kurang.
Bagi penggemar Shyamalan atau kamu yang sedang mencari film bergenre thriller dengan konsep unik, kamu bisa mencoba menonton film "Trap" di waktu luang, meskipun mungkin lebih cocok sebagai tontonan streaming daripada di bioskop.
Baca Juga
-
Novel Delicious Lips: Berawal dari Rasa Turun ke Hati
-
Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius
-
Ulasan Drama Hometown Cha Cha Cha, Romansa Manis di Pesisir Desa Gongjin
-
Novel Utang dan Sampah Sesudah Pesta, Ketika Menolak Tunduk pada Realita
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dibalik Angkernya Tanah Sengketa: Benarkah Terinspirasi dari Tragedi Nyata yang Ditutupi?
-
Dendam di Era Digital: Bagaimana Cape Fear Menggambarkan Hancurnya Reputasi dengan Satu Unggahan
-
Ulasan Law and The City: Drama Hukum dengan Nuansa Healing yang Hangat
-
Voicemails for Isabelle: Sulitnya Melepas Orang yang Telah Tiada
-
Toy Story 5 Angkat Fenomena Screen Time Addiction pada Anak-Anak
Terkini
-
5 Cushion untuk Menyamarkan Pori-Pori Besar agar Makeup Lebih Mulus
-
Angelina Jolie Akui Belum Berkencan sejak Cerai, Ingin Fokus Urus Hal Ini
-
Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes