Siapa bilang mengejar mimpi itu hanya urusan orang dewasa? Dalam buku "Reach Your Dreams", Wirda Mansur membuktikan bahwa siapa pun termasuk remaja berhak dan mampu memperjuangkan impian mereka.
Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana dan berisi motivasi serta panduan yang dikemas dengan kisah nyata, refleksi pribadi, dan sentuhan spiritual yang menyentuh hati.
Muda, Bermimpi, dan Berani Melangkah
Wirda Mansur, yang dikenal sebagai putri dari ustaz kondang Yusuf Mansur, berbagi kisah hidupnya dalam mengejar mimpi-mimpinya, baik di bidang pendidikan maupun dalam pencarian jati diri.
Di usianya yang masih muda, Wirda sudah berani melangkah keluar dari zona nyaman termasuk saat ia memutuskan untuk sekolah di luar negeri demi memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas diri.
Yang menarik, buku ini tidak melulu membahas keberhasilan. Wirda dengan jujur menuliskan pula tentang tantangan yang ia hadapi, termasuk saat menghadapi keraguan diri, rasa takut gagal, hingga cibiran dari orang lain.
Namun justru dari sanalah pembaca belajar bahwa mimpi bukan sekadar soal keinginan, tapi juga soal keberanian untuk terus melangkah meski penuh rintangan.
Antara Doa dan Usaha
Satu hal yang membedakan buku ini dari buku motivasi lainnya adalah paduan antara motivasi dunia dan nilai-nilai spiritual. Wirda menekankan pentingnya ikhtiar dan doa dalam meraih cita-cita.
Ia mengajak pembaca untuk tidak hanya berusaha keras, tetapi juga menjaga hubungan dengan Tuhan, karena dalam pandangannya, kesuksesan sejati adalah kolaborasi antara kerja nyata dan doa yang tulus.
Ia juga menulis banyak kutipan inspiratif seperti, “Kalau kamu nggak percaya diri, siapa lagi yang mau percaya sama kamu?” Kalimat-kalimat sederhana seperti ini terasa relate dengan pembaca muda yang mungkin sedang merasa tidak yakin pada diri sendiri.
Wirda pun tak sungkan menyelipkan tips ringan tentang bagaimana membentuk kebiasaan baik, mengatur waktu, dan menjaga semangat belajar.
Bahasa Ringan, Isi Bermakna
Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang santai, seperti ngobrol dengan teman sebaya. Bagi pembaca remaja, hal ini menjadi kelebihan utama karena isi buku jadi terasa dekat dan mudah dipahami.
Tidak ada istilah yang rumit atau teori berat. Semuanya dibahas dengan bahasa yang luwes, kadang diselingi humor, tapi tetap membawa pesan yang mendalam.
Salah satu kutipan yang bermakna yaitu "You have the ability yang harus di improve. Semua orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihannya diasah, kekurangannya diperbaiki. Allah memang Maha-adil, setiap orang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya agar bisa melengkapi satu sama lain."
Untuk Siapa Buku Ini?
Buku “Reach Your Dreams” sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa, atau siapa pun yang sedang berjuang meraih impian. Terutama bagi kamu yang sering merasa ragu, kurang percaya diri, atau bingung mau mulai dari mana.
Wirda seakan menjadi kakak yang memberi nasihat tanpa menggurui, memberikan pelukan hangat lewat kata-kata, dan menyemangati pembaca untuk tidak menyerah.
Pesan Utama: Mimpi Itu Layak Diperjuangkan
"Reach Your Dreams" adalah bukti bahwa mimpi bisa dicapai siapa saja, asalkan kita punya niat, semangat, dan arah yang jelas. Buku ini bukan hanya tentang Wirda, tapi tentang kita semua yang sedang mencari makna hidup, ingin jadi versi terbaik dari diri sendiri, dan tak pernah lelah berdoa sambil terus melangkah.
Kalau kamu butuh motivasi yang ringan tapi bisa membuat kamu berpikir, buku ini layak jadi teman perjalananmu. Karena seperti yang dikatakan Wirda, “Kalau kamu sudah tahu tujuanmu, kenapa harus berhenti di tengah jalan?”
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kita Adalah "Produk" Masa Lalu: Sebuah Renungan Lewat Buku Ambivert
-
Duka dan Mencuci Piring: Dua Hal yang Enggan, Tapi Tak Bisa Dihindari
-
Jakarta Tak Pernah Netral: Makna Hidup dalam Novel Sisi Tergelap Surga
-
Tak Harus Tinggi untuk Berarti: Kisah Wanita yang Ingin Jadi Pohon Semangka
-
Ulasan Novel Re: dan Perempuan: Kisah Sunyi yang Paling Berisik di Hati
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Five Survive: Perjalanan Liburan yang Berubah Jadi Mimpi Buruk
-
Ulasan Novel Bad Blood: Pertarungan Terakhir Menyingkap Kasus Pembunuhan
-
Rumah Budaya Ratna: Surga Kecil Bagi Pencinta Sastra, Buku, dan Budaya
-
Ulasan Buku Income Pentagon, 5 Cara Tingkatkan Kemapanan Finansial
-
Pak Raden Si Unyil Berkisah Kera Usil dalam Buku Pedagang Peci Kecurian
Ulasan
-
Berwisata di Pulau Pisang Lampung, Punya Pantai Pasir Putih yang Cantik
-
Review Film Being Maria: Kisah Pilu Aktris Muda yang Dunia Lupa
-
Ulasan Novel Five Survive: Perjalanan Liburan yang Berubah Jadi Mimpi Buruk
-
ONF 'Beautiful Beautiful': Lagu Enerjik yang Penuh Makna dan Pesan Positif
-
Review Film Korban Jatuh Tempo - Pinjol: Ada yang Lebih Horor dari Setan
Terkini
-
Wajah Baru Gaming dan Gambling di Era Digital: Antara Hiburan dan Kecanduan
-
Rilis Foto Pembacaan Naskah, Drama Korea Lovestuck Gaet Jung Hae In dan Ha Young
-
Thailand Open 2025: Hasil Minor Ganda Campuran di Laga Hari Kedua
-
Seni Merajut Citra Diri Mahasiswa untuk Masa Depan Lewat Personal Branding
-
Tak Dapat Poin dari GP Le Mans 2025, Pecco Bagnaia: Balapan Tak Terlupakan