Melanjutkan kisah daribuku Kami Bukan Sarjana Kertas, J.S. Khairen menhadirkan seri berikutnya dengan judul Kami (Bukan) Jongos Berdasi. Novel ini menjadi bagian lanjutan yang meneruskan cerita sebelumnya.
Tokoh dalam novel ini tetap sama, yaitu enam orang sahabat yang dulu satu kampus. Mereka kini sudah masuk ke dunia kerja. Sebelumnya diceritakan mereka kuliah di Universitas Delapan Langit (UDEL). Kali ini, mereka harus menghadapi berbagai tantangan baru.
Enam tokoh utama (Sania, Arko, Randi, Gala, Juwisa, dan Ogi) menjadi pusat dari cerita ini. Mereka memiliki latar belakang dan keahlian yang berbeda, sehingga karir mereka pun tidak sama.
Namun satu hal yang menyatukan mereka adalah semangat persahabatan yang tetap terjaga meskipun masing-masing sudah memiliki kesibukan sendiri.
Jika pada umumnya kerja digambarkan sebagai sebuah pencapaian, justru, Khairen menuliskan dengan sangat jujur bahwa dunia kerja juga penuh tekanan, kekecewaan, dan kenyataan pahit.
Banyak kisah dalam buku ini yang menggambarkan kehidupan nyata. Contohnya seperti tidak mendapatkan kerja sesuai keinginan, rekan kerja yang toxic, hingga bergelut dengan susahnya dunia bisnis.
Hal yang menarik dari novel ini adalah banyaknya tokoh yang hadir, namun tidak membuat cerita jadi membingungkan. Setiap karakter diberikan porsi yang pas dan punya konflik masing-masing yang terasa nyata.
Salah satu hal menarik dari buku Kami (Bukan) Jongos Berdasi adalah kuatnya persahabatan antar tokoh. Di tengah tekanan pekerjaan dan tantangan hidup, para sahabat ini saling mendukung satu sama lain.
Mereka tidak hanya hadir saat senang, tapi juga saat susah, saling menampung keluh kesah, memberikan ide-ide solutif, bahkan membantu secara nyata ketika salah satu dari mereka hampir menyerah.
Berbagai masalah ini banyak menghadirkan pembelajaran bagi yang membacanya. Kita diajak untuk lebih bersyukur dengan kondisi yang kita miliki saat ini, apapun itu.
Tidak semua orang bisa mendapatkan hal yang diinginkan, ternasuk pekerjaan sesuai passion. Banyak juga orang yang bertahan di pekerjaan yang keras hanya untuk menyambung hidup.
Buku ini bisa juga kalian baca saat lelah atau bosan dengan penatnya pekerjaan. Di tengah cerita ada selipan humor yang membuat mu tertawa ketika mengingat peliknya dunia kerja yang kalian alami selama ini.
Cerita-cerita dalam novel ini seolah mengingatkan bahwa setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Kalian tidak perlu merasa sendirian, karena banyak juga orang di luar sana yang memiliki masalah jauh lebih berat dari kita.
J.S. Khairen juga menyisipkan beberapa kutipan motivasi di tengah setiap bab. Hal ini menambah kesegaran untuk para pembaca.
Kutipan-kutipan ini tidak terkesan menggurui, justru terasa seperti nasihat dari teman sebaya yang paham betul situasi yang sedang kita alami.
Pembaca juga merasa semangat membacanya karena penggunaan bahasa yang ringan dan penuh humor. Ditambah lagi kisahnya yang mirip dengan kaum anak muda.
Selain menyuguhkan cerita yang realistis, novel ini juga berhasil menjaga alur agar tetap dinamis. Konflik dan alur yang terus berkembang membuat cerita ini tidak membosankan. Interaksi antar tokoh juga membuat terasa menarik.
Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi layak dibaca untuk kalian yang menghadapi peliknya tantangan di dunia kerja. Tak hanya menyuguhkan kisah yang menghibur, buku ini juga menyentil sisi emosional pembaca lewat pesan bahwa setiap orang punya perjuangannya sendiri.
Yang terpenting adalah bagaimana kita terus melangkah, sebisa dan sekuat yang kita mampu.
Baca Juga
-
Saat Semua Cara Tak Berhasil, "Tuhan, Akhirnya Aku Menyerah" Jawabannya
-
Novel "Nun Kembalikan Dia Semula", Fiksi Ilmiah Sarat Emosi dan Intrik
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
Review Buku "Tentang Dewasa": Teman Renungan dalam Menjalani Kehidupan
Artikel Terkait
-
Bikin Nostalgia! NIKI Ajak Narasikan Romansa Lewat Lagu Every Summertime
-
Ulasan Buku Surat Kecil untuk Ayah, Anak Tak Boleh Membenci Orang Tua
-
Kisah Cinta Lugu Zaman Dulu dalam Novel Jodoh Karya Fahd Pahdepie
-
Cinta dan Teror yang Mengerikan dalam Film Rabi Jiwo: Menikahi Mayat
-
Ulasan Novel When No One is Watching: Hilangnya Tetangga Secara Misterius
Ulasan
-
Membaca Doorstoot naar Djokja: Menyelami Hari-Hari Paling Genting Indonesia
-
Harimau Galak Pensiun Jadi Penjual Kue? Intip Menggemaskannya 'Mr. Tigers Snacks'
-
Review Film 'Obsession': Terlalu Cinta Berubah Malapetaka
-
Hansel and Gretel: Dongeng Klasik yang Berubah Jadi Aksi Berdarah
-
Review Husbands in Action: Detektif dan Dokter Hewan Lawan Sindikat Jahat!
Terkini
-
Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
-
Syarat Berpenampilan Menarik di Lowongan Kerja, Bentuk Beauty Privilege?
-
AI Sudah Jadi Teman Curhat, Apa yang Dicari Gen Z dari Hubungan Digital?