Ada masa-masa dimana kita merasa hidup terasa buntu. Karir yang tidak berkembang, hubungan yang tidak pasti, hingga bingung menentukan tujuan hidup.
Di saat seperti itu, kita mungkin bingung harus bagaimana.
Disinilah, Novel What You Are Looking For Is in the Library ini hadir. Novel karya Michiko Aoyama ini bisa menemanimu ketika merasakan perasaan seperti itu.
Ia seperti mengajak kita untuk percaya bahwa setiap masalah dan kebingungan dalam hidup pasti ada jawabannya. Dan jawaban itu bisa jadi kita temukan di tempat yang tidak terduga, seperti rak buku misalnya.
Buku ini berisi beberapa kisah yang saling berkaitan. Tiap tokohnya sedang menghadapi titik balik dalam hidup mereka. Ada yang lagi bimbang soal pekerjaan, ada yang kehilangan arah, dan ada juga yang sedang berjuang dengan rasa percaya diri yang mulai luntur.
Menariknya, mereka semua dipertemukan dengan sesorang pustakawan yang ternyata bisa membantu mereka menemukan jawaban.
Pustakawan itu digambarkan sebagai sosok dengan tampilan yang mencolok namun pembawaannya tenang. Meski bukan tokoh utama, dialah yang menjadi penghubung kisah antar tokih di sini.
Setiap orang datang ke perpustakaan dengan harapan yang sederhana, mungkin hanya ingin mencari bacaan ringan atau pelarian sejenak. Tapi entah bagaimana, pustakawan ini seperti bisa mengetahui apa buku yang mereka butuhkan.
Bukan buku self-help atau motivasi, melainkan rekomendasi yang secara tak langsung membuka sudut pandang baru bagi mereka. Kadang terasa sedikit magis, tapi itulah daya tarik buku ini, ada nuansa realisme ajaib yang lembut dan tidak berlebihan.
Jujur saja, pola ceritanya memang terasa repetitif. Lama-lama, setelah baca beberapa cerita, kita mulai bisa nebak polanya. Ada satu tokoh lain yang memiliki masalah, diberi buku, kemudian menemukan titik terang dalam masalahnya.
Tapi justru di situlah daya tarik buku ini. Tidak ribet, tidak pakai drama berlebihan. Dan yang paling terasa, buku ini seperti menyadarkan kita bahwa tidak salah untuk meminta bantuan ke orang lain. Terkadang sudut pandang baru dari orang lain memang dibutuhkan.
Dalam banyak kasus, kita terlalu lama terjebak dalam masalah hanya karena tidak tahu harus bicara dengan siapa.
Pustakawan di novel ini memiliki peran yang cukup penting dalam pengembangan cerita.
Dia memang tidak memberikan jawaban secara langsung. Namun ada petunjuk-petunjuk yang bisa memberikan arah. Para tokoh berjalan sendiri dan menemukan jawabannya secara perlahan melalui rekomendasi buku dari pustakawan.
Gaya bahasanya juga tidak ribet, gampang diikuti. Meskipun ada beberapa bagian yang terasa diulang-ulang, justru itu yang bikin bacanya jadi adem dan nggak bikin kepala penuh.
Meskipun semua tokoh tidak diceritakan secara detail, tapi kisahnya sangat melekat. Mungkin karena terasa relate dengan kehidupan kita.
Yang paling menarik adalah atmosfer Jepang yang terasa di tiap lembar. Ada kesan tenang, rapi, dan perlahan-lahan membangun rasa nyaman yang khas.
Buku ini sebenarnya bukan semata tentang mencari jawaban, tapi lebih kepada menyadari bahwa setiap orang punya kesempatan untuk berkembang, asal ada sedikit dorongan di waktu yang pas.
What You Are Looking For Is in the Library pas banget buat kamu yang lagi cari bacaan ringan, tapi tetap punya makna dan meninggalkan kesan.
Memang, buku ini mungkin tidak secara langsung membuat hidupmu berubah total. Tapi setidaknya, ia bisa jadi pengingat manis bahwa harapan dan arah baru kadang muncul dari tempat yang tidak disangka, termasuk dari halaman sebuah buku biasa.
Baca Juga
-
Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub: Kritik Sunyi untuk Diktator
-
Ulasan Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Lelah Hidup yang Sunyi
-
Luka Sejarah dalam Perempuan dan Anak-Anaknya
-
Novel No Place Like Home: Ketika Rumah Tak Selalu Berarti Pulang
-
Analisis Cerpen Robohnya Surau Kami: Kritik A.A. Navis tentang Ibadah Tanpa Amal
Artikel Terkait
-
Novel Before the Coffee Gets Cold: Perjalanan Waktu Lewat Secangkir Kopi
-
Ulasan Buku Kecemasan: Tips Memahami dan Mengelola Pikiran
-
Gempar Isu Pekerja Indonesia Dilarang ke Jepang, Menteri Karding Ingatkan Influencer
-
Setelah Jepang, Novel Hujan Karya Tere Liye Hadir Versi Bahasa Inggris!
-
Ramai Isu Pekerja Indonesia Bakal Di-blacklist Masuk Jepang, Apa Kata Menteri P2MI?
Ulasan
-
Review Film 5 Centimeters Per Second: Masterpiece Makoto Shinkai Tentang Luka LDR
-
Lebih dari Menahan Lapar, Ini Hikmah Puasa Menurut Buku 'Puasa: Kado Spesial untuk Allah'
-
Review Film Penerbangan Terakhir: Sisi Gelap Relasi Kuasa dan Manipulasi Emosional
-
Review Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Saat Komedi Berani Menguliti Niat Penguasa
-
Film 28 Years Later: The Bone Temple, Horor Visceral Terbaik Sepanjang Masa
Terkini
-
Dari Desain hingga Kenyamanan, Yamaha NMAX Buktikan Skutik Premium Ramah Perempuan
-
Jennie BLACKPINK Rayakan Ulang Tahun ke-30, Aksi Tiup Lilin Mirip Merokok Jadi Kontroversi
-
Kupu-kupu Dalam Kenangan
-
Lebih dari Sekadar Berkendara, Yamaha NMAX Hadirkan Riding Berkelas di MAXCLUSIVE Ride
-
Xiaomi Luncurkan Power Bank Magnetik Setipis Kartu Kredit, Harganya Cuma Rp400 Ribuan!