Kalian yang sudah membaca Sun & Ssukgat mungkin terasa menenangkan, rasanya seperti ngobrol santai sambil ngeteh sore tentang hidup lebih sehat dan damai.
Buku ini bukan sekadar kumpulan tips diet atau rutinitas relaksa, ia lebih seperti undangan untuk kembali menyapa akar budaya Korea, tradisi penyembuhan alami, dan ajaran gaya hidup sederhana namun dalam.
Judul buku ini mengacu pada “ssukgat,” daun krisan yang dikenal dalam budaya Korea karena kemampuannya untuk pulih dan tumbuh kembali jika dirawat dengan baik. Hal ini menjadi simbol yang mewakili perjalanan pribadi penulis, Michelle Jungmin Bang.
Sebagai seorang CEO yang terlalu larut dalam pekerjaan, Michelle mengalami kelelahan fisik dan mental yang memaksanya untuk mengevaluasi ulang cara hidupnya.
Ia lalu memulai perjalanan kembali ke akar budayanya di Korea Selatan.
Dari pegunungan biarawati Buddha, desa pesisir haenyeo, hingga kebiasaan para centenarian Korea, Michelle merangkum kearifan lokal yang menekankan pentingnya perawatan diri secara preventif.
Dengan pengalaman pribadinya serta latar belakang riset dan nutrisi Timur-Barat, Michelle membahas bagaimana cara makan yang mendukung penyembuhan, membangun koneksi yang lebih kuat dengan alam, serta menjalani hidup yang berkelanjutan.
Ia juga memperkenalkan konsep jeong, hubungan emosional hangat dan dalam antara manusia dan tempat yang mereka cintai.
Buku ini menyajikan praktik sehari-hari dengan cara yang ringan dan mudah dipahami. Diselipkan resep-resep sederhana seperti kaldu jamur ala biksuni untuk meredakan pilek, kaldu ikan teri khas neneknya (Myeolchi), hingga Samgyetang, sup ayam ginseng yang menyehatkan.
Semua ditulis dengan cara yang mudah diikuti bahkan oleh pemula. Hoedeopbap, bibimbap ikan mentah ala penulis, menjadi favorit karena tidak perlu memasak.
Tidak hanya itu, ia juga membagikan beberapa tips yang bisa kita terapkan di rutinitas sehari-hari. Misalnya seperti jalan santai setelah makan. Tujuannya sih simple, agar gula darah tidak mudah naik.
Tidak hanya itu, ada juga teknik pernapasan mudah untuk membantumu mengurangi stres. Kelihatannya sepele, tapi efeknya kerasa banget, lho!
Ditulis dengan nada hangat dan dilengkapi ilustrasi tangan yang cantik karya Michelle sendiri, Sun & Ssukgat mengajak pembaca untuk menemukan kembali makna sehat yang sesungguhnya, bukan lewat tren instan, tapi dari rutinitas kecil sehari-hari yang penuh kesadaran.
Buku ini tak hanya enak dibaca, tapi juga layak untuk dibaca ulang saat kita merasa jauh dari keseimbangan. Semua disampaikan seperti sedang cerita sambil ngopi bareng teman lama.
Kelebihan dari buku ini ada di bahannya yang terstruktur, informatif, dan tidak membuat pusing. Ilustrasinya cukup menenangkan, serta cerita peribadinya sangat bermanfaat.
Buku ini cocok banget buat siapa saja yang pengin hidup lebih seimbang tanpa harus ikut-ikutan diet ketat atau ekstrem.
Tapi ya, ada juga sedikit tantangannya. Beberapa resep disini memang menggunakan bahan-bahan dari Korea.
Tapi tenang saja, meski sulit dicari di Indonesia, tapi sebagian besar masih bisa diganti atau diakalin pakai bahan lokal kok!
Sun & Ssukgat ini cocok banget buat kamu yang merasa lelah dengan hustle culture modern, dan sedang cari inspirasi gaya hidup yang lebih sederhana tapi berarti.
Buku ini memberi ruang untuk melihat keseharian sebagai ruang penyembuhan: dari makanan, hubungan, hingga perhatian pada tubuh dan lingkungan.
Ini bukan buku self-help ala dramatis, melainkan undangan lembut untuk merawat diri dengan cara yang lestari dan bermakna. Meski erakar dari kebijaksanaan Korea, tapi aplikatif di mana pun kita tinggal.
Baca Juga
-
Hello, Habits: Mengubah Hidup Lewat Kebiasaan Kecil ala Fumio Sasaki
-
Buku Karena Hidup Enggak Sebercanda Itu, Motivasi yang Menenangkan Jiwa
-
"Dompet Ayah Sepatu Ibu", Mengurai Cinta Orang Tua Lewat Metafora Sederhana
-
Luka yang Tak Pernah Sembuh dalam Novel Human Acts
-
Ketika Cinta Berhadapan dengan Revolusi dalam Novel Burung-Burung Manyar
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan
-
Review Film Apex: Metafora Duka dalam Pertarungan Brutal di Alam Terbuka
-
Aftersun: Sebuah Potret Pedih Hubungan Ayah dan Anak yang Menyayat Perasaan
-
Di Balik Novel Marioriawa: Mitos yang Hidup dan Menghantui Realitas
-
Drama Korea Hotel Del Luna: Hilang dari Mata, Tapi Tetap Terasa
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
Ilusi Sekolah Gratis: Biaya Tersembunyi yang Membungkam Mimpi Anak Bangsa
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!