"Sekelas sama mantan dan gebetan itu selain bisa mengenang masa lalu, lo juga bisa menatap masa depan". Kutipan itu berasal dari novel berjudul Satu Kelas karya Citra Novy. Hadir dengan premis unik, novel ini mengangkat kisah cinta remaja yang begitu dinamis dan penuh dilema. Tidak ketinggalan dengan bumbu persoalan hidup remaja yang membuat novel ini makin lengkap.
Bercerita tentang kehidupan romansa Aldeo yang sangat rumit karena harus sekelas dengan mantan yang bernama Sandria dan gebetan yang bernama Elvina. Hubungannya berakhir saat libur kenaikan kelas karena Aldeo merasa sudah tidak lagi menyukai Sandria. Sementara itu, Elvina adalah gadis yang pernah membuatnya tertarik saat masa pengenalan lingkungan sekolah dulu.
Aldeo dihadapkan dengan pilihan yang membingungkan karena perhatiannya masih berkutat pada Sandria. Gadis yang berkepribadian sangat berbeda darinya ini sudah mengisi waktu hampir setahun sebagai kekasihnya. Bahkan ketika putus, Aldeo masih mengingat kebiasaan Sandria dan terus memberinya perhatian.
Berbeda saat dengan Sandria. Elvina sebagai gadis populer karena menjadi anggota ekskul dance itu jelas sudah membuat Aldeo tertarik dari awal masuk sekolah. Tidak dipungkiri juga kalau kehadiran Elvina sering membuat Aldeo deg-degan. Namun ketika bersama Elvina, Aldeo justru selalu teringat Sandria.
Hubungan ketiganya makin kusut karena insiden ketidaksengajaan. Elvina yang meminjam laptop Aldeo untuk presentasi kelas, tidak sengaja memutar video pengakuan cinta Aldeo untuknya dulu. Di tengah dilema perasaan Aldeo pada Sandria, Elvina kemudian mendeklarasikan dirinya sudah jadian dengan Aldeo.
Ditulis dengan sudut pandang orang pertama, penulis menyusun narasi lewat point of view (POV) ketiga tokoh. Pembaca jadi tahu persis bagaimana perasaan Aldeo, Sandria, dan Elvina dengan segala ketidakjelasan hubungan mereka. Meski menggunakan tiga sudut pandang berbeda, tiap tokoh memiliki narasi yang saling berkesinambungan.
Dari ketiganya, pembaca bisa membedakan POV lewat jenis font yang berbeda. Meski memang setiap perpindahan POV selalu ditandai dengan penyebutan nama tokoh, penulis juga menggunakan gaya bahasa yang berbeda untuk setiap tokohnya. Hal ini membuat narasi ketiga tokoh terasa diceritakan oleh orang yang berbeda karena masing-masing punya ciri tersendiri.
Kekuatan bercerita juga bisa dirasakan dari penyusunan dialog. Kalau sedang bercerita adegan Aldeo dengan teman-temannya, terasa sekali vibes anak cowok SMA yang seru, lucu, dan bandel. Tidak ketinggalan juga banyolan khas tongkrongan remaja cowok yang konyol dan bikin ngakak.
Sayangnya, beberapa jokes terkesan seksis dan membawa stereotipe pada perempuan. Padahal kalau lawakan yang dibawakan tidak terlalu seksi, penulis pasti bisa mengolah kata-kata agar jokes mereka tetap lucu dan fresh. Walau demikian, penulis memang berhasil membangun gambaran geng remaja yang asyik.
Di sisi lain, tokoh Aldeo yang plin-plan juga berhasil bikin kesal. Antara penulis mau membuat pembaca geregetan atau karakter Aldoe dibuat sebagai tokoh nggak enakan, sehingga sepanjang konflik yang ada sebenarnya tercipta karena sikap Aldeo yang kurang tegas. Walau demikian, karakter Aldeo cukup mendapat peningkatan karena menuju akhir cerita, karakternya ditulis makin kuat.
Kalau berbicara ending, cara penulis mengakhirinya dengan open ending adalah keputusan yang tepat. Ditutup dengan adegan manis Aldeo yang mendekati Sandria lagi lewat DM Instagram, membuat kita sebagai pembaca ikut gemas sekaligus menerka hubungan mereka setelah ini.
Sayangnya, editor buku ini juga perlu dikomentari. Ada beberapa penulisan dan penggunaan tanda baca yang tidak konsisten. Sesekali masih ditemukan juga typo di beberapa bagian katanya. Akan tetapi, secara keseluruhan novel ini masih layak untuk jadi referensi bacaan yang ringan dan menghibur.
Identitas buku
Judul: Satu Kelas
Penulis: Citra Novy
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2018
Tebal buku: 356 halaman
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Overruled: Ambisi Dua Pengacara dalam Memperebutkan Kemenangan
-
Eks Pimpinan KPK Ungkap Latar Belakang Kasus Penyiraman Novel Baswedan
-
Buku Jingwei Menimbuni Lautan: Reinkarnasi Tragis dalam Mitologi Tiongkok
-
Kecewa ke Prabowo, Novel Baswedan Sebut Amnesti Hasto Tak Adil: Bagaimana dengan Pelaku Lain?
-
Ulasan Novel Api Jihad di Tanah Suriah: Jalan Tobat Mantan Tentara ISIS
Ulasan
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Review Buku 'Tahun Penuh Gulma': Suara Masyarakat Adat Melawan Rakusnya Korporasi
-
Meninggalkan Dunia Nyaman Demi Kebebasan Sejati: Menyelami Kisah 'Into The Wild'
-
Film Kuyank: Prekuel Saranjana yang Penuh Misteri Gelap!
-
The Lost Library: Menyusuri Jejak Rahasia Perpustakaan yang Hilang
Terkini
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar