Pengantin Remaja karya Ken Terate merupakan novel young adult yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2022.
Kali ini, Ken Terate menggunakan pendekatan cerita yang realistis dan menohok sehingga jalan cerita yang dihadirkan bisa dibilang cukup berani dan berbeda dari novel-novel dengan tema serupa.
Bahkan ia juga menyelipkan topik tentang kemiskinan, patriarki, hingga psikologi yang rentan terjadi pada remaja yang menikah di usia dini sehingga jalan cerita di novel ini terbilang sangat menarik meskipun cukup kompleks.
Mengisahkan tentang seorang remaja perempuan bernama Pipit yang memilih berhenti sekolah lantaran ingin menikah dengan lelaki idamannya yang bernama Pongky.
Segala nasihat dari guru sekolah, teman, dan keluarga yang ingin melarangnya menikah dini tidak dihiraukan Pipit karena ia sudah membayangkan pernikahan yang bahagia sekaligus hidup bersama Pongky.
Sayangnya tak lama setelah hari pernikahannya, Pipit langsung berhadapan dengan kenyataan pahit yang memukulnya pada realita mengerikan.
Keinginan hidup bahagia pasca menikah langsung patah begitu saja ketika Pipit menyadari Pongky bukanlah lelaki yang tepat sebagai kepala keluarganya.
Sikap manis yang ditunjukan Pongky dan ibu mertua saat awal berkenalan hanyalah topeng yang berguna untuk menyembunyikan perangai mereka yang sebenarnya. Satu per satu rasa pahit dicicipi Pipit setelah ia telah sah menjadi istri di usia yang baru menginjak 17 tahun.
Setelah menjalani bulan madu, Pipit terpaksa harus pindah ke rumah keluarga Pongky dengan dalih istri harus mengikuti suami. Namun, keadaan di rumah keluarga Pongky tidaklah senyaman di rumah Pipit karena ia harus berdesakan dengan anggota keluarga lainnya.
Bahkan Pipit dituntut untuk menyelesaikan semua urusan rumah, mulai dari mencuci baju, piring, hingga bersih-bersih, sementara Pongky hanya bersantai saja.
Keadaan makin buruk ketika Pongky tidak mau bertanggung jawab. Pongky tidak memberikan nafkah yang seharusnya ia berikan kepada Pipit, sering berbohong, hingga tidak mau membela ketika keluarganya menyalahkan Pipit.
Bahkan Pongky harus kehilangan pekerjaan dan gemar bermain-main dengan wanita yang ditemuinya di game online.
Puncak masalah di rumah tangga mereka adalah ketika Pipit nekat pergi ke Jakarta. Di sana ia mendapati banyak orang muda yang hidup bebas dan memiliki karier bagus.
Pandangan Pipit terhadap pernikahan pun mulai mengalami perubahan yang mendorongnya untuk membuat kesepakatan pernikahan dengan Pongky dan mulai hidup mandiri di sebuah kontrakan kecil.
Sayangnya, masalah terus datang karena Pongky tidak mau berubah. Bahkan ketika Pipit ingin mengajukan cerai, ia mendapati fakta bahwa dirinya tengah hamil di usia muda. Di titik ini, Pipit menyadari bahwa menikah adalah keputusan terbodoh yang pernah ia ambil ketika umurnya masih labil.
Ulasan Buku
Judul "Pengantin Remaja" mengadopsi latar belakang tokoh yang masih berusia 17 tahun dan 20-an awal. Novel ini bagai angin segar yang membawa potret realistis di tengah banyaknya cerita bertema serupa yang diromantisasi dengan kisah semua.
Bahkan jika pembaca juga mengharapkan alur yang romantis, jelas tidak ada di novel ini karena Ken Terate lebih memilih untuk menghadirkan sisi realistis pernikahan yang dilakukan di usia remaja.
Problematika yang ditulis dalam novel ini sesungguhnya patut dijadikan sarana untuk merefleksikan dampak negatif pernikahan dini. Mulai dari kondisi mental yang belum siap, keadaan finansial yang tidak stabil, hingga di pandang sebelah mata oleh masyarakat.
Satu per satu isu-isu tersebut diuraikan oleh penulis melalui pengalaman tokoh, dialog, narasi satir, dan peristiwa yang ditulis dengan menohok.
Tak jarang, beberapa adegan berhasil membuat pembaca naik pitam karena pola pikir tokoh yang keliru.
Emosi pembaca semakin diaduk-aduk dengan singgungan terhadap isu patriarki yang mengakar di masyarakat, misalnya saja ketika Pipit dituntut untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah dan dilarang melakukan segala hal. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Pongky yang masih bebas bermain-main setelah menikah.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa perempuan rentan mengalami pembatasan diri ketika sudah menikah dibandingkan dengan lelaki. Keadaan ini terjadi karena sistem patriarki yang memaksa perempuan untuk tunduk pada keinginan suami, meskipun merugikan diri sendiri.
Sebagai novel yang mengusung tema pernikahan dini, Pengantin Remaja berhasil menghadirkan cerita yang menyentuh hati.
Meskipun di beberapa bagian, pembaca akan dihadapkan dengan adegan yang membuat kesal dan emosional, ending novel ini sangat memuaskan karena Pipit berhasil keluar dari kubangan pernikahan yang merugikan dirinya sendiri.
Di samping itu, Ken Terate juga sangat andal menyusun narasi-narasi dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami.
Identitas buku
Judul: Pengantin Remaja
Penulis: Ken Terate
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2022
Tebal buku: 384 halaman
Baca Juga
-
Ulasan Novel Metamorfosa Samsa: Kisah Pria yang Berubah Jadi Serangga
-
CERPEN: Melepas Kenangan
-
Feminin hingga High-fashion! Ini 4 Inspirasi Outfit Natal ala Karina aespa
-
Ulasan Novel The Mint Heart: Romansa Gemas Reporter dengan Fotografer Cuek
-
Difabel Rentan Jadi Korban Bullying, Ini Pentingnya Ruang Aman Inklusif!
Artikel Terkait
-
Novel Teruslah Bodoh, Jangan Pintar: Ironi Cerdas di Tangan yang Salah!
-
Dulu Sempat Tak Ditanggapi, Aurelie Moeremans Kini Lega Isu Grooming Mulai Disadari Banyak Orang
-
Ulasan Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Lelah Hidup yang Sunyi
-
Joshua Suherman Terseret Viralnya Kisah Aurelie Moeremans, Banjir Ucapan Terima Kasih
-
Aurelie Moeremans Ngaku Terus Diganggu Pelaku Grooming Setelah Rilis Buku Broken Strings
Ulasan
-
Review Buku From Here to the Great Unknown: Sisi Manusiawi Keluarga Elvis Presley
-
Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub: Kritik Sunyi untuk Diktator
-
Novel Teruslah Bodoh, Jangan Pintar: Ironi Cerdas di Tangan yang Salah!
-
Ulasan Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Lelah Hidup yang Sunyi
-
Ulasan Novel Metamorfosa Samsa: Kisah Pria yang Berubah Jadi Serangga