Halo, Sobat Yoursay! Kalau kamu pencinta film horor yang nggak cuma bikin merinding tapi juga ngajak mikir, Sukma (2025) wajib banget masuk watchlist tontonan selanjutnya!
Disutradarai oleh Baim Wong, yang udah sukses bikin kita deg-degan lewat Lembayung (2024), film ini rilis di bioskop mulai hari ini, 11 September 2025.
Dengan durasi 1 jam 48 menit, Sukma nggak cuma memberikan. teror supernatural, tapi juga membahas soal isu sosial yang relate banget, seperti obsesi kecantikan dan ketakutan soal penuaan. Yuk, simak ulasannya langsung!
Sukma mengisahkan Arini (diperanin apik banget sama Luna Maya), seorang ibu yang pindah bareng keluarganya ke kota kecil buat mulai hidup baru.
Harapan buat ketenangan? Ya, sayonara! Semua berubah jadi mimpi buruk pas mereka nemuin cermin kuno di gudang rahasia rumah baru mereka.
Cermin ini bukan sembarang cermin, guys, tapi seperti portal ke dunia gaib yang bikin bulu kuduk berdiri. Bayangan aneh, suara misterius, sampai penampakan sosok perempuan tua bikin keluarga Arini ketar-ketir.
Nah, di tengah teror ini, muncul Bu Sri (Christine Hakim, yang aktingnya always on point), penjaga rumah yang ternyata menyimpan rahasia kelam soal cermin itu.
Apa hubungannya Bu Sri sama cermin? Dan apa benar cermin ini bisa bikin orang awet muda, tapi dengan harga mengerikan? Plotnya bikin aku nggak bisa kedip!
Ceritanya sendiri nggak cuma horor-hororan doang. Baim Wong dan penulis naskah Ratih Kumala cerdas banget menyisipkan tema filosofis.
Cermin di film ini jadi simbol ambisi manusia buat selalu cantik dan awet muda, sesuatu yang super relate di era media sosial kayak sekarang. Lewat teror gaib, Sukma mengajak kita semua ngaca (pun intended!) soal betapa jauhnya manusia bisa pergi demi obsesi keabadian.
Review Film Sukma
Kalau ngomongin cast, Sukma punya line-up yang nggak main-main. Luna Maya sebagai Arini benar- benar membawa emosi yang ngena. Dia nunjukin sisi rapuh sekaligus kuat sebagai ibu yang berjuang menjaga keluarganya dari teror.
Apalagi, Luna tampil tanpa makeup di beberapa scene, yang bikin karakternya makin autentik dan bikin aku connect sama perjuangannya.
Christine Hakim sebagai Bu Sri? Duh, legend banget! Dia bikin karakter yang misterius tapi penuh karisma, bikin aku bingung antara takut atau kasihan.
Oka Antara, Fedi Nuril, sama Amanda Soekasah juga menambah warna dengan akting yang solid. Fedi, yang debut di genre horor, surprisingly cocok banget di sini. Chemistry antar pemain bikin drama keluarga di tengah horor ini terasa nyata.
Secara visual, Sukma punya sinematografi yang ciamik. Rahmat Syaiful, sang sinematografer, pintar banget mainin cahaya dan bayangan buat bikin suasana mencekam. Scene cermin yang penuh refleksi bikin aku ngerasa diawasi, bro!
Efek CGI-nya, yang katanya dipoles selama enam bulan, juga nggak kaleng-kaleng. Baim Wong bilang sendiri kalau film ini bukan proyek instan, dan keliatan banget dari detailnya.
Scoring musik dari Aghi Narottama juga bikin jantungan, apalagi di momen-momen jumpscare yang bikin aku pengin teriak, “Astaghfirullah!”
Hal yang bikin Sukma berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya adalah cara dia mencampurkan horor psikologis sama drama keluarga. Ini bukan cuma soal hantu nari-nari di layar, tapi juga soal konflik batin Arini yang takut kehilangan keluarganya.
Plus, isu sosial tentang tekanan buat cantik dan awet muda bikin film ini relevan banget. Baim Wong berhasil bikin horor yang nggak cuma bikin takut, tapi juga mengajak refleksi.
Tapi, ada sedikit kekurangan. Beberapa plot twist mungkin agak ketebak buat penggemar horor garis keras, dan pacing di pertengahan film rada lambat.
Tapi, ini nggak ngurangin keseluruhan pengalaman nontonku, kok. Jumpscare-nya tetap bikin deg-degan, dan ending-nya cukup satisfying buat bikin aku diskusi sama teman-teman
Sukma adalah paket lengkap: horor yang bikin merinding, drama yang bikin mewek, dan pesan sosial yang bikin mikir. Dengan akting ciamik dari Luna Maya dan Christine Hakim, visual yang apik, plus sentuhan filosofis, film ini wajib ditonton buat kamu yang suka horor cerdas. Buat yang gampang takut, siapin ajak teman buat pegangan, ya!
Sukma tayang di bioskop mulai hari ini, 11 September 2025, dan kabarnya udah dapat deal distribusi di 20 negara, jadi ini bukti kalau horor Indonesia lagi naik daun. Rating akhir dari aku: 8.5/10. Gas, deh, ke bioskop!
Baca Juga
-
Review Film Henry's First Date: Misteri Ingatan yang Tereset Setiap Pagi
-
Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer
-
Review Film Dokumenter NAZA: Ketika Nyawa Manusia Diringkas Menjadi Angka!
-
Ulasan Siti Si Vampir: Kehangatan Keluarga di Balik Komedi Mistik yang Unik
-
Review The Rope Curse 4: Hadirkan Kisah Kutukan Tali Gantung dan Kuntilanak
Artikel Terkait
-
Pulau Dewata Dilanda Banjir Besar, Luna Maya Kritik Keras Pemda: Setop Eksploitasi Bali!
-
Tak Ada yang Menyangka, Ini yang Bikin Maxime Bouttier Mantap Nikahi Luna Maya
-
Review Film The Exit 8: Ketakutan Nyata di Lorong Stasiun yang Misterius
-
Review Film Siccin 8: Atmosfer Mencekam yang Gak Bisa Ditolak!
-
Ulang Tahun ke-42, Luna Maya Dibanjiri Hadiah Mewah dari Maxime Bouttier
Ulasan
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
-
Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction
-
Review Film Henry's First Date: Misteri Ingatan yang Tereset Setiap Pagi
Terkini
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?
-
Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas