SEVENTEEN, Boygrup asal Korea Selatan ini memang selalu dikenal dengan karya musiknya yang catchy, penuh cinta dan makna bagi anak muda.
Salah satunya lagu ‘Candy’, yang menjadi musik yang menggambarkan tentang bagaimana cinta itu terjadi.
Lagu K-Pop ‘Candy’ ini merupakan bagian track keempat dalam mini album ‘Spill the Feels’ yang dirilis pada 2024. Lagu ini dinyanyikan khusus oleh Vocal Team SEVENTEEN yakni Woozi, Joshua, Jeonghan, DK dan Seungkwan.
Musiknya yang halus ditambah dengan vocal yang memukau membuat para pendengar terhanyut dengan melodinya.
Seperti judulnya, ‘Candy’ yang bermakna ‘Permen’ ini menjaid salah satu perumpamaan cinta. Sesuatu yang kecil dan manis tetapi juga cepat habis dan terkadang menyisakan rasa pahit seperti cinta yang indah namun berakhir tragis.
Makna lagu ini tidak berhenti hanya pada gambaran cinta saja, akan tetapi di balik metafora permen, tersimpan refleksi mendalam tentang kehidupan, hubungan, dan proses pendewasaan diri.
Musik pop ini juga menyentuh sisi emosional bahwa cinta tidak selalu indah, ada pahitnya, ada luka yang harus diterima, tetapi semua itu tetap menjadi bagian penting yang membuat cinta terasa lebih nyata.
Hal ini juga diungkap SEVENTEEN melalui lirik pembukanya yang tertulis ‘Our love is like candy// Even in a small bite can make me feel better (Cinta kita seperti permen. Meski kecil bisa membuatku lebih baik)’ Dari sini menunjukkan sisi kebahagiaan yang didapat oleh si pelantun. Karena kebbahagiaan bisa datang dari mana saja bahkan dari hal-hal yang terbilang sederhana.
Kemudian, pada bagian verse-nya juga tertulis ‘Love is so bitter when it's the first time
I don't like it, what should I do?// Love is as hard as being an adult// But still, however, even so (Cinta terasa begitu pahit saat pertama kali. Aku tak menyukainya, apa yang harus kulakukan?. Mencintai itu sesulit menjadi dewasa. Tapi tetap saja, bagaimanapun, meski begitu)’
Dari bagian yang dinyanyikan oleh Jeonghan, Seungkwan dan DK ini mendeskripsikan tentang cinta tak selamanya manis tetapi pasti ada pahit, bingung hingga rasa sakit.
Hal ini sama sulitnya dengan proses menjadi dewasa. Mencintai juga membutuhkan keberanian dan kesabaran dalam menjalaninya, meski banyak rintangan tetap tak ada alasan untuk menyerah.
Dalam musik ini, SEVENTEEN juga menutip lagu dengan lirik yang penuh emosional yang bertuliskan ‘Our love is like candy// Even it hurts me inside every day// So I can smile once// We love each other like a candy (Cinta kita bagaikan permen// Meski itu menyakitkan hatiku setiap hari// Agar aku bisa tersenyum sekali// Kita saling mencintai bagaikan permen)’
Dari lirik ini menegaskan bahwa cinta memang menghadrkan luka tapi tetap ada kebahagiaan yang membuat semua kekurangan menjadi berharga. Layaknya permen, meski kecil tapi selalu membuat semua orang tersenyum Bahagia.
Lagu ‘Candy’ milik SEVENTEEN ini bukan hanya memberikan gambaran asam garamnya cinta, tetapi juga sebagai bentuk perenungan bagaimana kita memandang cinta dalam hidup.
Cinta tidak harus selalu besar, mewah dan sempurna tetapi harus saling melengkapi dan menghargai setiap momen kebersamaan.
Dari setiap makna baitnya juga sangat relevan dengan kehidupan banyak orang. Kita sering kali mencari cinta yang besar dan sempurna, padahal kebahagiaan sejati bisa datang dari hal-hal kecil.
Bahkan meski cinta tidak bertahan lama, kenangan manis yang ditinggalkan cukup untuk membuat hati tetap hangat. Jadi, bagaimana menurutmu?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ketika Kesempatan Tidak Pernah Setara: Pendidikan Inklusif atau Ilusi?
-
Bertahan di Tengah Keterbatasan: Strategi Sunyi Anak Pejuang Pendidikan
-
Di Balik Seragam Sekolah yang Sama, Ada Rasa dan Perjuangan Tak Setara
-
Hak yang Dikhianati: Ketika Pendidikan Dibiarkan Jadi Privilege
-
Di Lereng Merbabu, Saya Menemukan Rumah yang Tak Pernah Saya Cari Sebelumnya
Artikel Terkait
-
Lagu untuk Ayah! Miley Cyrus Bahas Memaafkan dan Berdamai di Lagu Secrets
-
Senandung Asmara oleh Anneth: Ungkapan Kasih Sayang Tulus untuk Seseorang
-
Ifan Seventeen Bahas Utang PFN Capai Rp2,7 Miliar: Bukan Bermaksud Menyalahkan..
-
Kilas Balik: 5 Momen Paling Krusial Bagi The Beatles
-
Soleh Solihun Sanjung Band Sukatani: Lantang, Mengajak Berdansa dan Mengusik Penguasa
Ulasan
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
Terkini
-
Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri: Tanda Emansipasi Setengah Jalan?
-
Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?
-
Lee Byung Hun Dikonfirmasi Bintangi Film Aksi Bela Diri Berjudul Nambeol
-
Tampil 13 Agustus, Musikal Frozen Korea Rilis Jajaran Pemain Utama
-
Sekolah Mengajarkan Etika, tapi Mengapa Banyak Kejahatan Lahir di Dalamnya?