Pernah dengar tidak kalau pikiran kita ini adalah investasi masa depan? Berpikirlah kamu jelek, maka hari-harimu akan dipenuhi insecurity dan berbagai macam gejolak perasaan rendah diri.
Nah, buku ini adalah gambaran terang-terangan bagaimana perasaan negatif membawa dampak pada kehidupan nyata.
I Think I Am Ugly adalah novel karya Isrina Sumia yang mengangkat tema klasik tentang perundungan, insekuritas fisik, dan pencarian makna cinta. Namun dikemas dengan sudut pandang yang hangat, religius, dan menggemaskan.
Meski premisnya terdengar familiar, novel ini berhasil berdiri kokoh lewat kekuatan karakter, dinamika emosi, serta pesan moral yang konsisten dan membumi.
Sinopsis Buku
Tokoh utama novel ini adalah Khanza Mia Amelia, gadis pintar, sholehah, dan penuh tanggung jawab yang sejak SMP hingga SMA harus menelan pahitnya perundungan. Julukan seperti buntelan kentut, gendut, hitam, dan jorok melekat padanya.
Hal itu meninggalkan luka panjang yang membentuk Mia menjadi pribadi yang sangat insecure. Ia tumbuh dengan perasaan tidak pantas dicintai, tidak layak dipilih, dan selalu pasrah terhadap nasib. Menyerahkan urusan cinta sepenuhnya kepada Tuhan.
Padahal, dunia seharusnya tidak sesempit itu dalam memaknai keindahan. Pesan inilah yang pelan-pelan dibangun Isrina Sumia sepanjang cerita. Mia mungkin tidak memenuhi standar kecantikan populer, tetapi ia memiliki hati yang bersih, jiwa yang sabar, dan keteguhan iman yang kuat.
Ia rajin membantu orang tua, mencintai keluarganya dengan sepenuh hati, serta tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat dan religius. Sebuah potret keluarga sakinah mawaddah warahmah yang menjadi fondasi kuat kepribadiannya.
Kehadiran Arkano Pringgo Hadibowo (atau Bowo) menjadi titik menarik dalam cerita. Bowo adalah kebalikan Mia secara lahiriah: tampan, flamboyan, narsis, populer, dan selalu menjadi pusat perhatian. Ia adalah sahabat Mia sejak SMA, sekaligus sumber konflik batin terbesar baginya. Perhatian Bowo yang konsisten membuat Mia diam-diam jatuh cinta, namun insekuritas membuatnya merasa mustahil untuk berharap lebih.
Yang menarik, Bowo justru jatuh cinta pada Mia bukan karena kasihan atau kompromi, melainkan karena kekuatan jiwanya. Keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan Mia membuat Bowo melihat cinta dari sudut pandang yang berbeda. Cinta dalam novel ini tidak berangkat dari rupa, tetapi dari rasa. Dari jiwa yang membuat seseorang ingin pulang, merasa cukup, dan dicintai tanpa syarat.
Kelebihan dan Kekurangan
Relasi Mia dan Bowo berjalan naik-turun, berkelindan dari masa SMA hingga dewasa. Isrina Sumia dengan rapi menyusun konflik emosional tanpa berlebihan. Alurnya padat, kompleks, namun tetap mengalir dan mudah diikuti.
Interaksi Mia dan Bowo terasa hidup. Kadang manis, kadang menyebalkan, tetapi sering kali menggemaskan. Nuansa ceria ini membuat novel terasa lebih ringan dibanding karya Isrina sebelumnya seperti Dia Yang Haram atau Cinta di Langit Aleppo yang sarat duka.
Namun untuk ukuran alur cerita cukup klise dan dikemas secara umum. Bab pertama membahas reuni SMA datang bersama pasangan. Lalu di bab kedua alurnya mundur ke masa-masa sekolah. Belum lagi karena mengambil tema yang cukup islami, tapi kedekatan kedua tokoh berlawanan jenis ini terlalu ambigu di masa pertemanan mereka.
Pesan Moral
Nilai religius menjadi benang merah penting dalam novel ini. Didikan orang tua Mia yang selalu melibatkan Allah dalam setiap keputusan hidup membuat Mia tetap punya pegangan, meski ia kerap terjebak dalam rasa rendah diri. Novel ini dengan halus mengingatkan bahwa iman tidak selalu menghapus luka, tetapi memberi kekuatan untuk tetap bersyukur dan bertumbuh.
Secara keseluruhan, I Think I Am Ugly bukan sekadar kisah romansa antara gadis insecure dan pemuda populer. Ia adalah cerita tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang cinta yang tidak terburu-buru menilai, dan tentang keindahan yang tidak selalu terlihat, tetapi bisa dirasakan. Novel yang membuat pembaca tersenyum sambil diam-diam belajar mencintai diri sendiri.
Identitas Buku
- Judul Buku: I Think I Am Ugly
- Penulis: Isrina Sumia
- Penerbit: MS Publishing
- Tebal buku: 519 halaman
- Tahun Terbit: Oktober 2022
- Genre: Romansa, Sekolah, Remaja
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Kunci Sehat itu Ya Bahagia! Tips Sehat di Buku Piknik Itu Perlu
-
Tetap Waras di Era Tak Tentu, Membaca Bebas Finansial ala Generasi Sandwich
-
Dari Perpustakaan ke Hamburg: Manis-Pahit Kisah Alster Lake
-
Bromo dan Kuda-Kudanya: Antara Pariwisata dan Kesejahteraan Hewan
-
Mengapa Tidak Semua Orang Kaya? Mengupas The Value Investors
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Pulang Nak, Ummi Rindu: Mimpi Buruk Para Anak Rantau
-
Ulasan 'Usai Sebelum Dimulai': Menyentuh Luka Hati dan Rindu Tak Terjawab
-
Ulasan Novel Baby To Be: Panjangnya Jalan Perempuan untuk Menjadi Ibu
-
Ulasan Novel Fahrenheit 451: Saat Buku menjadi Benda Paling Haram
-
Refleksi Keserakahan Manusia dan Kritik Penguasa dalam Antologi Puisi Negeri Daging Karya Gus Mus
Ulasan
-
Kunci Sehat itu Ya Bahagia! Tips Sehat di Buku Piknik Itu Perlu
-
Tetap Waras di Era Tak Tentu, Membaca Bebas Finansial ala Generasi Sandwich
-
Dari Perpustakaan ke Hamburg: Manis-Pahit Kisah Alster Lake
-
Dunia Milik Siapa? Bedah Rahasia Penguasa Bareng Noam Chomsky
-
Kenapa Luka Batin Tidak Pernah Hilang? Mengungkap 'Kerak' Trauma yang Membentuk Diri Anda
Terkini
-
Tayang 21 April, Daesung Bintangi Varietas Manly Men's Way of Traveling
-
Anime Sentenced to Be a Hero Umumkan Season 2 dan Proyek Game Baru
-
Tayang 29 April, Park Bo Young Bintangi Drakor Thriller Berjudul Gold Land
-
ENHYPEN Umumkan Fan Chant Baru untuk 18 Lagu Jelang Tur Dunia BLOOD SAGA
-
Varietas Rising Eagles 2 Tayang Paruh Kedua, Chanyeol EXO Jadi Pemain Baru