Lintang Siltya Utami | Shufya Nida
Novel Cahaya Cinta di Manchester Karya Hardius Usman. (Elek Media Komputindo)
Shufya Nida

Mencintainya di kota orang berarti belajar bertahan bersama. Menyusun mimpi di tempat yang luas, berbagi tawa dan saling menjadi tempat pulang, kehadirannya perlahan mengubah segalanya. Cinta itu tidak selalu mudah, tetapi justru karena tumbuh di tanah yang asing, ia menjadi lebih kuat, lebih jujur, dan lebih berarti. Pandangan tersebut turut tergambar dalam novel Hardius Usman.

Cahaya Cinta di Manchester adalah novel karya Hardius Usman yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2014. Novel ini berjumlah 240 halaman dan bercerita mengenai pertemuan manis di Kota Manchester.

Novel ini menceritakan Zachary dengan panggilan Zach yang berprofesi sebagai wartawan. Tujuannya datang ke Inggris untuk meliput berbagai berita, terutama yang berhubungan dengan musik dan olahraga. Selain itu, Zach juga berprofesi sebagai penulis buku dan novel. 

Di Manchester, Zach bertemu dengan seorang perempuan cantik yang sedang bekerja di gerai Fish and Chips. Sebagai naluri orang Indonesia, Zach dapat menebak bahwa perempuan cantik tersebut berkebangsaan yang sama dengannya. Tebakannya memang benar, perempuan tersebut memang berasal dari Indonesia dan bernama Ziva. Zach merasa dalam diri Ziva tersimpan banyak kisah tentang semangat dan perjuangan. Maka dari itu, Zach berkeinginan mengobrol dengan Ziva karena tertarik dengan kisah hidupnya.

Keduanya berjanji, bahwa setelah menonton pertandingan Manchester United, mereka akan mengobrol dan berkenalan. Sayangnya, Ziva tidak menepati janjinya. Gerai Fish and Chips bahkan tutup dengan lampu yang mati. Zach kecewa bukan main. Tapi tak berlangsung lama kekecewaanya, karena jika berada di posisi Ziva, Zach juga tidak akan bersedia mengobrol mengenai hidup dengan seseorang yang baru dikenalnya.

Beruntung, di keesokan harinya, takdir mempertemukan mereka berdua. Zach senang bukan main karena sedari awal, Ziva memang menarik perhatiannya. Ziva ternyata merasa bersalah karena telah ingkar janji dengan sengaja. Rupanya, janji tersebut membuatnya memikirkan perasaan Zach dan hal tersebut membuat Zach bahagia.

Pertemuan kedua ini akhirnya mereka bisa mengobrol dengan nyaman. Ziva membeberkan berbagai pengalamannya untuk mendapat beasiswa bersekolah di Inggris sejak S1 hingga S2 di bidang bisnis yang sekarang tengah dia jalani.

Dikarenakan Ziva sedang libur kuliah dan Zach juga memiliki rencana untuk semakin dekat dengannya, Zach menawarinya sebuah pekerjaan untuk menjadi tour guide selama Zach bekerja di Inggris. Ziva menyetujuinya karena tawaran tersebut memang menggiurkan.

Bertemu berkali-kali membuat mereka saling menaruh perasaan. Mereka saling tidak tahu latar belakang kehidupan masing-masing dan mungkin saja ada rahasia dalam diri mereka yang enggan untuk dibagi. Bisakah mereka saling menaruh percaya walau baru mengenal dengan waktu yang singkat? Dan bagaimana jika salah satu dari mereka ternyata menyimpan rahasia? Mampukah mereka tetap melangkah setelah rahasia tersebut terbongkar?

Jika ingin tahu bagaimana cerita ini berlanjut, kamu bisa membacanya dalam Cahaya Cinta di Manchester karya Hardius Usman.

Keunikan novel ini terletak pada penggambaran Kota Manchester yang di awal kita seperti diajak menonton pertandingan Manchester United. Latar tempat yang berbeda-beda membuat saya penasaran dan ingin masuk ke cerita untuk melihatnya sendiri betapa indahnya tempat yang mereka kunjungi.

Tidak disangka, novel ini mengandung beragam pesan moral yang bernilai edukatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dialog Ziva banyak mengandung arti kehidupan yang harus kita tanmkan dalam diri kita. Dengan pengetahuan yang termuat dalam dialognya, saya tidak heran dia tumbuh dengan cerdas sendirian di negara orang.

Ada beberapa pesan yang ingin saya bagikan dari novel ini yang harus kita tanamkan. Pertama, setinggi apapun sekolah seseorang tidak akan ada artinya tanpa kemauan dan kerja keras untuk belajar. Di zaman sekarang, kita mengetahui bahwa banyak orang yang hanya mementingkan jenjang pendidikan yang tinggi tanpa memperhatikan bidang ilmu yang dipelajari. Pendidikan dipandang sebatas simbol gengsi. Padahal, kesempatan menempuh pendidikan tinggi seharusnya dimanfaatkan untuk menggali ilmu pengetahuan secara mendalam dan lebih baik lagi, membagikannya kepada orang lain agar memberi manfaat yang lebih luas.

Pesan yang kedua, yaitu setiap manusia memang mempunyai jalan sendiri-sendiri dengan tantangan yang berbeda. Tidak sedikit manusia yang pada akhirnya menemukan kebahagiaan setelah melewati berbagai penderitaan, dan tidak sedikit manusia yang berakhir dengan kepedihan setelah menikmati tawa canda sepanjang hidupnya.

Ini menegaskan bahwa hidup tidak bisa dibandingkan antara satu orang dengan yang lain. Kebahagiaan dan kesedihan bersifat dinamis dan tidak pasti. Yang terpenting adalah keteguhan dalam menjalani proses hidup, bukan sekadar hasil akhirnya.

Masih banyak pesan moral yang dapat diambil dalam novel ini. Untuk itu, kamu dapat membacanya sendiri dan temukan makna pesan untuk dijadikan sebagai motivasi.