Perceraian kerap dipandang sebagai akhir dari segalanya. Seolah hidup berhenti tepat di titik ketika sebuah ikatan dilepaskan. Novel Setelah Putus karya Isrina Sumia hadir untuk mengajak kita membaca ulang anggapan tersebut. Dengan menawarkan kisah yang sunyi, getir, sekaligus jujur tentang kehidupan seorang perempuan setelah pernikahan yang ia bangun runtuh.
Tokoh utama novel ini, Fatimah, adalah perempuan paruh baya yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah sepuluh tahun pernikahannya berakhir akibat perselingkuhan suaminya, Wira.
Sinopsis Novel
Perceraian dalam novel ini tidak digambarkan sebagai ledakan emosi semata, melainkan sebagai proses panjang yang melelahkan. Penuh kompromi, penyangkalan, dan rasa kehilangan yang berlapis. Isrina Sumia dengan cermat menunjukkan bahwa memutus pernikahan ibarat memutus gerbong kereta: bukan hanya beban yang terlepas, tetapi juga kenangan, harapan, dan identitas diri yang ikut tercerabut.
Salah satu kekuatan utama Setelah Putus terletak pada sudut pandangnya. Isrina tidak memilih narasi perempuan muda yang “masih punya banyak kesempatan”, melainkan perempuan yang merasa hidupnya sudah berada di tengah jalan. Fatimah berkali-kali mempertanyakan nilai dirinya sendiri.
Tubuh yang tak lagi muda, peran yang berubah, dan status sosial yang bergeser drastis. Pertanyaan-pertanyaan ini terasa dekat dan nyata, terutama bagi pembaca yang jarang menemukan representasi perempuan paruh baya dalam fiksi populer.
Konflik semakin kompleks ketika perceraian Fatimah juga berdampak pada anak-anaknya. Dialog dengan Radit, anak sulungnya, menjadi salah satu bagian paling emosional dalam novel ini. Kalimat “Kita bukan barang rental” menampar kesadaran pembaca bahwa perceraian tidak pernah menjadi urusan dua orang saja.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Anak-anak bukan sekadar pelengkap cerita, melainkan subjek dengan luka dan kemarahan mereka sendiri. Isrina berhasil menggambarkan dinamika ini tanpa menggurui, tetapi tetap mengena.
Lapisan konflik lain yang membuat novel ini menarik adalah twist mengenai sosok Risa, perempuan yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Fatimah. Fakta bahwa Risa adalah adik tiri Fatimah menghadirkan dimensi baru tentang luka masa lalu, dendam keluarga, dan ketidakadilan yang diwariskan lintas generasi.
Di titik ini, Setelah Putus tidak hanya berbicara tentang pengkhianatan pasangan, tetapi juga tentang warisan trauma dalam keluarga.
Dari segi gaya bahasa, novel ini menggunakan diksi yang santai namun tetap puitis. Kalimat-kalimatnya mengalir dengan lembut, membuat pembaca larut dalam perenungan tokoh tanpa merasa dibebani narasi yang terlalu berat. Penggunaan beberapa sudut pandang juga membantu pembaca memahami kompleksitas karakter dan situasi yang dihadapi.
Namun, penyelesaian konflik dalam novel ini bisa menjadi pedang bermata dua. Isrina memilih akhir yang reflektif dan memberi pencerahan, alih-alih konfrontatif atau dramatis. Hal ini mungkin memberi kesan nanggung yang kurang greget untuk bagian eksekusi di akhir.
Bagi sebagian pembaca, pendekatan ini mungkin terasa terlalu sederhana atau kurang memuaskan. Tetapi bagi mereka yang mencari pemaknaan, bukan sensasi, akhir ini justru bisa jadi merupakan pilihan terbaik yang bisa dipilih dan mengakhiri cerita dengan cara paling damai.
Secara keseluruhan, Setelah Putus adalah novel yang berani dan relevan. Ia mengingatkan bahwa setelah perceraian, hidup tidak berhenti. Ia hanya berubah bentuk. Novel ini layak dibaca oleh siapa pun yang ingin memahami bahwa kehilangan, sepedih apa pun, tetap bisa menjadi awal untuk merawat diri dan menemukan ulang arti keluarga.
Identitas Buku
- Judul: Setelah Putus
- Penulis: Isrina Sumia
- Penerbit: MS Publishing
- Tahun Terbit: September 2023
- Jumlah Halaman: 462 Halaman
- ISBN: 978-623-9567-39-2
Baca Juga
-
Fakta Ironisnya: Ketika MBG Hanya Menanggung 1/9 Biaya Makan Keluarga
-
Empati Tidak Harus Menunggu Korbannya Menjadi Keluarga Kita
-
Negara Ring of Fire, Mengapa Anggaran Bencana Masih Seperti Lelucon?
-
Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab
-
Kemiskinan Turun atau Standarnya yang Terus Disesuaikan?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Jangan Lupa Bahagia: Tamparan Realita Hidup Generasi Sandwich
-
I Am Not Happy!: Cerita Quokka tentang Perasaan yang Sering Disalahpahami
-
Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius
-
Ulasan Novel Sang Pemanah: Menemukan Makna Hidup dari Sebuah Anak Panah
-
Ulasan 18 Again: Penyesalan yang Mengajarkan Arti Memahami Keluarga
Terkini
-
Sinopsis Fragments of Truth, Drama China Terbaru Huang Jun Jie di Youku
-
Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?
-
Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak
-
Vredeburg Game On, Arena Edukasi Anak Panti oleh Loka Bestari
-
Rilis PV Baru, Anime PSYREN Hadirkan Misteri Bertema Kekuatan Psikis