Pendidikan Kaum Tertindas adalah karya yang harus dimiliki oleh siapapun yang ingin memahami bahwa penindasan saat ini tidak lagi berkaitan dengan aspek fisik, melainkan lebih kepada pengekangan pikiran. Buku ini ditulis oleh Paulo Freire, seorang tokoh pendidikan dari Brasil yang lahir pada tahun 1921. Dibesarkan oleh seorang ayah yang bertugas sebagai polisi militer dan seorang ibu yang periang, Freire tumbuh dengan prinsip-prinsip kasih sayang, komunikasi, dan penghargaan terhadap pandangan orang lain—prinsip-prinsip ini kemudian menjadi dasar pemikiran utamanya.
Sinopsis: Melawan "Sistem Bank" dalam Belajar
Buku ini mengungkapkan pemikiran yang mendalam tentang pentingnya pendidikan yang memberdayakan. Freire sangat mengkritik model pendidikan tradisional yang ia sebut sebagai "Sistem Bank". Dalam pendekatan ini, pengajar berperan sebagai pemilik pengetahuan, sedangkan siswa hanya dianggap sebagai wadah atau tempat penyimpanan. Siswa ditempatkan sebagai objek yang pasif tanpa adanya interaksi yang sebenarnya.
Menurut Freire, metode pendidikan semacam ini hanyalah sarana untuk mendominasi dan "menjinakkan" individu agar patuh pada sistem yang menindas. Sebagai jalan keluar, Freire mengusulkan pendidikan untuk orang-orang yang tertekan yang harus dibangun bersama mereka, bukan untuk mereka. Perjuangan ini memerlukan Praksis, yaitu proses yang berkelanjutan antara pemikiran dan tindakan nyata. Tujuan akhirnya adalah mengembalikan kemanusiaan yang telah dicuri melalui peningkatan kesadaran.
Kelebihan dan Kekurangan
Dari segi nilai, buku ini sangat menarik mulai dari judul yang memicu rasa ingin tahu hingga kontennya yang kaya dengan istilah ilmiah. Membaca buku ini dapat memperluas pengetahuan teoretis dan meningkatkan kemampuan kritis kita dalam memahami realitas pendidikan. Freire berhasil menampilkan perbedaan mencolok antara tindakan "Antidialogik" yang memaksa individu untuk patuh, dan tindakan "Dialogik" yang bersifat kolaboratif serta membangun kesatuan untuk mengubah struktur yang menindas.
Namun, kita harus mengakui bahwa buku ini cukup sulit dipahami oleh pembaca biasa. Penggunaan bahasanya seringkali rumit karena mengandung banyak istilah ilmiah yang tidak umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sayangnya, buku ini juga tidak memiliki glosarium, sehingga pembaca yang kurang memiliki pengetahuan dasar dalam pendidikan atau sosiologi mungkin akan kesulitan dalam mengikuti konsep-konsep pemikiran Freire yang kompleks.
Secara keseluruhan, pemikiran Paulo Freire dalam tulisan ini berfungsi sebagai tanda peringatan untuk dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya dialog dan penumbuhan kesadaran, pendidikan hanya akan mempertahankan siklus yang sama di mana mereka yang sebelumnya tertekan malah berubah menjadi penindas yang baru. Tulisan ini merupakan ajakan bagi kita semua untuk tidak lagi menjadi "wadah kosong" dan mulai berani menyuarakan pendapat kita sendiri untuk menciptakan perubahan di dunia. Jika menyenangkan sebarkan, jika tidak, beritahu!.
Identitas Buku:
- Judul: Pendidikan Kaum Tertindas (Pedagogy of the Oppressed)
- Penulis: Paulo Freire
- Tahun Terbit Pertama: 1970 (Bahasa Inggris), 1972 (Bahasa Portugis)
- Penerbit (Indonesia): LP3ES, Narasi, Medpress Digital
- Genre: Pendidikan, Sosial, Pedagogi Kritis
- ISBN: 6025792429, 9786025792427
Baca Juga
-
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Alasan Bertahan di Balik Depresi
-
Nostalgia Film 5 cm: Antara Keindahan Mahameru dan Kekuatan Persahabatan
-
Dua Dini Hari: Noir Lokal tentang Konspirasi dan Nasib Anak Jalanan
-
500 Days of Summer: Mengapa Cinta Saja Tidak Pernah Cukup
-
Wajib Baca! 5 Rekomendasi Buku yang Cocok untuk Self-Healing dan Refleksi Diri
Artikel Terkait
Ulasan
-
Seri Kedua Novel Na Willa: Konflik dan Kisah Lama Masa Kanak-Kanak
-
Review Film Primate (2025): Teror Mencekam Simpanse Ganas Tanpa Efek CGI
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Film Sebelum Dijemput Nenek: Horor Lokal dengan Sentuhan Modern
-
Review Buku Wonderful Muslimah Karier: Sukses Berkarya Tanpa Melupakan Syariat
Terkini
-
Kerja Keras Tanpa Tabungan: Potret Rapuh Finansial Anak Muda
-
35 Tahun Berlalu, Sam Raimi Sebut Sekuel Film Darkman Sedang Disiapkan
-
Shinji Koyote Umumkan Pernikahan, Tulis Surat Menyentuh untuk Penggemar
-
ASN Baru dari Program MBG: Konsekuensi Panjang dan Nasib Keberlanjutan
-
Ditunggu Fans, Jeno dan Jaemin Siap Debut Sub-unit NCT JNJM 23 Februari