Lima Sekawan adalah seri buku petualangan anak yang ringan dan sederhana, tetapi sarat makna tentang kebersamaan, keberanian, dan rasa ingin tahu. Seri pertamanya, Di Pulau Harta (Five on a Treasure Island) karya Enid Blyton yang terbit pada 1942, membuka rangkaian petualangan ikonik Lima Sekawan.
Buku ini memperkenalkan kelima tokoh utama yang juga terpampang di sampul buku, yakni Julian, Dick, George, dan Anne, serta seekor anjing setia bernama Timmy. Mereka berlima kerap melakukan perjalanan ke tempat-tempat asing yang tanpa diduga selalu berujung pada misteri yang harus dipecahkan bersama.
Petualangan di Pulau Kirrin bermula dari liburan Julian, Dick, dan Anne ke rumah Paman Quentin yang berada di daerah pesisir Inggris. Di sanalah mereka bertemu dengan sepupu mereka, George, dan anjing kesayangannya, Timmy. Keluarga George memiliki tanah yang cukup luas, termasuk sebuah pulau kecil yang terletak tidak jauh dari pantai.
Pulau itu bernama Pulau Kirrin, dikelilingi karang-karang tajam sehingga tidak ada warga yang berani mendekatinya karena perahu bisa karam sewaktu-waktu. Namun, George mengetahui celah aman di antara karang-karang tersebut. Berbekal pengetahuan itu, ia mengajak keempat kawannya berpetualang menuju Pulau Kirrin.
Tidak jauh dari pulau tersebut, terdapat reruntuhan kapal milik leluhur George yang telah lama tenggelam. Suatu hari, badai besar melanda dan secara ajaib mengangkat bangkai kapal itu ke permukaan hingga tersangkut di karang. Kabar ini cepat menyebar, disertai desas-desus tentang harta karun milik seorang pelaut besar. Wartawan, wisatawan, dan pemburu harta karun pun berdatangan.
Saat berkunjung ke pulau, badai dahsyat kembali terjadi dan memperjelas keberadaan kapal karam itu. Di dalam bangkai kapal, Lima Sekawan menemukan sebuah peti berisi peta yang menunjukkan lokasi emas tersembunyi di dasar puri. Sayangnya, keberadaan peta tersebut juga diketahui oleh sekelompok penjahat yang berpura-pura ingin membeli Pulau Kirrin.
Pencarian emas dan pertemuan dengan para penjahat tak terduga membawa Lima Sekawan ke dalam petualangan yang menegangkan, penuh kecerdikan, dan nyaris mencelakakan mereka. Tidak hanya mengisahkan serunya mencari harta karun, cerita ini juga menyisipkan pesan-pesan tentang persahabatan.
Kelebihan
Novel ini sangat asyik dibaca karena menggunakan bahasa yang ringan dan sederhana. Alur dan plot yang mengalir membuat cerita tidak membosankan dan bahkan bisa diselesaikan dalam sekali duduk.
Deskripsi karakter serta detail visual tempat digambarkan dengan baik sehingga imajinasi pembaca terasa hidup dan indah.
Kekurangan
Kisah dalam buku ini tergolong sederhana, sehingga mungkin kurang memuaskan bagi pembaca yang mengharapkan petualangan besar dengan konflik berat dan tantangan kompleks.
Namun, hal ini kembali pada tujuan awal buku yang memang ditujukan untuk anak-anak dan remaja.
Identitas Buku
- Judul: Lima Sekawan: Di Pulau Harta
- Judul Asli: Five on a Treasure Island
- Penulis: Enid Blyton
- Penerjemah: Agus Setiadi
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit Pertama (Inggris): 1942
- Tahun Terbit Pertama (Indonesia): 1978
- Genre: Fiksi Petualangan, Misteri
- ISBN: 9786020321295
Baca Juga
-
Ilusi Kuliah Murah: Jerat 'Hidden Expectation' di Balik Brosur Beasiswa
-
Menyoal Pungutan Galon dan Redefinisi Infak Pembangunan di Madrasah
-
Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat
-
Bungkam Suara: Saat Kebebasan Berbicara Malah Menjadi Senjata Makan Tuan
-
Simalakama Kucing Liar: Antara Kasih Sayang dan Ancaman Invasi Biologis
Artikel Terkait
-
Review Novel Kubah Ahmad Tohari: Kisah Menyentuh Tentang Kesempatan Kedua
-
A Score to Settle: Kisah Balas Dendam Nicolas Cage yang Penuh Kerentanan, Malam Ini di Trans TV
-
Spider-Man 2: saat Peter Parker Berada di Titik Terendah, Malam Ini di Trans TV
-
Film Horor Rajah Siap Tayang, Aditya Zoni dan Samuel Rizal Dalami Sisi Gelap Manusia
-
Lebih dari Sekadar Sekuel, Teman Tegar Maira Bawa Misi Penyelamatan Hutan Papua
Ulasan
-
Sinisme Ghost in the Cell, Saat Kematian Disulap Jadi Karya Seni
-
Mengulik Petrova Line, Garis Ancaman Kiamat dalam Film Project Hail Mary
-
Hitung Mundur Mimpi Buruk dalam Something Very Bad is Going to Happen
-
Taman Ngronggo Kediri: Ruang Singgah untuk Tertawa dan Menenangkan Diri
-
Trauma dan Beban Mental yang Ditularkan Lewat Film Grave of the Fireflies