Memburu Kereta Api Hantu merupakan seri ketujuh dari petualangan Lima Sekawan karya Enid Blyton, yang selalu menghadirkan kisah detektif ringan dalam suasana liburan musim panas. Tokoh-tokohnya masih sama: Julian, Dick, Anne, George, serta anjing kesayangan mereka, Timmy.
Sinopsis
Pada liburan musim panas kali ini, Lima Sekawan mendapat izin untuk berkemah di sebuah dataran tinggi yang jauh dari keramaian. Mereka ditemani oleh Pak Luffy, seorang guru tua pecinta serangga yang sudah mulai pikun. Hari-hari awal di perkemahan berjalan normal dan menyenangkan, sampai suatu hari Julian mendengar suara aneh seperti gemuruh yang berasal dari bawah bukit.
Anne juga mengalami kejadian serupa saat menyusuri sungai yang mengalir ke bawah bukit. Suara bergemuruh itu muncul bersamaan dengan kepulan asap dari bawah tanah. Anne yang panik bahkan sampai berlari terguling-guling karena mengira mereka berada di atas gunung api yang akan meletus.
Sementara itu, George, Julian, dan Dick ramai membicarakan kunjungan mereka ke sebuah rumah pertanian sederhana. Anehnya, rumah pertanian itu tampak tidak biasa karena banyak truk-truk modern mondar-mandir di sekitarnya. Rasa penasaran membawa mereka terus berjalan hingga menemukan rel-rel tua di dalam sebuah terowongan yang sudah lama tidak dipakai. Di sana juga terdapat gerbong-gerbong kereta yang terbengkalai.
Ketika Dick dan Julian mencoba mendorong sebuah gerbong usang, tiba-tiba muncul seorang pria menyeramkan bernama Pak Sam si kaki kayu. Ia menakut-nakuti mereka dengan cerita tentang kereta api hantu, kereta tanpa masinis dan tanpa penumpang yang konon bisa membawa pergi orang-orang yang mendekat. Pak Sam melarang mereka datang ke tempat itu lagi.
Namun, namanya juga Lima Sekawan—semakin dilarang justru semakin penasaran. Mereka menolak percaya pada hal mistis dan yakin bahwa kereta itu pasti memiliki rahasia yang masuk akal. Petualangan mereka kemudian ditemani oleh seorang anak dari rumah pertanian bernama Jock, meskipun ia harus menghadapi ayah tirinya yang galak, Tuan Andrews. Tuan Andrews terus melarang mereka mendekati rel dan terowongan, tetapi Lima Sekawan tetap saja kembali ke sana.
Hingga suatu pertengkaran membuat mereka berselisih dengan George. George yang kesal akhirnya pergi menyusuri terowongan sendirian bersama Timmy. Namun malang, mereka justru terperosok ke dalam lubang hawa yang dipenuhi arang dan jelaga.
Dick, Julian, dan Jock segera menyusul. Di dalam terowongan mereka bertemu Pak Tucky, seorang pekerja terowongan lama yang mengatakan bahwa terowongan tersebut seharusnya sudah buntu karena ditutup oleh tembok. Akan tetapi, keanehan semakin menjadi-jadi ketika kereta api hantu benar-benar datang tanpa suara. Mereka mengikutinya, namun kereta itu ternyata tidak keluar dari terowongan sebelahnya seperti yang seharusnya.
Tiba-tiba, Tuan Andrews datang bersama kawanannya dan menangkap mereka semua. Jock bahkan sempat ditampar oleh ayah tirinya sendiri. Lima Sekawan kemudian diikat dan dimasukkan ke dalam lubang tersembunyi yang ditutup tembok.
Untungnya, George dan Timmy yang sudah berada di dalam lebih dulu berhasil menyelamatkan mereka. Mereka kemudian menyusuri gerbong-gerbong kereta dan menemukan peti-peti berisi barang timbunan seperti wiski dan brendi, yang ternyata diselundupkan dan dibawa menuju rumah pertanian menggunakan truk-truk modern yang sebelumnya mereka lihat.
Sementara itu, Anne yang berada di luar segera mencari Pak Luffy dan berhasil menghubungi polisi untuk meminta pertolongan. Pada akhirnya, Tuan Andrews dan komplotannya berhasil ditangkap karena terbukti menjadi penadah barang curian.
Kelebihan Cerita
Novel ini cocok untuk anak-anak maupun remaja karena menghadirkan petualangan yang seru namun tetap ringan. Nilai persahabatan, kejujuran, keberanian, dan integritas terasa kuat dalam alur ceritanya. Selain itu, nuansa klasik khas Enid Blyton membuat cerita ini terasa hangat, seperti dongeng petualangan era lama.
Ilustrasi-ilustrasi sederhana di dalam buku juga memperkuat kesan jadul yang antik, seolah pembaca benar-benar dibawa ke masa ketika misteri terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kekurangan Cerita
Alur cerita cukup lambat pada bagian tengah, sehingga beberapa bagian mungkin terasa berulang sebelum konflik utama mencapai puncaknya. Namun hal ini masih wajar untuk gaya penulisan petualangan klasik.
Identitas Buku
Judul: Lima Sekawan: Memburu Kereta Api Hantu
Penulis: Enid Blyton
Alih Bahasa: Agus Setiadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Ke-35, April 2025
ISBN: 9786020321271
Baca Juga
-
Menelusuri Fantasi Berlatar Bugis-Makassar Yang Memukau Dalam Barichalla
-
Mengenang Perjuangan Penyintas Tsunami Aceh dalam Hafalan Shalat Delisa
-
Bukan Cinderella: Pernikahan Beda Kasta yang Tak Semanis Dongeng
-
Eksplorasi Ekologi dan Nasib Hiu di Papua Nugini dalam The Shark Caller
-
Deru Gunung Karya Yasunari Kawabata: Potret Kehidupan dalam Sastra Jepang
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mengenang Perjuangan Penyintas Tsunami Aceh dalam Hafalan Shalat Delisa
-
Dari Novel ke Film: The Housemaid Sebuah Thriller Psikologis yang Mencekam
-
Nyi Sadikem: Menguak Rahasia Tradisi Gowok dan Keteguhan Perempuan Jawa
-
Ulasan Buku Toko Tukar Tambah Nasib: Saat Rumput Tetangga Tak Sehijau Kelihatannya
-
Bukan Cinderella: Pernikahan Beda Kasta yang Tak Semanis Dongeng
Terkini
-
5 Alasan Sung Jin-woo Solo Leveling Bisa Mengalahkan Goku Dragon Ball!
-
4 Padu Padan Outfit Hitam ala Jin BTS yang Bikin Look Lebih Naik Level
-
Bernasib Sama, Mengapa para Suporter Bisa Lebih Ikhlas dengan Kegagalan Timnas Futsal Indonesia?
-
4 Serum Korea Diperkaya Propolis Atasi Jerawat, Iritasi, dan Kulit Kering
-
Jung Hae In dan Go Youn Jung Ramaikan Program Baru, The Secret Friends Club