Project Y adalah film neo-noir crime drama asal Korea Selatan yang dirilis pada 2025, disutradarai oleh Lee Hwan. Film ini menandai transisi sutradara dari film independen seperti Park Hwa-young (2018) dan Young Adult Matters (2021) ke ranah komersial. Dibintangi duo bintang Han So-hee dan Jeon Jong-seo, film berdurasi 109 menit ini memadukan elemen thriller, kekerasan brutal, dan drama emosional. Premier dunia di Toronto International Film Festival (TIFF) pada 10 September 2025, film ini langsung menarik perhatian global berkat chemistry magnetis para pemeran utama.
Sinopsis: Dua Sahabat di Jurang Keputusasaan
Cerita berpusat pada dua wanita teman sebaya yang hidup di pinggiran kota glamor. Mereka merencanakan pencurian audasius: mencuri emas batangan senilai 6 juta dolar AS dan melarikan diri. Plot ini terinspirasi dari tema survival dan ambisi, di mana karakter utama terjebak dalam jaringan kejahatan yang melibatkan uang hitam, pengkhianatan, dan kekerasan. Tanpa spoiler, narasi dibangun melalui lapisan misteri, di mana persahabatan diuji oleh greed dan desperation. Struktur cerita non-linear, dengan flashback yang memperkaya backstory, membuat penonton terus menebak. Namun, beberapa kritikus menilai skenario lebih cocok untuk platform streaming daripada layar lebar, karena ritme yang kadang terasa panjang.
Review Film Project Y
Han So-hee memerankan karakter yang tangguh namun rapuh, seorang wanita yang terdorong oleh masa lalu kelam. Penampilannya penuh intensitas, seperti dalam adegan aksi di mana ia menunjukkan kemampuan fisik yang mengesankan. Han, yang dikenal dari serial Gyeongseong Creature, membawa nuansa emosional yang dalam, membuat karakternya relatable meski dalam situasi ekstrem.
Sementara Jeon Jong-seo, bintang Ballerina, berperan sebagai mitra yang lebih impulsif dan karismatik. Chemistry mereka adalah jantung film: dari momen lucu hingga konflik dramatis, interaksi keduanya terasa autentik dan elektrik. Mereka berhasil beralih antara gaya prestige stylish dan grit berdarah, menciptakan dinamika yang memikat. Pendukung seperti Kim Shin-rok, Jung Young-joo, Lee Jae-kyun, YooA, dan Kim Sung-cheol menambah kedalaman. Kim Shin-rok sebagai antagonis memberikan ancaman yang dingin, sementara YooA membawa elemen misterius yang segar.
Sutradara Lee Hwan membawa visi unik ke Project Y. Gaya visualnya neo-noir: pencahayaan neon kota malam, warna kontras merah dan emas yang melambangkan kekayaan dan bahaya. Sinematografi oleh tim produksi Climax Studio dan WOWPOINT menangkap estetika urban yang gelap, mirip film-film seperti Oldboy atau The Handmaiden.
Adegan kekerasan brutal—dari perkelahian tangan kosong hingga pengejaran mobil—dieksekusi dengan presisi, tapi tidak berlebihan. Soundtrack yang moody, campuran electronic dan orchestral, memperkuat tensi. Namun, transisi ke komersial membuat beberapa elemen terasa formulaik, seperti twist yang mudah ditebak. Lee Hwan tetap mempertahankan tema sosial dari karya sebelumnya: kemiskinan, marginalisasi perempuan, dan mimpi yang rusak di masyarakat kapitalis.
Tema utama adalah persahabatan wanita di tengah krisis. Film mengeksplorasi bagaimana tekanan ekonomi mendorong orang biasa ke tindakan ekstrem. Ini bukan sekadar heist movie; ada lapisan emosional tentang trauma, pengampunan, dan identitas. Kritik sosial halus terhadap masyarakat Korea modern, di mana kemewahan kota menyembunyikan keputusasaan. Elemen kekerasan menambah grit, tapi film juga punya momen intim yang menyentuh. Secara keseluruhan, Project Y berhasil sebagai hiburan crime, meski tidak revolusioner. Skor IMDb 5.9 dari 349 review menunjukkan respons campur: dipuji chemistry dan visual, dikritik plot yang kurang orisinal.
Kelebihannya kurasa ada pada penampilan duo lead yang memukau, visual stylish, dan pace yang menjaga ketegangan. Kekurangannya sih menurutku, pada beberapa subplot terasa dangkal, dan durasi bisa lebih ketat. Cocok untuk penggemar thriller Korea seperti Parasite atau genre neo-noir.
Film ini rilis teatrikal di Korea Selatan pada 21 Januari 2026, diikuti VOD pada 6 Februari 2026 melalui platform seperti WAVVE dan Apple TV. Di Indonesia, tayang di bioskop mulai 6 Maret 2026 melalui Prima Cinema Multimedia. Sejak tayang, film ini telah menarik penonton lokal yang antusias dengan K-drama, meski kompetisi dengan blockbuster Hollywood. Kalau kamu suka cerita yang membahas perempuan tangguh dan aksi intens, Project Y layak ditonton! Rating pribadiku: 7/10.
Baca Juga
-
Review Film Exhuma: Ketegangan Mistis Dukun Muda Melawan Teror Roh Terkutuk
-
Jujutsu Kaisen: Awal Mula Kutukan dan Retaknya Hubungan Gojo serta Suguru!
-
Materialists: Film dengan Refleksi Mendalam tentang Nilai Cinta yang Sejati
-
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban: Ancaman Nyata Ramalan Kematian!
-
Assassination Classroom the Movie: Sebuah Ikatan Kuat Antara Guru dan Murid
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Exhuma: Ketegangan Mistis Dukun Muda Melawan Teror Roh Terkutuk
-
Di Balik Lapangan Hijau: Ambisi dan Kekuasaan dalam Film Mexico 86
-
Jujutsu Kaisen: Awal Mula Kutukan dan Retaknya Hubungan Gojo serta Suguru!
-
Menjelajah Luka Sejarah dan Birahi Cinta dalam Buku Manjali Karya Ayu Utami
-
Review Novel Cahaya Teduhan Luka: Saat Dosa Orang Lain Menjadi Beban Hidup
Terkini
-
Karya Seni Tanpa Sampah, Begini Seniman Manfaatkan Limbah Jadi Media Seni
-
Saat MBG Tersendat, yang Ribut Bukan Siswa: Sebenarnya yang Lapar Siapa?
-
Jo Jung Suk, Park Hae Soo, dan Soo Hyun Resmi Bintangi Drakor Paper Man
-
Blue Lock Season 3 Resmi Berjudul Neo Egoist League, Michael Kaiser Muncul!
-
Praktis! 4 Base Makeup Lokal yang Gabungkan Foundation dan Concealer