Sekar Anindyah Lamase | Ade Feri
Buku I See You Like A Flower (Dok.Pribadi/Ade Feri)
Ade Feri

Sudah banyak sekali buku bahasa asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Salah satu yang bisa dibilang banyak peminat dan penggemarnya adalah buku-buku sastra dari Korea Selatan. Berangkat dari tren di buku Asia inilah, hadir sebuah terjemahan penuh makna dalam kumpulan buku puisi karya Na Tae Joo.

Buku ini berisi sekumpulan puisi Na Tae Joo yang diterbitkan secara daring kemudian dikurasi berdasarkan pilihan pembaca. Tak heran kalau puisi-puisi yang hadir di dalamnya cukup berhasil menggambarkan perasaan manusia yang beragam. Mulai dari perasaan cinta, rindu, kagum, patah hati, hingga keinginan untuk terus hidup menjadi topik menarik yang digambarkan sang penulis dengan sentuhan unsur-unsur alam.

Buku ini terdiri dari tiga bagian, yang masing-masing memuat puisi berjumlah 43 puisi di bagian pertama dan 36 puisi di bagian kedua dan ketiga. Hal yang menarik dari puisi-puisi di buku ini adalah hampir semua judulnya menggunakan perumpamaan terhadap unsur alam, seperti pohon, bunga-bunga, dan musim.

Puisi-Puisi yang Dibingkai Keindahan Alam

Satu hal yang membuat buku ini menarik adalah konsep kesederhanaan yang diangkat. Meksi Na Tae Joo tidak secara gamblang menyebut kalau ia ingin mengusung konsep itu, tetapi tulisan-tulisannya justru mengatakan hal demikian. Dari setiap kata dan perasaan yang ia tuangkan, pembaca bisa tahu kalau penulis memang ingin menyampaikan emosi dan perasaan manusia dengan cara yang mudah dipahami.

Sejujurnya, puisi yang penulis tuangkan dalam buku ini juga terbilang melankolis dan romantis. Nuansa itu sudah terasa kendal sejak membuka bagian pertama dan cukup konsisten juga hingga bagian ketiga. Meski perlu disclaimer kalau tidak semua puisi di buku ini juga melulu membicarakan cinta dan perasaan romantis lainnya.

Selain karena kesederhanaan dan kejujuran yang diungkapkan dalam setiap kata-katanya. Buku ini hadir dengan bentuk puisi yang singkat dan tidak berbelit. Mulai dari penggunaan kata yang mudah dipahami, kalimat yang lugas, dan jumlah bait yang pendek membuat pembaca mudah memahami maknanya dan dijamin tidak akan bosan membaca.

Salah satu puisi yang menarik adalah puisi dengan judul "Boneka Buruk Rupa". Hanya terdiri dari tiga bait dengan setiap baitnya hanya ada dua kalimat. Sangat singkat, tetapi Na Tae Joo berhasil mengungkapkan rasa kagum pada orang yang dicintainya dengan lugas.

Puisi lain yang menarik perhatian adalah puisi-puisi yang diberi judul "Bunga Liar" dan "Bunga Krisan". Puisi dengan judul ini tersedia dalam beberapa versi dan ditandai dengan angka. Setiap versi menyampaikan pesan dan makna yang berbeda-beda. 

Contohnya adalah puisi "Bunga Liar - 3" yang hanya terdiri dari tiga kalimat saja. Puisi tersebut berbunyi seperti di bawah ini:

Jangan menyerah dan hiduplah.

Mekarlah bunga.

Betapa indah.

Siapa pun yang membaca puisi itu akan langsung tahu maksud yang ingin disampaikan penulis. Hal itu juga turut membuktikan kalau puisi yang bagus tidak perlu kata-kata berbelit, yang penting bisa disampaikan dengan baik dan indah kepada pembacanya.

Di sisi lain, buku kumpulan puisi ini memanglah hadir untuk menyampaikan pesan dan kesan cinta. Namun, perasaan cinta pun banyak bentuknya sehingga kita sebagai pembaca bisa merasakan keberagaman rasa cinta yang diusung penulis. Ada cinta kepada kekasih, orang tua, hingga rasa cinta yang membawa kepedihan karena patah hati. Bisa dibilang, buku ini juga menawarkan perasaan yang kompleks dan lengkap dalam satu paket! 

Selain keindahan kata-katanya, buku ini juga dilengkapi ilustrasi bunga dan sesekali ada selipan kebudayaan Korea Selatan yang khas. Overall, buku ini cocok banget jadi bacaan kamu selanjutnya! Apalagi kalau kamu ingin coba memperluas genre bacaan dan mengenal sastra dari mancanegara.

Identitas Buku

Judul: I See You Like A Flower 

Penulis: Na Tae Joo

Alih bahasa: Hyacinta Louisa

Penerbit: Penerbit Haru

Tahun terbit: 2020

Tebal buku: 162 halaman