Sekar Anindyah Lamase | aisyah khurin
Novel Mad Mabel [goodreads.com]
aisyah khurin

Melalui karya “Mad Mabel”, Hepworth tidak hanya menyajikan misteri tentang siapa yang melakukannya, tetapi lebih jauh lagi mengeksplorasi bagaimana label sosial dapat menghancurkan kehidupan seseorang sejak usia dini dan bagaimana penebusan dapat ditemukan bahkan di saat usia telah menginjak delapan puluh satu tahun. 

Berpusat pada tokoh Elsie Mabel Fitzpatrick, seorang wanita lansia yang memiliki sejarah kelam sebagai pembunuh termuda dalam sejarah Australia pada tahun 1954.

Elsie Mabel Fitzpatrick, ditampilkan sebagai sosok yang kompleks dan berlapis. Di permukaan, ia adalah seorang wanita tua yang ketus, mandiri, dan sangat menjaga jarak dari kehidupan sosial di lingkungannya, Kenny Lane. Namun, identitas ini hanyalah sebuah topeng yang dibangun dengan hati-hati selama enam puluh tahun untuk menutupi jati dirinya yang asli sebagai Mabel Waller. Transformasi dari Mabel menjadi Elsie bukan sekadar pergantian nama, melainkan sebuah upaya sistematis untuk bertahan hidup dari stigma gila dan pembunuh yang disematkan oleh publik dan media kepadanya sejak ia berusia empat belas tahun.

Narasi masa lalu dalam novel ini membawa pembaca ke tahun 1954, sebuah periode di mana sistem hukum dan pemahaman psikiatri terhadap anak-anak masih sangat terbatas. Mabel Waller tumbuh dalam keluarga kaya raya yang tampak sempurna di permukaan, namun penuh dengan penderitaan di balik pintu tertutup. Ayahnya, Elliott Waller, adalah sosok manipulator ulung yang menggunakan kekuasaan dan kekayaannya untuk mengendalikan setiap aspek kehidupan keluarganya, sementara ibunya merupakan korban pasif yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Dengan menggunakan struktur garis waktu ganda (dual timeline), Hepworth mengajak pembaca untuk menelusuri lorong waktu antara masa kini di Melbourne yang tenang dan masa lalu yang penuh dengan kekerasan dan pengkhianatan di bawah bayang-bayang nama "Mad Mabel". 

Hepworth dengan mahir menggambarkan bagaimana seorang individu yang mengalami PTSD (Gangguan Stres Pascatrauma) akibat pelecehan domestik yang ekstrem sering kali mengembangkan mekanisme pertahanan diri berupa humor gelap dan sikap dingin terhadap dunia luar. Elsie memandang dunia dengan sinisme yang tajam, sebuah bentuk perlindungan terhadap kemungkinan disakiti kembali oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya. 

Salah satu tema sentral yang diusung Hepworth dalam Mabel Gila adalah kekuatan persahabatan platonis, terutama di antara sesama perempuan. Bagi Elsie, sahabat adalah "oksigen" yang memungkinkannya untuk terus bernapas di tengah lingkungan yang mencekik. 

Hepworth secara cerdik mengintegrasikan elemen media modern ke dalam narasi melalui kehadiran dua YouTuber muda yang ingin membuat film dokumenter tentang "Mad Mabel". Hal ini memberikan platform bagi Elsie untuk akhirnya menceritakan versinya sendiri tentang kebenaran setelah bungkam selama enam dekade.

Keputusan Elsie untuk berpartisipasi dalam wawancara tersebut adalah sebuah tindakan pemberdayaan. Sepanjang hidupnya, identitasnya telah didefinisikan oleh orang lain, oleh ayahnya, oleh jaksa, dan oleh tajuk rencana surat kabar. Dengan berbicara di depan kamera, ia tidak hanya membersihkan namanya di mata publik, tetapi juga memberikan suara kepada gadis kecil berusia empat belas tahun yang dulu tidak pernah didengar. 

Novel ini juga merupakan meditasi tentang penuaan. Hepworth menantang stereotip tentang lansia sebagai sosok yang lemah atau tidak berdaya. Elsie digambarkan sebagai wanita yang bangga dengan keriput dan kemandiriannya. Ia menggunakan ketidakterlihatan yang sering dialami oleh wanita tua di masyarakat sebagai keuntungan untuk menjaga rahasianya. 

Secara keseluruhan, “Mad Mabel” adalah sebuah karya yang memikat, memadukan ketegangan misteri dengan kehangatan hubungan manusia. Sally Hepworth berhasil menciptakan salah satu karakter paling tak terlupakan dalam literatur kontemporer melalui sosok Elsie Mabel Fitzpatrick. Novel ini memberikan pesan kuat bahwa kebenaran mungkin tertimbun lama, namun ia akan selalu menemukan jalan untuk muncul ke permukaan. 

Identitas Buku

Judul: Mad Mabel

Penulis: Sally Hepworth

Penerbit: St. Martin's Press

Tanggal Terbit: 21 April 2026

Tebal: 352 Halaman